Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh
Episode.55


__ADS_3

Sudah hampir pukul tujuh malam, namun Elvan belum juga pulang dari kantor. Rania tampak mencemaskan suaminya. Apalagi nomornya susah dihubungi. Walaupun Rania masih mendiami suaminya, namun dia tetap cemas saat suaminya tak pulang-pulang. Rania mencoba mencari keberadaan Bu Rosma, namun kata pembantu di rumahnya, Bu Rosma sedang pergi ke swalayan.


Rania tampak gelisah, dia begitu mengkhawatirkan suaminya. Rania mondar-mandir di depan rumahnya menunggu kepulangan suaminya. Setelah beberapa menit di depan rumah, Rania melihat ada mobill yang memasuki halaman rumahnya, lalu berhenti tepat di depan rumah. Terlihat Reno keluar dari mobil. Rania langsung mendekati Reno.


''Kak Reno, dimana suamiku? Kenapa belum pulang juga?'' tanya Rania.


''Tadi sih sepulang kerja, Elvan pergi dengan sekretarisnya. Memangnya belum pulang juga?''


''Belum, memangnya pergi kemana? Berani sekali Mas Elvan macam-macam sama aku.''


''Pergi ke restoran sari rasa,'' jawabnya.


Rania tampak mengepalkan tangannya. Bisa-bisanya suaminya sudah berani bermain serong.


''Antar aku ke restoran itu, Kak. Aku mau mencari suamiku,'' ucap Rania.


''Tapi bagaimana dengan anakmu?''


''Sebentar! Aku telepon mamah dulu. Ayo Kak Reno masuk dulu ke rumah!'' ajaknya.


''Saya menunggu disini saja,'' ucapnya.


Rania mengaambil ponselnya yang tergeletak di atas meja ruang depan. Dia menelepon Bu Rosma dan memintanya untuk segera pulang. Dia juga mengatakan jika dia mau mencari Elvan yang belum pulang juga. Rania meminta Bu Rosma untuk manjaga anaknya.


Setelah menelepon Bu Rosma, Rania meminta pembantunya untuk menjaga anaknya yang sedang tidur.


Rania menghampiri Reno yang sedang duduk di depan rumah.


''Ayo kita pergi!'' ajak Rania.


''Kamu mau pakai pakaian seperti itu saja?'' Reno menatap Rania yang memakai piyama lengan panjang.


''Iya deh, aku malas berganti pakaian,'' jawabnya.


Mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil. Reno langsung mengemudikan mobilnya menuju ke restoran sari rasa. Sesampainya di depan restoran, Rania langsung keluar begitu saja dari mobil, meninggalkan Reno yang masih berada disana.


Reno tersenyum menatap Rania yang begitu terburu-buru.


'Aku harus cepat masuk. Sebentar lagi ada drama keluarga,' batin Reno.


Rania yang sudah berada di dalam restoran, dia menatap sekelilingnya. Di restoran itu tampak sepi, bahkan di dekorasi sangat indah. Sepertinya restoran itu sudah disewa oleh seseorang. Tatapan Rania berlaih ke seorang lelaki yang sedang duduk di salah satu kursi yang jaraknya cukup jauh dari tempatnya berdiri. Rania tidak melihat wajah lelaki itu karena posisinya membelakanginya.


Perlahan Rania mendekati lelaki itu hingga kini dia berada di sampingnya. Ternyata lelaki itu suaminya.

__ADS_1


''Mas Elvan,'' Rania berucap sedikit keras. Dari pancaran matanya, dia terlihat marah sekali kepada suaminya.


Elvan tersenyum menatap istrinya. Namun dia sedikit heran karena istrinya datang menggunakan piyama.


''Sayang, kok kamu pakai piyama sih?''


''Tidak usah banyak tanya! Sekarang katakan, dimana wanita itu?'' Rania tampak menatap kanan kirinya mencari sekretaris suaminya.


''Wanita mana, sayang? Mas disini sendirian saja  loh.''


''Mas Elvan bohong! Pasti Mas Elvan membuat kejutan ini untuk wanita selingkuhan Mas Elvan kan? Rani juga tahu kalau selingkuhan Mas Elvan itu sekretaris Mas sendiri.''


