Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh
Episode.14


__ADS_3

Clara melihat suaminya yang baru pulang ke rumah dengan membawa koper besar. Jika habis menginap di apartemen bersama Rania. Elvan selalu mengaku jika dia pergi keluar kota untuk mengurus pekerjaan di kantor cabang. Clara sama sekali tidak mencurigai suaminya. Karena yang dia tahu suaminya itu sangat mencintainya. Apalagi jika suaminya pergi, dia selalu menggunakan kesempatan itu untuk berpacaran dengan kekasihnya.


''Baru pulang, Mas?'' Clara mendekati suaminya, lalu menjabat tangannya dan mencium punggung tangannya. Dia juga mengambil koper yang di pegang oleh suaminya.


''Iya nih,'' ucapnya, sambil tersenyum.


Elvan sedikit heran dengan perlakuan istrinya yang sedikit manis. Biasanya istrinya itu tidak pernah menyambut kedatangannya.


Clara mengantar suaminya hingga ke kamar.


'Syukurlah Mas Elvan tidak bertanya apa-apa kepadaku. Semoga saja dia tidak mencurigaiku,' batin Clara.


Saat Clara hendak keluar kamar, tiba-tiba suaminya memanggilnya.


''Sayang, kemarin kamu pergi kemana?'' tanya Elvan.


''Aku tidak kemana-mana, Mas.'' jawabnya.


''Benarkah?''


''Iya, masa tidak percaya sih sama istri sendiri.''


Melihat sikap istrinya, tidak mungkin jika istrinya itu bermain api dengan lelaki lain. Elvan mencoba menepiskan pikiran yang tidak-tidak.


''Baiklah, Mas percaya sama kamu,'' ucapnya.


Clara bernapas lega, lalu dia melangkah keluar dari kamar.


Elvan baru ingat jika dia belum pernah mengecek CCTV di rumahnya setelah beberapa hari terpasang. Dia keluar dari kamarnya, lalu pergi ke ruang kerjanya yang ada di rumah itu. Sesampainya di ruang kerja, dia duduk di kursi depan laptop. Elvan mulai menyalakan laptop miliknya. Dia langsung mengecek CCTV yang ada di rumahnya.


Dari rekaman CCTV itu dia melihat jika beberapa kali istrinya menerima tamu laki-laki. Bahkan terlihat jika keduanya saling berciuman. Namun tidak terlihat jika istrinya mengajak teman lelakinya ke kamar. Memang Clara tidak pernah lagi bercinta dengan kekasihnya di rumah itu, apalagi di kamar mereka. Dia selalu mengajak kekasihnya pergi ke hotel. Dia takut jika tiba-tiba suaminya datang di saat dia sedang bercinta seperti beberapa saat yang lalu.


''Jadi begini kelakuan Clara di belakangku? Lelaki ini mirip seperti lelaki yang aku lihat di restoran kemarin,'' gumam Elvan.


Elvan pergi keluar dari ruang kerjanya. Dia akan pergi untuk menemui istrinya dan meminta penjelasan.


Clara yang sedang duduk di ruang keluarga, dia melihat suaminya yang kini menghampirinya. Namun raut wajahnya terlihat sedang menahan amarah.


''Mas, kamu kenapa?'' tanya Clara.


''Sekarang jujur kepadaku, apa yang kamu lakukan selama aku tidak di rumah?''

__ADS_1


''Apa maksud perkataanmu?" Clara sedikit gugup, dia melihat sesuatu yang berbeda dari suaminya. Sepertinya suaminya itu marah kepadanya.


''Jujur saja Clara! Atau aku buka semua kelakuanmu di belakangku,'' ucap Elvan dengan sedikit mengancam.


''Aku tidak macam-macam,'' jawabnya.


''Lalu apa semua yang ada di rekaman CCTV itu salah? Jelas-jelas aku melihat kamu menerima tamu laki-laki. Bahkan kalian saling berciu*man.''


Clara terbelalak setelah mendengar penuturan suaminya. Selama ini dia tidak menyadari jika di rumah itu di pasang CCTV.


Clara langsung berlutut di kaki suaminya.


''Maafkan aku, Mas. Aku khilaf,'' Clara memegangi kaki suaminya, pandangannya terus menunduk.


Elvan tampak memijat pelipisnya yang tak sakit.


''Kamu sudah keterlaluan, Clara. Itu baru rekaman CCTV beberapa hari yang lalu loh saat aku pergi keluar kota. Bagaimana hari-hari sebelumnya? Ah sayang sekali CCTV-nya juga baru di pasang beberapa hari yang lalu,'' ucap Elvan.


