Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 26


__ADS_3

Mondy menemui Keyla di sebuah taman kecil yang cukup sepi. Laki-laki itu awalnya tidak membawa apa-apa, tetapi saat melihat Keyla melamun di ayunan, dia berinisiatif untuk memetik bunga yang ada di taman itu. Dengan memakai hoodie hitam, Mondy menghampiri Keyla.


“Hai, Cantik! Melamun aja nih!” ucap Mondy yang masih menyembunyikan wajahnya.


Keyla mendongak menatap Mondy yang berdiri di hadapannya. Laki-laki yang memakai hoodie hitam lengkap dengan masker yang menutup sebagian wajahnya itu menyerahkan bunga sepatu kepadanya.


“Apa Pak RT belum gajian, sampai nggak mampu beli bunga yang lebih keren dari ini?” ejek Keyla, tetapi gadis itu tetap menerima bunga pemberian Mondy dengan senang hati.


“Kamu sih ngajak ketemu mendadak, mana di taman yang gerah banget gini.” Mondy kini duduk di ayunan sebelah Keyla. Dia mengibaskan tangannya merasa gerah karena siang-siang memakai hoodie hitam yang membuatnya kepanasan. Sampai-sampai, keringat sebesar biji jagung mulai keluar dari keningnya.


“Aku mau ngomong penting. Kalau di kafe atau di tempat ramai, aku takut ada yang lihat. Makanya, aku ajak saja ke sini,” kata Keyla sembari memainkan bunga pemberian Mondy itu. Sungguh tidak ada yang spesial dari bunga berwarna merah itu, tidak aroma harum yang mencitrakan bunga sesungguhnya.


“Mau ngomong apa, Sayang?” tanya Mondy. Dia meraih tangan Keyla dan menciuminya.


Keyla menarik napas perlahan dan mengembuskannya dengan kasar. “Bu Marisa udah mendesak aku buat punya pacar karena KL Grup lagi ngawasin aku. Pasti mereka takut sama gosip kita waktu itu,” ucap Keyla dengan jujur.


Mondy berdecak heran, kenapa KL Grup sangat tertarik dengannya? Memang sih, Mondy memiliki kualifikasi sempurna untuk menjadi calon mantu, tapi tidak seharusnya ‘kan mereka sampai menguntit orang-orang di sekitarnya juga?

__ADS_1


“Apa kata Bu Marisa?” tanya Mondy. Saat ini dia memang belum bisa melakukan apa-apa karena usahanya menemui kakek tadi juga gagal.


“Kalau kata Bu Marisa, aku diminta pacaran sama Gery,” jawab Keyla dengan lirih.


“Apa!? Gery!?” Mondy sampai berdiri saking terkejutnya. “Kenapa harus dia? Marisa itu minta kamu buat pacaran sama Gery?” tanya Mondy dengan kesal. Dia berkacak pinggang lalu memalingkan wajahnya dari Keyla. Hampir saja dia melepaskan maskernya, tetapi saat melihat seseorang di kejauhan yang sepertinya sedang mengawasi mereka, Mondy pun mengurungkan niatnya.


Benar, mereka sedang diintai saat ini.


“Nggak benar-benar pacaran, Mon. Cuma disuruh pura-pura aja,” jawab Keyla.


Ekor mata Mondy masih mengawasi laki-laki yang memperhatikan mereka. Saat laki-laki itu mulai mendekat, Mondy meraih ponselnya dan membuka aplikasi taksi daring.


Keyla melirik laki-laki yang dimaksud Mondy. Gadis itu paham bahwa saat ini dia dan Mondy sedang diintai oleh orang itu. Lalu, Keyla membenarkan letak topi dan maskernya. Jangan sampai orang itu mengenalinya dan Mondy.


“Sekarang kita harus bagaimana?” tanya Keyla yang mulai ketakutan. Jika orang itu adalah suruhan KL Grup, bisa bahaya kalau sampai ketahuan.


“Aku sudah pesan taksi, kayaknya sudah dekat. Nanti kita pikir lagi,” jawab Mondy yang masih berusaha mencari jalan keluar dari masalah mereka saat ini.

__ADS_1


Keyla mengangguk setuju. Tidak lama, sebuah mobil berwarna merah berhenti tak jauh dari posisi mereka. Mondy lalu menarik tangan Keyla dan mengajaknya untuk masuk ke mobil.


“Mobil kamu bagaimana?” tanya Keyla setelah mereka masuk ke taksi yang dipesan Mondy.


“Gampang, nanti biar diambil sopir kantor. Sekarang kita temui dia, aku pesannya ke kantor Rajawali sih. Coba kamu telepon dia!” titah Mondy. Dia menoleh ke belakang karena curiga bahwa laki-laki itu mengikuti mereka. Ternyata benar, ada sepeda motor yang sedang berada di belakang mereka dan jaket yang dikenakan sama persis dengan laki-laki yang ada di taman tadi.


Keyla mencoba menghubungi Gery, tetapi laki-laki itu tidak menjawab teleponnya. Bahkan, sampai mereka tiba di kantor Rajawali pun Gery masih tidak bisa dihubungi.


Mondy dan Keyla masuk ke gedung perkantoran milik Bara itu. Setelah mereka masuk, ternyata laki-laki yang memakai sepeda motor itu meninggalkan area kantor.


Mondy dan Keyla mengembuskan napas lega. Mereka baru saja lolos dari kejaran penguntit yang membuat mereka seperti penjahat di film-film.


“Sekarang kita pulang aja, kayaknya udah aman,” kata Mondy.


Keyla melepaskan topinya, tapi Mondy langsung menarik tangannya supaya pergi dari kantor Bara itu. Tiba-tiba Bara dan Gery muncul dari luar gedung.


“Ngapain kalian di sini?”

__ADS_1


🥨🥨🥨Nah loh. Tuan Mondy sama Tuan Bara ketemu lagi. Jangan berantem ya, ntar nggak dikasih kembang kopi loh sama readers💐💐💐


__ADS_2