
Dua bulan semenjak kejadian mabuk yang menimpa mereka, hubungan Gery dan Selvy semakin dekat. Keduanya tampak tidak malu-malu lagi saat pergi berdua, bahkan kini mereka sudah resmi berkencan. Karena kejadian itu juga, Mondy sempat mendapat surat peringatan dari pimpinannya supaya tidak mengulangi kegiatan minum-minumnya yang dicurigai salah seorang warganya.
Sementara itu, pasangan suami istri Mondy dan Keyla masih hangat-hangatnya mengarungi bahtera rumah tangga. Keyla sedang bersiap untuk berangkat syuting film terbarunya tiba-tiba Keyla merasakan perutnya yang mual luar biasa. Berkali-kali dia memuntahkan isi perutnya, tetapi sama sekali tidak ada yang bisa keluar.
Mondy yang baru selesai menyiapkan sarapan merasa khawatir pada Keyla dan menghampirinya.
"Sayang, kamu sakit? Mending nggak usah pergi syuting deh!" kata Mondy sambil memijat tengkuk Keyla.
"Nggak bisa Yang, ini syuting terakhir, aku harus datang," tolak Keyla sambil mengusap perutnya yang terus bergejolak.
"Ya kalau yang terakhir, nggak apa-apa deh aku izinin. Tapi, kamu beneran nggak apa-apa. Pasti karena kamu pulangnya larut malam terus deh masuk angin. Eh, jangan-jangan kamu hamil, Sayang." Mondy langsung berbinar saat membayangkan istrinya yang berbadan dua.
Pernikahan mereka akan semakin lengkap dengan kehadiran buah hati yang akan mengisi hari-hari mereka.
"Jangan dulu dong Yang, aku belum siap. Karir aku masih panjang, repot banget pasti kalau ada bayi. Kayak Sheina tuh, repot banget," balas Keyla. Dia berjalan mengambil air hangat di dispenser untuk mengurangi rasa mualnya.
__ADS_1
"Nanti kamu pulang syuting jam berapa, aku jemput Sayang. Aku mau pastikan kamu sakit biasa apa hamil," kata Mondy.
Laki-laki itu sudah merindukan kehadiran anak di hidupnya. Dia juga ingin merasakan menjadi ayah seperti Bara. Bahkan iparnya itu sudah memiliki sepasang anak yang cantik dan tampan.
"Semoga aja sih nggak hamil. Kalau bisa kita tunda dulu aja. Aku masih pengen menikmati karirku." Keyla mulai duduk di meja makan dan memakan sandwich buatan Mondy.
"Kok ditunda sih, Sayang. Kalau kamu nggak mau repot, aku bisa bayar baby sitter kok. Aku bukan orang pelit kayak Bara," sahut Mondy yang merasa sedikit kesal.
Keyla seolah tidak menginginkan anak dan itu membuat Mondy kecewa.
"Terserah kamulah. Aku ada meeting pagi. Kamu mau aku antar apa naik mobil sendiri?" tanya Mondy mulai merapikan berkas-berkasnya yang tadi malam dia kerjakan di ruang tengah.
"Kamu berangkat duluan aja, Mon. Aku tunggu dijemput Dewi," kata Keyla dengan datar. Dia sudah merasa kesal dengan sikap Mondy.
Dua orang yang memiliki keinginan dan pendirian masing-masing itu saling diam. Mondy juga tidak mau memancing keributan yang nantinya malah membuat hubungannya dengan Keyla menjadi buruk. Dia pikir, akan membicarakan masalah anak nanti saja jika mereka sudah sama-sama tenang.
__ADS_1
***
***
***
Selama syuting, Keyla masih merasakan mual yang menyiksa. Untung saja, dia masih bisa bertahan hingga syuting hari terakhir itu berjalan dengan lancar.
Ternyata, Mondy menjemput Keyla di lokasi syuting. Keyla akhirnya pulang bersama Mondy yang ternyata membawanya ke rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit dan mendapatkan pemeriksaan khusus, dokter pun dengan bahagia memberikan mereka kabar istimewa.
"Selamat Nyonya, Anda sedang hamil."
Kembang kopinya jangan lupa..ππ
__ADS_1