''Mas, maafkan aku,'' Clara masih menunduk dan terus melontarkan kata maaf. Bagaimana pun caranya, dia tidak mau berpisah dengan suaminya. Karena suaminya itu sumber kekayaannya.


''Kali ini aku tidak bisa memaafkanmu lagi, Cla. Lelaki mana yang rela kalau istrinya menjalin hubungan dengan lelaki lain, bahkan sampai berciu*man. Aku tidak suka mulutmu itu bekas orang lain,'' Elvan mendorong istrinya sehingga melepaskan pegangan tangannya.


''Mas, aku --- '' ucapan Clara terhenti saat dia yang tiba-tiba tak sadarkan diri.


''Sudahlah, Cla. Tidak usah pura-pura pingsan. Pasti ini trik agar aku memaafkanmu.''


Beberapa menit kemudian, Elvan tidak melihat pergerakan dari istrinya. Lalu dia berjongkok, dan mengeceknya. Beberapa kali dia menepuk-nepuk bahunya, namun istrinya masih belum juga membuka matanya.


''Cla, kamu benar pingsan?'' Elvan mendadak panik.


Elvan menggendong istrinya dan membawanya ke kamar. Lalu dia menghubungi Dokter keluarganya untuk segera datang kesana.


Beberapa menit kemudian, Elvan melihat istrinya yang sudah membuka kedua matanya. Istrinya tampak memegangi kepalanya karena merasa pusing.


''Mas, maafkan aku,'' Clara masih mengucapkan kata maaf.


Elvan diam, dia tidak menjawab apa pun. Elvan melihat istrinya yang hendak duduk.


''Berbaring saja! Sebentar lagi dokter datang," ucapnya.


Clara menuruti perkataan suaminya.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian, dokter yang di panggil Elvan sudah datang. Elvan menyambut kedatangannya, lalu mengajaknya ke kamar untuk memeriksa Clara.


Elvan hanya memperhatikan dokter Arya yang sedang memeriksa istrinya.


''Istriku sakit apa, Dok?'' tanya Elvan.


''Tidak ada yang aneh. Tidak ada penyakit yang serius,'' ucapnya.


''Tapi aku merasa pusing. Sudah dua hari ini aku tidak makan nasi, rasanya mual.''


''Sepertinya istri Anda sedang hamil,’’ ucap dokter Arya.


‘’Hamil?’’ Bukannya bahagia, namun Elvan malah terkejut. Dia terkejut karena kedua istrinya hamil bersamaan.


Clara tampak tersenyum senang. Jika dia hamil, itu berarti Elvan tidak bisa meninggalkannya.


‘’Coba saja cek ke dokter kandungan. Saya tidak bisa memeriksa detail, karena saya hanya dokter umum.’’


‘’Baiklah, nanti saya akan bawa istri saya periksa.’’


Setelah selesai memeriksa, dokter Arya langsung berpamitan untuk pulang.


Beberapa menit setelah kepergian dokter Arya, kini Elvan langsung mengajak istrinya pergi ke rumah sakit untuk periksa apakah benar hamil atau tidak.


Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit. Elvan mengajak istrinya pergi ke bagian kandungan. Mereka mendaftar, lalu mengambil nomor antrean.


Setelah menunggu sebanyak tiga antrean, akhirnya sekarang giliran Clara yang di periksa. Terlihat ada petugas yang memanggil namanya dan memintanya untuk masuk ke ruang pemeriksaan. Clara masuk bersama Elvan.


Dokter melihat sepasang suami istri yang baru masuk ke ruangannya.


‘’Ada yang bisa saya bantu, Pak, Bu?’’ tanya dokter.


‘’Saya mau periksa, apakah saya hamil atau tidak,’’ ucap Clara.


‘’Baiklah, mari Ibu berbaring disana. Biar saya mulai memeriksa,’’ pintanya menunjuk ke ranjang pasien yang ada di ruangan itu.


Elvan hanya memperhatikan dokter yang sedang memeriksa istrinya.


Kini dokter dan Clara sudah kembali ke tempat duduk mereka.


‘’Selamat ya, Pak. Istri bapak memang sedang hamil. Saat ini usia kandungannya memasuki minggu ke empat. Mohon selalu jaga kandungannya karena masih rentan,’’ ucap dokter.

__ADS_1


‘’Baik, Dok.’’ Ucap Clara.


Elvan yang tadinya mau memperkarakan masalah perselingkuhan istrinya, sekarang harus di tunda dulu karena istrinya yang ternyata sedang hamil.


__ADS_2