Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh
Episode.38


__ADS_3

Kini Rania dan suaminya sudah sampai di rumah. Kebetulan Reno juga ada bersama mereka. Rania menatap tajam saminya yang duduk di hadapannya.


''Jika Mas Elvan tidak memecat sekretaris kecentilan itu, setelah anak ini lahir aku akan menceraikan Mas Elvan,'' ucap Rania.


''Begitu juga Mamah yang akan mencoret nama kamu dari daftar keluarga kita. Mamah akan mewariskan perusahaan untuk Rania dan anaknya jika saja kalian bercerai,'' sahut Bu Rosma yang baru memasuki rumah. Kebetulan tadi Rania sudah memberitahukan perihal Elvan yang mau menikah lagi. Tentu Bu Rosma geram dengan tingkah anaknya yang tergoda begitu saja dengan trik pelakor.


''Aku bisa menjelaskan semuanya,'' ucap Elvan membuka suara.


Bu Rosma duduk di sebelah menantunya. Begitu juga dengan Reno yang sejak tadi sudah duduk di sebelah Rania.


Elvan menunduk takut saat melihat tatapan mata istri dan ibunya. Di situasi seperti ini Elvan merasa seperti hendak di sidang.


''Cepat jelaskan!'' Rania sudah tidak sabar menunggu penjelasan suaminya.


''Bermula saat aku terbangun, dan ternyata aku berada di dalam selimut yang sama dengan Nayla. Kami sama-sama polos tak berbusana. Bahkan ada noda darah di seprei bawah Nayla tidur. Selang waktu dua bulan ini, Nayla mengatakan jika dia hamil. Jujur Mas bingung sekali, dan ragu untuk menikahinya. Namun dari pada dia melapor ke polisi, mungkin lebih baik Mas menikahinya,'' ucap Alvin.


''Jadi setiap ada wanita hamil yang mengaku hamil anak Mas Elvan, pasti akan di nikahi. Mas Elvan tidak punya pendirian sekali sih. Kenapa Mas Elvan tidak menjelaskannya dulu sama Rani? Kita bisa berunding loh untuk mencari solusi sama-sama,'' ucap Rania.


''Mas tidak punya keberanian untuk mengatakannya kepadamu, sayang. Mas takut kamu syok dan kandunganmu kenapa-napa.''


''Ya aku memang syok. Apalagi saat melihat dengan mata kepalaku sendiri jika Mas Elvan berada di bawah selimut yang sama dengan wanita lain. Saat itu aku pergi kesana, ke hotel Andini. Kebetulan ada seseorang yang memberitahuku jika Mas Elvan ada di hotel itu. Saat aku sampai, aku tanya dimana kamar yang di tempati oleh Mas Elvan. Saat aku melihat ke kamar itu ternyata benar, aku melihat Mas Elvan yang sedang tidur di bawah selimut yang sama bersama dengan seorang wanita,'' jelas Rania yang memang sudah mengetahui fakta itu.


''Kenapa kamu tidak bilang ke mamah?'' Bu Rosma bertanya kepada menantunya.


''Itu karena Rani ingin menunggu Mas Elvan bicara ke Rani dan menjelaskan semuanya. Namun setelah di tunggu-tunggu ternyata Mas Elvan tidak mengatakan apa pun,'' ucap Rania.


''Maaf, sayang. Mas bingung dan takut juga,'' ucap Elvan.


''Tapi bukan berarti Mas Elvan menikah lagi dengan Nayla. Bisa jadi Mas Elvan ini hanya di jebak,'' Rania berkata dengan nada bicara sinis.


''Mamah setuju dengan istrimu, Van. Bisa jadi kamu ini hanya di jebak,'' sahut Bu Rosma.


''Tapi siapa yang memberitahumu keberadaan suamimu di hotel, Ran?'' Reno bertanya kepada Rania.


''Roy, dia yang memberitahuku,'' jawabnya.


''Bagaimana bisa dia tahu jika suamimu ada disana? Pasti ini ada dua kemungkinan, dia mengikuti kemana suamimu pergi, atau dia yang menjebak suamimu,'' ujar Reno berpendapat.


''Mamah setuju sama Reno. Bisa saja Elvan di jebak."

__ADS_1


"Tapi Roy bilang dia mengikuti Mas Elvan pergi," ucap Rania.


"Rasanya tidak bisa di percaya. Saya lebih setuju dengan Tante Rosma. Bisa saja Pak Elvan memang di jebak," sahut Reno.


"Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Bu Rosma.


"Kita buat Nayla mau angkat bicara. Apakah dia benar hamil atau cuma sandiwara? Jika hamil, itu anak siapa? Tidak mungkin kalau itu anak Pak Elvan. Saya jamin seratus persen," ucap Reno.


