
Clara merasa aneh karena Bu Rosma tidak melakukan apa pun agar Rania pergi dari kehidupan Elvan. Sampai sekarang pun Rania dan Elvan masih tinggal bersama. Mungkin Clara sendiri yang harus memisahkan mereka.
Clara memasuki kantor penyiar berita dan majalah. Dia menemui pemilik dari kantor itu, dan menawarkan berita yang sedang hot.
''Selamat siang, Pak. Terima kasih karena sudah mau bertemu dengan saya.''
''Sama-sama. Justru saya yang merasa senang karena istri seorang pengusaha terkenal datang ke kantor saya. Tapi ada apa nih Nona Clara datang kesini?''
''Saya punya berita yang nantinya bisa menjadi kantor bapak semakin terkenal jika menyiarkan berita ini.''
''Apa itu?''
Clara mengambil ponselnya, lalu memperlihatkan beberapa foto, bahkan video kebersamaan suaminya dengan Rania.
''Siapa wanita ini? Kenapa terlihat dekat sekali dengan suami Nona?"
''Dia pelakor yang menjadi orang ketiga dalam pernikahan saya. Bahkan mereka tinggal bersama di apartemen. Baru-baru ini suami saya mengatakan jika akan menggugat cerai saya setelah anak ini lahir. Jika bapak menyiarkan berita ini, saya jamin akan viral,'' ucapnya.
''Tapi, apakah ini fakta? Saya takutnya jika semua ini hanya setingan. Nanti bisa-bisa kantor saya yang di tuntut.''
''Bapak tenang saja. Berita ini 100% nyata.''
''Baiklah, hari ini juga saya akan menyiarkan berita ini. Sekalian nanti terbit di majalah juga.''
''Terima kasih, Pak.''
Kini keduanya saling berjabat tangan. Clara segera berpamitan untuk pergi. Entah apa yang Clara pikirkan, sampai-sampai dia tidak memikirkan konsekuensinya dengan apa yang dia lakukan. Dia terlalu fokus untuk menyingkirkan Rania, sehingga tidak memikirkan akibatnya untuk reputasi Elvan dan perusahaannya.
Dengan senyum mengembang, Clara keluar dari kantor itu.
'Kita tunggu saja, Rania. Setelah ini semua orang akan membencimu,' batin Clara.
Hanya dalam waktu kurang lebih sekitar tiga puluh menit, berita Rania dan Elvan sudah viral di sosial media, bahkan di stasiun televisi. Banyak juga orang yang menghujat mereka.
Tok tok
Elvan yang sedang fokus bekerja, dia mendengar ada yang mengetuk pintu ruangannya.
''Masuk!'' ucapnya.
Terlihat Reno membuka pintu ruangan itu.
''Pak, gawat. Sekarang semua orang menghujat bapak dan perusahaan. Bisa-bisa setelah ini semua investor membatalkan kerja sama,'' Reno berucap dengan sedikit panik.
''Apa yang terjadi?''
Reno memperlihatkan layar ponselnya. Elvan mengambil ponsel itu dan membaca berita yang saat ini sedang trending. Kedua matanya terbelalak karena terkejut.
''Apa-apaan ini? Siapa yang menyebarkan berita ini?'' Elvan terlihat sangat marah. Lalu dia teringat Clara yang memang tak suka kepada Rania dan beberapa kali hendak menyakitinya. Dia sangat yakin jika yang menyebarkan berita ini adalah Clara.
''Sepertinya orang yang ingin menjatuhkan perusahaan kita yang ingin menyebarkan berita ini. Tapi, apakah semua berita ini benar?''
''Tidak, Rania bukan pelakor. Dia istri keduaku,'' jawabnya.
__ADS_1
''Wah keren juga punya istri dua.''
''Diam! Aku tak butuh pujian. Sekarang kita harus cari cara untuk mengklarifikasi berita itu. Aku yakin sekali jika semua ini ulah Clara.''
''Bagaimana jika bikin konferensi pers saja. Kenalkan Rania sebagai istri sah. Namun sebelum itu, kita viralkan juga skandal perselingkuhan Clara.''
''Kamu tahu kalau Clara berselingkuh?''
''Saya tahu sejak dulu. Bahkan punya bukti foto dan videonya. Jika itu tersebar, pasti akan viral juga.''
''Kenapa baru bilang sekarang? Kenapa tidak dari dulu saja?'' tanya Elvan.
''Maaf, Bro. Dulu kamu terlihat cinta sekali sama Clara. Jadi saya tidak mau merusak kebahagiaanmu dengan memberitahukan bukti-bukti itu."
''Baiklah. Untuk hal itu aku maafkan. Sekarang serahkan bukti-bukti itu! Aku ingin melihatnya.''
Reno membuka galeri penyimpanan yang ada di ponselnya. Dia memperlihatkan foto mesra Clara bersama kekasih gelapnya. Bahkan disana ada video berdurasi pendek saat Clara dan kekasihnya masuk ke dalam kamar hotel.
