Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh
Episode.51


__ADS_3

Rania, Elvan, dan juga Bu Rosma sedang mengobrol bertiga. Tiba-tiba Ningsih muncul dari belakang. Dia berdiri di dekat majikannya yang sedang mengobrol.


''Maaf, Nyonya. Pekerjaan saya sudah beres semua. Apa saya boleh izin keluar?'' tanya Ningsih.


''Kamu mau kemana?'' Bu Rosma menatap penampilan Ningsih yang terlihat rapi. Bahkan NIngsih juga merias wajahnya dengan make up. Sekarang Ningsih sudah bisa berdandan karena di ajari oleh Rania.


''Saya mau jalan sama Mas Roy. Tapi nanti siang juga sudha pulang kok,'' ucapnya.


''Baiklah, kamu boleh pergi. Tapi hati-hati ya, kamu harus bisa jaga diri. Biar bagaimana pun, Roy itu masih orang baru. Kita juga tidak ada yang mengenalnya dekat,'' ucap Bu Rosma.


''Saya akan selalu berhati-hati, Nyonya.''


Setelah berpamitan, Ningsih langsung saja pergi.


Melihat Ningsih yang sudah keluar dari rumah, Rania membicarakan hubungan pembantunya itu dengan Roy.


''Mah, aku takut kalau Roy berbuat macam-macam sama Ningsih. Ningsih itu masih polos loh. Roy itu orangnya nekat. Mamah tahu sendiri kan saat dia menculikku,'' ucap Rania.


''Iya, Nak. Mamah juga khawatir sama Ningsih, tapi mudah-mudahan sih Roy tidak berbuat macam-macam kepadanya. Dan mereka berpacaran secara sehat.''


''Amin, Mah. Semoga saja tidak seperti yang kita takutkan.''


''Sudah dong bahas orang lainnya. Lebih baik sekarang kita bahas urusan kita saja, sayang.'' Elvan berucap kepada istrinya.


''Bahas apa, Mas? Perasaan hubungan kita baik-baik saja.''


''Sampai sekarang Mas belum di kasih jatah loh. Mas kan kangen kita melakukan itu,'' ucap Elvan.


''Kalian ini di depan orang tua malah bahas urusan ranjang,'' ucap Bu Rosma menyindir.


''Mas Elvan tuh, Mah.''


''Ya sudah, ayo kita ke kamar, sayang! Biar kita bahasnya di kamar saja,'' ucap Elvan.


''Nanti saja, Mas. Aku lagi malas kalau bahas sekarang.''

__ADS_1


''Baiklah, sayangku. Mas akan menunggunya,'' Elvan sudah tidak sabar untuk membicarakan jatah dengan istrinya.


Saat ini Ningsih sedang berada di perjalanan. Sesekali dia menatap Roy yang sedang mengemudi.


''Kenapa kamu lihatin aku?'' tanya Roy.


''Kamu tampan,'' ucapnya.


Menurut Roy, wanita seperti Ningsih itu sangat langka. Ningsih itu tipe wanita yang sangat jujur. Bahkan untuk sekedar memuji juga dia terlihat tidak malu sama sekali.


Roy tersenyum setelah mendengar penuturan Ningsih. Lalu dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


''Kamu juga sangat cantik,'' Roy memandangi wajah Ningsih.


Ningsih tersipu malu di puji seperti itu. Dia yakin jika Roy itu menyukainya, walaupun Roy sendiri belum pernah mengatakannya.


Roy kembali mengemudikan mobilnya. Dia akan mengajak Ningsih untuk pergi ke taman kota.


Sesampainya di taman kota, Roy mencari tempat yang kosong untuk memarkirkan mobilnya.


''Ning, sebentar ya! Aku mau ke toilet dulu,' ucap Roy.


''Iya, Mas.''


Roy segera pergi dari sana. Sebenarnya dia berbohong kalau dia akan pergi ke toilet. Roy pergi untuk membeli bunga. Kebetulan tadi di pintu masuk taman ada penjual bunga.


Roy kembali menghampiri Ningsih. Namun dia menghampirinya dari arah belakang.


''Ekhem,'' Roy berdehem.


Ningsih menoleh ke belakang. Dia melihat Roy berdiri disana.


''Sudah dari toiletnya? Kok cepat sekali?''


''Tidak jadi ke toilet,'' Roy kebali duduk di sebelah Ningsih. Dia memperlihatkan bunga mawar merah yang tadi di sembunyikan di belakang tubuhnya. ''Ningsih, maukah kamu menjadi kekasihku? Kalau menerimaku, ambilah mawar ini! Tapi kalau kamu tidak mengambilnya, berarti kamu menolakku,'' ucap Roy. Dia memang sudah merencanakan ini dari awal.

__ADS_1


Ningsih mengambil bunga mawar yang ada di tangan Roy.


''Aku mau menjadi kekasih Kak Roy,'' Ningsih sudah yakin dengan perasaannya. Walaupun belum seratus persen mencintai Roy, namun dia yakin jika Roy itu jodoh yang terbaik untuknya.


Roy senang karena Ningsih menerima cintanya. Dia langsung saja memeluk Ningsih.


''Terima kasih, sayang.''


''Sama-sama, Mas.''


Roy melepaskan pelukannya, lalu dia menatap sekitar. Ternyata sekelilingnya tampak sepi. Dia mendekatkan wajahnya dengan Ningsih, lalu dia langsung menciumnya. Ningsih membelalakan kedua matanya karena terkejut. Ini juga pertama kalinya dia dicium oleh seorang lelaki.


''Rileks saja! Kamu buka mulutmu,'' pinta Roy.


Ningsih menurut, dia tampak menikmati ciuman pertamanya.


Reno yang sedang berjalan-jalan di taman, tak sengaja melihat adegan senonoh di taman. Dia menyaksikan Ningsih dan Roy yang sedang berciuman.


''Ekhem ekhem, maaf ya kalau mau berbuat me sum lebih baik cari hotel saja,'' ucap Reno yang lewat depan mereka.


Spontan Roy dan Ningsih langsung melepaskan pangutannya. Mereka menatap ke sumber suara.


Reno terkejut sata tahu bahwa yang  berciuaman di tempat umum itu Ningsih yang merupakan pembantunya Elvan. Dia juga mengenal lelaki yang bersama Ningsih yang merupakan saingan bisnis Elvan.


''Jadi kalian yang berbuat senonoh di tempat umum. Aku tidak menyangka jika kamu akan berbuat seperti ini, Ning. Kamu ini wanita baik-baik loh.''


''Jangan mengurusi urusan orang lain, Tuan Reno yang terhormat,'' ucap Ningsih.


''Ah benar juga. Maaf sudah mengganggu. Silakan dilanjut!'' Reno segera pergi dari sana.


''Kamu mengenal Reno?'' Roy bertanya kepada Ningsih.


''Tahu, dia tidak lebih dari lelaki yang berselera tinggi. Sebelumnya aku naksir sama dia, tapi dia tidak mau sama aku. Mungkin karena aku hanya seorang pembantu.''


''Jangan sedih! Sekarang kan kamu sudah menjadi milikku.''

__ADS_1


''Mas Roy memang yang terbaik,'' Ningsih langsung memeluk Roy.


__ADS_2