Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 54


__ADS_3

Suami istri yang sedang menikmati masa-masa indah pengantin baru itu, harus mengakhiri acara menginapnya di hotel karena mereka akan melanjutkan bulan madu di rumah Mondy yang kini juga menjadi rumah Keyla.


Mondy menyetir mobil dengan kecepatan yang terbilang pelan. Dia ingin menikmati setiap momen itu bersama Keyla. Namanya pengantin baru yang masih hangat-hangatnya.


Saat sampai di rumah, mereka disambut oleh karpet merah dan kalung bunga yang sengaja disiapkan oleh warga.


"Selamat datang di komplek Lolipop Bu RT," ucap warga serempak. Lalu, salah satu dari mereka memberikan kalungan bunga di leher Keyla.


Mondy yang melihatnya ikut tertawa bahagia dengan antusias warganya.


"Selamat datang Bu RTku, mereka semua warga kita, lucu-lucu 'kan?" tanya Mondy.


Keyla hanya nyengir kuda. Baru kali ini seorang artis dan model terkenal menjadi Bu RT di komplek yang elit itu.


"Makasih semuanya. Saya pikir, kalian orang-orang sibuk yang tidak punya waktu untuk menyambut saya," ucap Keyla terharu.


Komplek itu memang sebagaian besar dihuni oleh pengusaha-pengusaha sukses.

__ADS_1


"Ya, kami sibuk. Tapi, karena tidak bisa hadir di pernikahan kalian tadi malam, hari ini kami akan merayakannya," jawab warga komplek.


Keyla dan Mondy diminta berjalan melewati karpet merah yang tepinya dihias bunga-bunga. Pasangan pengantin baru itu bergandengan tangan melewati karpet merah. Para warga lalu menyebarkan ribuan kelopak bunga sebagai perayaan pernikahan mereka.


Setelah ceremony itu, Mondy menyuruh mereka untuk makan. Untung saja, ada Roki yang punya andil dalam acara ini, sehingga makanan pun sudah disiapkan.


"Pak RT, kita nggak ngasih sumbangan ya, kan Pak RT sudah kaya. Ini hadiah dari kita semua para warga komplek," ucap salah seorang warga sambil menyerahkan kotak kado sebagai hadiah pernikahan mereka. Di belakangnya ada satu koper kecil yang juga bagian dari kado itu.


"Makasih Bu Ana, repot-repot banget deh," balas Mondy sembari menerima kado pernikahan dari warganya itu.


Satu hal yang pasti, Bara Sheina dan juga Selvy tidak ada di antara segelintir warga yang datang itu. Entah mereka tidak diajak atau memang sibuk.


Setelah berbasa-basi sejenak, warga komplek itu lalu membubarkan diri, sementara Mondy mengajak Keyla untuk masuk rumah.


"Sayang, ke kamar yuk!" ajak Mondy saat melihat istrinya yang langsung duduk di sofa.


"Mau ngapain, Yang ini masih sore loh?" tanya Keyla curiga.

__ADS_1


"Mandi terus istirahat, Sayang. Mau ngapain emang. Pikiran kamu ni ih, mentang-mentang udah ngerasain enaknya lele jumbo," goda Mondy.


Wajah Keyla langsung merah padam. Dia tidak menyangka jika pikirannya bisa sekotor itu membayangkan Mondy minta yang enak-enak, padahal dirinya sendiri yang berpikiran seperti itu.


"Ih, apa sih." Keyla menahan senyum lalu berlari menuju kamar Mondy.


Mondy yang ditinggalkan pun tidak mau kalah dan segera mengejar istrinya. "Awas ya, jangan lari!"


Dengan langkah lebar, Mondy berhasil mengejar Keyla dan menangkapnya saat wanita itu akan masuk kamar.


"Kena 'kan. Kamu harus dihukum, Sayang." Mondy mengeratkan pelukannya di tubuh Keyla.


"Apa hukumannya? Asal jangan yang aneh-aneh deh," kata Keyla sambil menoleh pada suaminya yang memeluk dari belakang.


"Hukumannya, kamu nggak boleh pakai daleman sampek pagi," jawab Mondy. Alisnya dimainkan naik turun sambil bibirnya tersenyum puas.


🥨🥨🥨Kuis tidak berhadiah di bab ini. Apa isi kado dari para warga untuk Mondy dan Keyla? 💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2