
Keyla dan Mondy sudah melaksanakan ijab kabulnya. Malam ini, mereka juga mengadakan resepsi pernikahan yang dihadiri teman-teman kedua mempelai dan juga rekan-rekan bisnis. Beruntung acara malam ini berjalan lancar, bahkan Mondy sempat menyanyikan sebuah lagu romantis untuk Keyla.
Mondy meminta Keyla untuk ke kamar lebih dulu, sementara dia masih banyak tamu. Awalnya Mondy yang akan mengantar Keyla langsung ke kamar mereka, tapi ternyata istrinya itu menolak dan akan ke kamar bersama Sheina yang juga menyewa kamar di lantai yang sama.
Keyla memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena gerah setelah menjadi ratu seharian. Setelah mandi, wanita yang merasa sangat lelah itu akhirnya memutuskan untuk tidur sambil menunggu suaminya datang.
Rasa kantuk dan juga lelah, membuat Keyla tak bisa berlama-lama untuk bertahan. Pada akhirnya, dia terlelap sambil menutup tubuhnya dengan selimut hotel yang tebal. Beberapa jam berlalu, dia merasa ada yang memeluknya dari belakang hingga membuat tidurnya terganggu.
Keyla yang masih merasa pusing dan belum terbangun sepenuhnya, akhirnya berteriak saat melihat Mondy yang memakai jubah mandi itu sedang memeluknya.
"Mondy, kamu ngapain ke sini?" tanya Keyla sembari memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya. Dia sepertinya lupa bahwa Mondy sudah menjadi suaminya saat ini.
"Mau tidurlah, Sayang. Acaranya udah selesai. Tamu-tamunya udah pulang. Sekarang aku yang mau bertamu ke tubuh kamu," jawab Mondy. Dia menenggelamkan wajahnya di leher Keyla yang membuat istrinya itu mengeluarkan suara yang justru memicu adrenalinnya.
__ADS_1
Jantung Keyla berdebar keras, dia baru ingat bahwa kini dia telah menjadi istri seorang Mondy dan ini adalah malam pernikahan mereka.
"A-aku, aku ke kamar mandi bentar ya," ucap Keyla dengan terbata. Rasa gugupnya membuat Keyla berani mendorong pelan tubuh Mondy yang membuatnya panas dingin.
"Jangan lama-lama ya, Sayang. Kalau kelamaan nanti malah aku samperin ke kamar mandi. Emangnya kamu mau pertama kali ngerasain, tapi tempatnya di kamar mandi." Momdy terkekeh geli membayangkan apa yang saat ini sedang ia katakan.
Sementara itu, Keyla merasa malu dan memilih kabur ke kamar mandi. Gadis itu benar-benar gugup, sampai di kamar mandi pun dia berusaha membuat perasaannya tenang terlebih dahulu. Keyla memakai make up supaya terlihat cantik di depan suaminya.
"Lama amat sih Sayang, aku pikir kamu tidur," ucap Mondy saat Keyla baru membuka pintu.
"I-iya, aku. Aku tadi ...."
"Kamu gugup ya?" goda Mondy sembari menyelipkan rambut Keyla ke belakang telinganya.
__ADS_1
"Enggak. Siapa bilang." Keyla menundukkan kepala, malu terlihat gugup di hadapan Mondy.
"Ya udah kita ke kasur aja, ngapain kelamaan di sini," kata Mondy yang tiba-tiba sudah menggendong tubuh Keyla dan membawanya ke ranjang.
"Mon, jangan dong! Aku bisa jalan sendiri," protes Keyla.
Namun, Mondy tetap tidak peduli. Dia tetap menggendong Keyla, lalu meletakkannya dengan hati-hati di ranjang pengantin mereka.
"Malam ini spesial Sayang, rileks aja jangan gugup," bisik Mondy yang bibirnya tepat di telinga Keyla.
Embusan napas hangat Mondy terasa sampai ke lehernya, membuat Keyla kesulitan mengatur napas.
🥨🥨🥨Habis ini spesial part. Kembang kopinya banyakin dulu💐💐💐
__ADS_1