Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh
Episode.47


__ADS_3

Bu Rosma yang sedang duduk bersantai, melihat Ningsih yang sedang mengelap perabot di ruang depan. Namun Bu Rosma merasa jika Ningsih beberapa kali menatapnya, seperti akan mengatakan sesuatu.


''Ningsih, kamu kenapa dari tadi lihatin saya? Sepertinya ada yang mau kamu tanyakan?''


''Em itu, Nyonya .... '' Ningsih tampak ragu untuk mengatakannya.


''Ada apa? Bilang saja sama saya?''


Ningsih menghentikan sejenak pekerjaannya, lalu dia menghampiri Bu Rosma. Saat ini Ningsih duduk tak jauh dari Bu Rosma yang sedang duduk.


''Maaf, Nyonya. Tapi semalam saya tidak bisa tidur. Saya terus memikiran Mas tampan.''


Bu Rosma mengernyitkan keningnya saat mendengar perkataan Ningsih.


''Mas tampan siapa? Anak saya? Kamu naksir sama anak saya?''


''Bukan, Nyonya. Tapi Mas tampan yang satunya. Yang kemarin bertamu pagi-pagi.''


''Oh Reno, kamu naksir sama Reno?''


''Saya juga tidak tahu, Nyonya. Apa Mas tampan sudah punya kekasih atau sudah menikah?''


''Belum, Reno itu tidak punya kekasih. Wah bagus juga tuh kalau saya jodohkan sama kamu.''


''Tapi mungkin Mas tampan tidak mau sama saya yang kampungan,'' ucapnya.


''Jangan berpikiran seperti itu. Kamu tahu Rania menantu saya, dia juga wanita yang sangat sederhana. Cinta itu bukan di pandang dari status sosial.''

__ADS_1


''Tapi sepertinya Mas tampan tidak suka sama saya.'''


''Sebentar! Saya cari ide dulu,'' Bu Rosma tampak berpikir untuk mendekatkan  Ningsih dengan Reno. ''Begini saja, setiap hari kamu antar makan siang untuk Reno, nanti sekalian untuk anak saya juga.''


''Memangnya boleh, Nonya?''


''Boleh, karena hanya dengan cara itu kalian bisa serting bertemu.''


Ningsih merasa senang karena majikannya mendukungnya, bahkan mau mendekatkannya dengan lelaki pujaannya.


Setelah selesai berbicara dengan Bu Rosma, Ningsih kembali bekerja.


Terlihat Rania dari dapur menghampiri Bu Rosma yang sedang duduk.


"Mah, tadi aku mendengar mamah mengobrol. Memangnya sama siapa?" tanya Rania, sambil mendudukkan dirinya disebelah Bu Rosma.


"Tadi sama Ningsih. Kamu tahu tidak, ternyata Ningsih itu naksir sama Reno."


''Benar, Nak.''


''Akhirnya Kak Reno ada yang naksir.''


''Mamah mau jodohin mereka. Lagian Ningsih itu cantik, masih muda, cocok buat Reno.''


''Benar, Mah. Aku juga setuju sama mamah.''


.........

__ADS_1


Elvan yang baru pulang kerja, tidak melihat siapa pun di ruang depan. Biasanya istrinya selalu menyambutnya jika dia pulang. Elvan melihat ibunya yang muncul dari arah belakang.


''Mah, dimana Rani?'' tanya Elvan yang baru datang.


''Ada di kamar sedang menjaga anakmu,'' jawabnya.


''Aku lihat mereka deh,'' Elvan menaruh tas kerjanya di sofa. Lalu dia pergi ke kamar anaknya.


Elvan melihat istrinya yang sedang duduk di pinggiran ranjang. Rania menoleh saat mendengar ada yang membuka pintu kamarnya.


''Mas, kamu sudah pulang?''


"Iya nih, sayang. Mas cape sekali baru pulang, tapi rasa cape Mas hilang saat melihatmu dan anak kita."


"Mas bisa saja deh, masa capenya mendadak hilang."


"Iya, sayang." Elvan hendak mencium kening istrinya. Namun istrinya mencegahnya.


''Mas Elvan mandi dulu sana! Jangan cium-cium aku atau anak kita dulu kalau belum mandi."


"Yah kok gitu sih, sayang."


"Iyalah, kalau dari luar pasti ada debu yang menempel dibaju. Nanti kalau debu itu nempel di kulit anak kita, takut kenapa-napa."


"Iya deh, sayang. Mas langsung mandi saja kalau begitu," Elvan langsung keluar dari kamar itu.


Beberapa menit kemudian Elvan sudah kembali. Dia langsung naik ke atas tempat tidur. Dia berbaring persis disebelah anaknya.

__ADS_1


"Mas, jangan tidur sore-sore begini ya," pinta Rania.


"Tenang, sayang. Mas cuma mau rebahan saja di dekat anak kita."


__ADS_2