''Aku tidak menyangka jika Clara berselingkuh terlalu jauh. Aku kira hanya sekedar berciuman saja, seperti yang aku lihat di CCTV rumahku. Ternyata mereka sampai pergi ke hotel juga. Aku benar-benar bodoh, selama ini sudah dia bohongi. Sekarang aku tidak ragu lagi untuk menceraikannya setelah dia melahirkan. Bisa-bisa anak yang dia kandung juga bukan anakku,,'' ucap Elvan.
''Sekarang siapa yang mau pergi ke penyiaran berita?''
''Kamu saja. Bisa saja di luar ada wartawan yang mengincarku.''
''Baiklah,'' ucapnya
Reno segera berpamitan untuk pergi. Dia akan langsung pergi ke kantor penyiaran berita. Tentunya kantor yang berbeda dengan yang Clara datangi.
Elvan teringat akan istrinya. Pasti istrinya sangat syok melihat berita itu. Elvan langsung saja meneleponnya. Ternyata istrinya cepat mengangkat panggilan itu.
''Mas, aku takut.''
''Kamu tidak usah khawatir. Mas akan mengklarifikasi berita itu. Nanti Mas akan menelepon mamah dan memintanya untuk menemani kamu. Kamu jangan sedih ya. Kamu matikan ponsel dan televisi. Kamu jangan lagi melihat berita tidak penting itu.''
''Baik, Mas.''
''Nanti Mas akan langsung pulang. Hanya saja menunggu Reno kembli ke kantor dulu.''
''Iya, Mas. Aku tunggu,'' ucapnya.
Hanya sebentar mereka berteleponan. Elvan menyuruh istrinya untuk beristirahat dan mematikan ponselnya. Jujur saja Elvan khawatir dengan istrinya. Pasti terpukul sekali melihat berita tentang dirinya yang viral itu. Elvan takut jika itu mempengaruhi kehamilannya. Namun mudah-mudahan sih tidak.
Tiga puluh menit kemudian.
Akhirnya kini Reno kembali juga. Dia langsung menghampiri Elvan. Saat ini keduanya duduk berhadap-hadapan.
''Bagaimana? Apa beritanya sudah di buat?''
''Kita tunggu saja. Nanti juga ada yang menghubungi saya jika berita itu sudah di buat.''
Benar saja, beberapa menit kemudian Reno mendengar ponselnya berdering. Dia mengangkat panggilan telepon itu.
''Hallo, bagaimana?''
__ADS_1
''Beritanya sudah kami tayangkan di stasiun televisi, bahkan di sosial media,'' ucap seseorang di seberang sana.
''Bagus, saya suka kerja kalian.''
Kini panggilan itu sudah terputus. Karena mereka hanya bicara seperlunya saja. Reno menatap Elvan yang duduk di hadapannya.
''Semuanya beres. Sekarang kita tinggal menunggu berita itu viral,'' kata Reno.
''Bagus, bagaimana dengan konferensi pers?''
''Saya sudah meminta media untuk datang. Saya juga sudah memesan tempat di sebuah hotel dekat sini untuk konferensi pers besok.''
''Oke, lebih cepat memang lebih baik. Oh iya aku mau pulang dulu. Aku kasihan istriku sedih karena melihat berita ini.''
''Ekhem ... ekhem ... cie cie punya istri.''
''Makannya nikah.''
''Ah nanti saja. Calonnya juga belum ada,'' ucap Reno.
Elvan langsung saja pulang. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya.
Setelah cukup lama di perjalanan, akhinya dia sampai juga. Elvan langsung saja masuk ke apartemennya.
Elvan melihat istrinya dan ibunya yang sedang duduk berdua.
''Rai, kamu tidak kenapa-napa kan?'' Elvan bertanya kepada istrinya.
''Aku tidak apa-apa, Mas.'' jawabnya.
Elvan mendekati mereka. Dia duduk di sebelah istrinya.
''Van, siapa sih yang menyebarkan berita itu?''
''Aku tidak tahu, Mah. Kemungkinan itu ulah Clara.''
''Mamah juga berpikiran seperti itu. Lalu apa yang akan kamu lakukan?''
''Besok aku akan mengajak Rania untuk ke acara konferensi pers yang sudah aku atur. Besok mamah ikut juga ya,'' pinta Elvan.
''Siap, Nak.''
''Mamah sudah lihat berita terbaru belum?''
''Belum, memangnya berita apa?''
''Coba lihat saja di ponsel. Barusan banget sudah masuk trending loh.''
Karena penasaran, Bu Rosma mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Lalu langsung melihat berita terupdate di sosial media. Bu Rosma terkejut melihat berita tentang Clara. Lalu Bu Rosma memperlihatkan ponselnya kepada Rania. Rania juga tak kalah terkejutnya.
''Ternyata begini kelakuan Clara. Mamah semakin setuju kalau kamu berpisah dengannya,'' ucap Bu Rosma.''
''Iya, Mah. Aku juga tidak menyangka loh sudah separah itu Clara berselingkuh. Aku jadi meragukan anak yang dia kandung.''
__ADS_1
''Iya, Nak. Mamah juga ragu jika itu anak kandung kamu. Bisa saja itu anak selingkuhannya," ucap Bu Rosma.