''Kata siapa?''


''Kak Reno yang bilang kalau Mas Elvan datang kesini dengan sekretaris Mas. Berarti dia itu selingkuhan Mas Elvan kan?''


'Astaga, Reno suruh jemput Rania, tapi malah bikin tambah salah paham,' batin Elvan.


Elvan menatap Reno yang sedang memvideo mereka berdua.


''Reno, sini!'' pinta Elvan.


Reno mendekati Elvan yang sedang duduk.


''Lagi ngapain kamu? Kamu berani mengambil foto kita?''


''Bukan foto, Bos. Saya mengambil video. Kan lumayan tuh drama rumah tangga.''


''Astaga, dasar asisten lancang. Cepat hapus video itu atau saya pecat.''


''Maaf, Pak Bos. Saya hanya becanda kok,'' Reno langsung menghapus video yang tadi dia rekam.


''Sekarang jelaskan semuanya kepada istri saya!'' pinta Elvan.


Reno mulai mengatakan yang sebenrnya, jika dia di minta oleh Elvan unutk menjemput Rania, karena Elvan akan memberikan kejutan. Namun untuk memudahkan Rania untuk ikut, jadi Reno mengatakan jika Elvan sedang bersama wanita lain.


''Oh jadi Kak Reno ngerjain aku. Hm sepertinya Kak Reno perlu di carikan jodoh nih biar tidak iseng sama orang,'' ucap Rania.


''Benar, sayang. Mas juga setuju sama kamu,'' sahut Elvan.


''Maaf, saya hanya tidak punya ide lain agar Non Rani mau ikut sama saya datang kesini.''


''Coba kalau bilang dari awal, pasti aku tidak akan memakai piyama seperti ini,'' Rania tampak memperhatikan penampilannya sendiri.

__ADS_1


''Sayang, kamu tidak perlu berdandan cantik. Kamu yang seperti ini saja sudah membuat Mas jatuh cinta,'' ucap Elvan.


Reno pergi dari sana karena takut mengganggu kebersamaan bosnya.


Elvan beranjak dari duduknya. Dia menarik kursi yang ada di hadapannya, lalu meminta istrinya untuk duduk disana.


''Mas, jadi kamu menyiapkan kejutan ini untukku?''


''Iya, sayang. Mas membuat kejutan ini untuk tanda permintaan maaf.''


''Minta maaf apa?''


''Mas mau minta maaf atas kejadian di pesta pernikahan Roy.''


Rania tersenyum menatap suaminya. Dia melihat ketulusan dari pancaran mata suaminya.


''Aku sudah memaafkan Mas Elvan kok. Aku mendiami Mas karena sengaja.''


''Kamu jahat sekali sih, sayang.''


''Biarin, habisanya Mas Elvan macam-macam sih.''


''Mulai sekarang Mas tidak akan mengulanginya lagi. Mas minta maaf ya,'' Elvan memegang kedua tangan istrinya. Dia menciumi punggung tangan istrinya.


Elvan mengambil sesuatu dari saku celananya. Ternyata sebuah kotak kecil yang terlihat seperti kotak cincin.


''Apa itu, Mas?"' tanya Rania.


''Sesuatu untuk kamu,'' Elvan membuka kotak cincin yang sedang dia pegang.


Rania terlihat senang dengan hadiah yang diberikan oleh suaminya. Baru juga kemarin dia melihat iklan cincin itu di televisi. Itu cincin keluaran terbaru yang sedang banyak dicari para ibu-ibu sosialita.


Saat istrinya hendak mengambil kotak cincin yang di pegangnya, Elvan mencegahnya.


''Biar Mas saja yang pakaikan,'' Elvan memegang tangan kiri istrinya. Dia memakaikan cincin itu di jari manis istrinya.


''Terima kasih suamiku. Aku suka sekali sama cincin ini.''


''Sama-sama, sayangku. Jangan lupa ya nanti saat pulang Mas minta jatah.''


''Yah kasih hadiah ujung-ujungnya minta jatah. Tapi tidak apa-apa sih. Rani juga kangen bermanja-manjaan sama Mas Elvan.''


Elvan merasa senang, karena kini istrinya tidak marah lagi kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2