Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh
Episode.53


__ADS_3

Tengah malam Rania terbangun dari tidurnya. Dia merasakan haus. Rania pergi ke dapur untuk mengambil minum. Saat hendak kembali ke kamar, Rania tak sengaja mendengar suara jendela terbuka dari arah samping rumahnya. Dia pergi ke sumber suara, karena takutnya ada maling. Ternyata yang Rania lihat bukan maling, melainkan Ningsih. Rania sedikit heran melihat Ningsih masuk ke rumah namun melewati jendela. Apalagi tengah malam seperti ini.


"Ningsih, dari mana kamu?"


Ningsih menoleh ke sumber suara. Dia terkejut karena terpergok oleh Rania.


"Em saya .... " Ningsih terlihat gugup. Jika dia mengatakan yang sebenarnya, pasti dia akan kena marah.


Ningsih sudah berhasil naik lewat jendela. Kini dia berdiri di dekat Rania.


Rania menatap penampilan Ningsih dari atas sampai bawah. Menurutnya pakaian yang Ningsih kenakan cukup sexy. Padahal biasanya Ningsih tidak pernah mengenakan pakaian seperti itu. Tiba-tiba arah pandang Rania terfokuskan pada leher Ningsih.


Rania mendekati Ningsih, lalu dia menyingkirkan rambut Ningsih yang menutupi lehernya. Kedua mata Rania terbelalak saat melihat banyak tanda kecupan di leher Ningsih.


"Ningsih, kali ini kamu sudah kelewat batas. Kamu bilang ke Roy, besok suruh datang kesini," pinta Rania.


"Baik, Non." Ningsih tampak menunduk takut.


Rania segera pergi dari sana setelah mengatakan itu kepada Ningsih.


Elvan melihat istrinya yang sedang menutup pintu kamar.


"Sayang, dari mana kamu?" tanya Elvan, sambil mendudukkan diri di atas kasur.


"Tadi habis minum di dapur, tapi lihat Ningsih menyelinap masuk rumah melewati jendela. Terus aku juga melihat di lehernya banyak tanda kecupan."


''Astaga, separah itukah? Kenapa dia bisa pergi malam-malam? Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kita harus bertindak.''


''Iya, Mas. Aku juga sudah bilang ke Ningsih biar besok ajak Roy datang kesini.''

__ADS_1


''Memangnya mau suruh ngapain?''


''Suruh nikahin Ningsih, memangnya suruh ngapain lagi.''


''Benar juga, sayang. Tapi apa Roy itu lelaki baik-baik? Takutnya cintanya itu tidak tulus.''


''Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka, Mas. Semoga saja Roy tulus sama Ningsih.''


''Iya, sayang. Lebih baik kita lanjut tidur lagi yuk! Mengobrolnya di lanjut nanti.''


Rania merebahkan diri di samping suaminya. Elvan memeluk istrinya, lalu mulai memejamkan kedua matanya. Untuk malam ini Kevin di tidurkan di box bayi, karena Elvan ingin bermesraan dengan istrinya.


.........


Rania sudah mengatakan kepada Ningsih agar meminta Roy untuk datang saat jam makan malam saja. Lagian kalau siang pasti Elvan juga pergi ke kantor. Bu Rosma juga ada urusan di luar. Jadi biar semuanya berkumpul di rumah, Rania menyuruh Ningsih meminta Roy datang malam.


Saat ini hampir jam tujuh malam. Rania dan Elvan sedang menemani anak mereka di dalam kamar.


Mereka mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya. Elvan beranjak dari atas tempat tidur, lalu dia membukakan pintu. Ternyata yang datang itu ibunya.


''Ada apa, Mah?'' tanya Elvan


''Itu roy sudah datang. Ayo keluar!'' pinta Bu Rosma.


''Iya, Mah. Aku ajak Rania juga,'' Elvan memanggil istrinya yang sedang berbaring di samping anaknya.


''Sayang, ayo kita keluar! Itu Roy sudah datang,'' ucap Elvan.


''Iya, Mas.'' Rania pergi keluar dengan menggendong anaknya.

__ADS_1


Ningsih dan Roy duduk bersebelahan. Sedangkan Rania dan yang lainnya duduk di hadapan mereka.


Bu Rosma selaku yang paling tua, langsung angkat bicara.


''Roy, sepertinya hubunganmu dengan Ningsih itu sudah terlalu jauh. Tante takut kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Kalau kamu memang serius, bagaimana jika kamu menikahi Ningsih,'' ujar Bu Rosma memberikan sarannya. Lagian itu yang terbaik untuk mereka berdua.


''Kalau saya sih mau, Tante. Tapi Ningsih yang belum memberikan saya jawaban,'' ucap Roy.


''Kenapa kamu belum memberi jawaban, Ning?'' Rania bertanya kepada Ningsih.


''Sebenarnya saya ingin memberitahukan jawabannya saat ulang tahun Mas Roy. Tapi keburu sekarang ditanyakan. Saya mau kok menikah dengan Mas Roy,'' ucapnya.


''Kamu mau menikah disini atau di kampung halamanmu, Ning?'' tanya Bu Rosma.


''Terserah Mas Roy saja,'' ucapnya.


''Kita menikah disini saja, sayang.'' kata Roy.


''Kalau begitu biar saya utus sopir untuk menjemput ibumu, Ning. Kamu tidak usah khawatir, saya siap membantu acara pernikahanmu,'' ucap Bu Rosma.


''Tidak usah, Tante. Biar saya yang menyiapkan semuanya,'' ucap Roy.


''Ya sudah, terserah kalian saja. Jadi, kapan tepatnya kalian akan menikah?'' tanya Bu Rosma.


''Satu bulan agi, Tan. Karena saya butuh waktu untuk mempersiapkan semuanya,'' ucap Roy.


''Baiklah, tapi saya meminta kalian jangan sering bertemu. Kalau saling rindu, lebih baik kamu yang datang keisni,'' ucap Bu Rosma, sambil menatap Roy.


''Baik, Tante.'' terpaksa Roy mengiyakan permintaan Bu Rosma. Padahal kalau sedang rindu, inginnya berdekatan terus sama Ningsih. Namun sepertinya dia harus bersabar sampai menikah nanti.

__ADS_1


Setelah selesai dengan obrolan mereka, Bu Rosma mengajak semuanya untuk makan malam bersama.


__ADS_2