"Kak Reno pintar sekali. Bagaimana jika Kak Reno menjadi ayah anakku saja," Rania memegang tangan Reno. Niatnya hanya memanas-manasi suaminya.


"Sayang, jadi kamu terang-terangan mau selingkuh di depan suamimu?" Elvan pura-pura merajuk di depan istrinya.


"Biarin, dari pada selingkuh di belakang, lebih baik di depan."


"Huussss ... sudah kalian jangan ribut! Lebih baik kita lanjut bahas permasalahan kalian," Bu Rosma memotong pembicaraan mereka.


"Saya mau pergi menjemput Nayla dan mengajaknya kesini. Biarkan dia menjelaskan semuanya," ucap Reno.


"Pergilah, Nak!" Bu Rosma mendukung niat baik Reno.


Reno berpamitan kepada mereka. Setelah itu dia langsung pergi.


Satu jam kemudian Reno sudah kembali bersama Nayla. Kini mereka sudah berada di dalam rumah. Bahkan duduk berhadap-hadapan dengan Rania dan keluarganya. Rania tersenyum mengejek melihat rambut Nayla yang sangat jelek akibat ulahnya.


"Itu ulahku, Mah. Aku yang potong rambutnya," ucap Rania.


"Hahahahahaha ... Menantu Mamah ini memang pintar," Bu Rosma mengacungkan jempolnya.


"Hey pelakor, cepat jelaskan, kenapa kamu menjerat suami saya hingga sampai mau menikahimu?" Rania bertanya kepada Nayla.


"Maaf, Bu Rania. Saya terpaksa melakukan ini karena saya membutuhkan uang. Saya di suruh oleh Tuan Roy untuk menjebak Pak Elvan," jelas Nayla.


"Memangnya kamu butuh uang untuk apa? Harusnya pinjam saja ke suami saya? Kenapa harus mencari uang dengan cara licik?" tanya Rania.


"Maaf, Bu. Saya hanya tergiur dengan nominalnya yang besar dan juga tidak harus mengembalikan uang itu."


"Tapi harusnya kamu berpikir apa akibatnya untukku dan suamiku," Rania terlihat emosi.


"Rani, kamu yang sabar. Jangan terbawa emosi, kamu sedang hamil loh."

__ADS_1


"Iya, Mah." Rania menghela napasnya.


"Jadi hari itu tidak terjadi apa pun di antara kita dan kamu juga tidak hamil?" Elvan bertanya kepada Nayla.


"Benar, di antara kita tidak terjadi apa pun. Saya mohon maaf, Pak." Nayla terlihat sekali sangat bersalah.


Elvan hendak berbicara, namun istrinya sudah berbicara duluan.


"Saya maafkan, tapi mulai hari ini kamu di pecat dari kantor suami saya," ucap Rania.


"Mamah setuju, biar ke depannya tidak ada perselisihan atau pun hal aneh-aneh lainnya yang terjadi, lebih baik Nayla memang harus berhenti bekerja," sahut Bu Rosma.


"Maaf, Nay. Sepertinya saya memang tidak bisa lagi mempertahankanmu sebagai karyawan," ucap Elvan.


"Saya terima konsekuensi itu, karena disini kesalahan saya sangat fatal. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk Pak Elvan dan keluarga," Nayla merasa sangat bersalah.


Setelah meminta maaf, Nayla berlalu pergi dari rumah itu.


Rania sudah bisa bernapas lega, karena satu orang pengganggu di rumah tangganya kini sudah di atasi.


"Mamah masih tidak menyangka jika saingan bisnismu bisa melakukan hal sekeji itu, Van." Ucap Bu Rosma.


"Namanya juga mau mencoba mengalahkanku ya dia melakukan segala cara, Mah. Apalagi dia tertarik sama Rania."


"Wah benarkah?" Bu Rosma merasa tak menyangka.


"Kenapa Mamah terlihat senang seperti itu? Menantu di sukai lelaki lain, mamah malah terlihat senang."


"Bukan seperti itu, Nak. Tapi mamah bangga saja sama menantu mamah ini. Lagi hamil juga di taksir oleh lelaki lajang."


"Tapi aku sedikit terusik juga sih kalau dekati Roy," ucap Rania.


"Kalau di dekati suami tampanmu ini, pasti kamu tidak akan bosan, sayang." ucap Elvan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Oh iya hampir lupa. Aku mau kasih hukuman untuk Mas Elvan. Mulai dari sekarang sampai anak kita lahir, jika belum enam bulan usianya, aku tidak akan memberi jatah."


"Astaga, sayang. Kenapa seperti itu?"


"Ini hukuman untuk Mas Elvan karena sudah berani menduakanku."

__ADS_1


"Sayang, maaf. Saat itu suamimu ini tidak punya pilihan lain."


Bu Rosma dan Reno tertawa kecil melihat ekspresi wajah Elvan.


__ADS_2