Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh
Episode.49


__ADS_3

Reno merasa jika Elvan dan keluarganya sedang mencoba mendekatkan dia dengan Ningsih. Namun dia tak suka di jodoh-jodohkan seperti itu. Entah itu dengan Ningsih atau dengan wanita lain. Karena dia merasa jika dia juga masih bisa mencari pasangan sendiri tanpa harus dicarikan. Dia juga tetap cuek saat Ningsih mencoba mendekatinya.


Ningsih sudah menyerah untuk mengejar cinta Reno. Karena Reno selalu menunjukan sikap tidak suka kepadanya.


Rania dan Bu Rosma saling berdiskusi. Sebenarnya bukan mendiskusikan hal penting, mereka hanya sedang membahas kelanjutan untuk menjodohkan Ningsih dan Reno.


''Mamah kasihan sama Ningsih, dia jadi lebih pendiam dari sebelumnya,'' ucap Bu Rosma.


''Benar, Mah. Kasihan juga ya dia. Lagian Kak Reno itu cari yang seperti apa sih? Di dekatkan sama Ningsih yang gadis desa, tapi malah cuek seperti itu. Padahal gadia desa itu pastinya berhemat loh, tidak hobi belanja.Tidak suka menghambur-hamburkan uang."


''Sudahlah, lagian kita bisa menjodohkan Ningsih dengan yang lain.''


''Sepertinya Ningsih tidak mau sama yang lain, Mah.'' ucapnya, sambil menatap ke arah Ningsih yang sedang mengelap meja dan perabot lainnya di ruang depan. Ningsih terlihat sedang galau. Biasanya dia cukup cepat saat bekerja. Tidak seperti sekarang ini yang terlihat tak bersemangat.


''Ya sudah kalau begitu kita biarkan saja Ningsih menentukan pilihannya sendiri,'' kata Rania.


Tok tok

__ADS_1


Ningsih mendengar ada yang mengetuk pintu dari luar. Sejenak dia menghentikan pekerjaannya, lalu dia membukakan pintu. Ternyata yang datang itu Reno. Ningsih menatapnya biasa saja, bahkan terkesan cuek.


''Ada apa?'' tanya Ningsih.


''Mau mencari Elvan,'' ucapnya.


''Oh,'' hanya itu yang terucap dari mulut Ningsih. Lalu dia masuk ke dalam rumah. Ningsih mengatakan kepada Bu Rosma dan juga Rania yang sedang duduk bersantai, bahwa di depan ada Reno yang mencari Elvan.


Rania meminta agar Ningsih memanggil Elvan yang masih ada di kamar. Karena Rania masih tidak mau naik turun tangga.


Bu Rosma dan Rania bebrapa kali menoleh ke arah depan, namun tidak ada tanda-tanda Reno masuk ke rumah.


''Rani, ini kok Reno belum juga masuk ke rumah. Bukankah kata Ningsih tadi di depan ada Reno?''


''Aku juga tidak tahu, Mah. Coba aku samperin deh,'' Rania beranjak dari duduknya, lalu dia pergi ke depan.


Melihat kepergian menantunya, Bu rosma juga mengikutinya. Mereka melihat Reno yang sedang berdiri di depan pintu sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


''Kak Reno, kok tidak masuk?'' tanya Rania.


''Tidak di persilakan masuk sih, jadinya berdiri saja disini,'' ucapnya.


''Benarkah? Memangnya tadi Ningsih tidak mengajak masuk?'' tanya Rania.


''Tidak,'' jawabnya.


Rania dan Bu Rosma saling tatap. Beberapa detik kemudian, Rania langsung mengajak Reno untuk masuk.


Saat ini ketiganya duduk bersama di sofa. Kebetulan Reno duduk di hadapan Bu Rosma dan Rania.


''Rani, sepertinya Ningsih lagi ngambek sama Reno,'' Bu Rosma berbisik di telinga menantunya.


''Bisa saja, Mah. Mungkin lelah karena di abaikan terus,'' Rania juga ikut berbisik di telinga Bu Rosma.


                                     

__ADS_1


__ADS_2