
"sial...aku belum membacanya..."luna mengumpat dalam hati...
"ya....aku tau...!!" suara edward mengagetkan luna
edward yang mengerti jika luna belum membaca secara detail pun menyuruh luna melayani nya
dan luna pun melayani nya dengan patuh...
"em...tuan... tunggu..."luna meraih tangan edward ketika edward hendak beranjak
deg.....
"perasaan apa ini ..!!"edward membatin dalam hati
dia memandang tangan luna yang masih memegang lengan bawah nya
"eh...m-maaf..." luna gelagapan dan segera melepas tangan nya
"apa ...!!"tanya edward dingin..
"em...em...apa boleh saya bekerja di luar tuan ...?"luna berbicara takut takut
edward mengeryit,dia tau sampai mana luna membaca kertas itu
"terserah...!!"jawabnya dingin..
"lakukan tugasmu dengan baik...!! jika kau melakukan kesalahan sedikit saja ,kau akan ku kurung selamanya di rumah ini...!!"edward beranjak dengan gaya angkuh nya
"astaga....seram sekali dia...."luna bergidik ngeri
setelahnya luna membereskan sisa makanan di meja ,dia hendak pergi tidur ,namun bingung harus tidur di mana,masa dia harus tidur sekamar lagi dengan edward ...?
luna memcoba peruntungan nya untuk membuka satu per satu kamar di mansion itu,namun tidak ada satu pun pintu dapat terbuka...
"huuuuhft...!"luna mendesah kasar
dia memberanikan diri untuk bertanya kepada tuan nya itu...
tok...tok...tok....
"tuan...."luna memanggil dari balik pintu
"hem...?"
"bolehkah saya masuk ..?"
"ya...."
akhirnya luna masuk ke kamar singa menyeramkan itu...
"em...tuan....maaf ...saya mau bertanya..." luna ******* ***** jemari nya
"katakan....!!" edward berkata tanpa memalingkan wajah dari gawai yang di pegang nya
"apakah ...em....apa....em....--"
__ADS_1
saking takutnya luna sampai dia reflek menggigit gigit bibirnya sendiri
edward mendongak dan melayangkan tatapan tajam nya kepada luna
"oh astaga....dia seperti ingin menguliti ku...!!"batin luna
tangan nya gemetar ,keringat dingin mulai menganak di pelipisnya
"ekhem...."
luna berjingkat karena saking kagetnya...
edward sedikit menaik kan sudur bibirnya kerena milihat reaksi spontan dari luna
"apa aku harus menunggumu sampai pagi ..?duduk dan baca semua berkas itu,maka kau akan faham semuanya..." edward memandang luna yang masih tak bergeming
"tunggu apa lagi ...?"
edward turun dari ranjangnya dan mengambil berkas yang ada di atas meja,dia kemudian menghampiri luna dan menarik tangan nya duduk di sofa...
"oh my God ....!!!"luna berteriak dalam hati
edward memberikan berkas itu,dan luna mengambilnya...
tangan luna bergetar,atmosfir di ruangan itu seketika berubah...
edward menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa dan menoleh ke arah luna yang sepertinya sedang fokus membaca
huuuuffff....huuuuufff....huuuufff....
"oh astaga tuan....apa yang kau lakukan ...?"batinluna
semakin tak dapat berkonsentrasi saja luna..hatinya tiba tiba berdesir ...keringat nya semakin mengucur deras dari sudut sudut pelipisnya
edward terus memainkan rambut luna dengan meniup niupnya...
"besok kita pergi ke gereja...!!" lirih edward
luna kaget dan menoleh ke arah edward...
"apa...?" tanya edward santai...
"ke...ke...gereja...?"tanya luna terbata
"ya...."jawabnya santai
"untuk apa...?"tanya luna heran
"apa lagi ...?kau yang selalu menggoda ku,kau fikir aku bukan pria normal ...?"masih dengan santainya...
"mak..mak..sud..tuan ...?"kini luna benar benar ketakutan...
edward menarik narik lengan kemeja yang di pakai luna...
oh...kini luna mengerti ,dia meneliti panampilan nya,benar saja ,siapa pria yang tak tergoda melihat paha mulus yang hanya tertutupi sampai pangkal nya saja,dan itu,astaga.....
__ADS_1
luna langsung memperbaiki kemeja yang di pakainya ,dan merapatkan tubuhnya ke sudut sofa
"pakai bajumu yang ku belikan tadi...kecuali kau mau aku terkam...!!"
jeduar...!!
edward beranjak dari kursi,meninggalkan luna yang melotot di buatnya
braaaak...!!
luna berlari dan reflek menutup pintu dengan keras,dia mengambil paper bag yang tadi di berika edward dan lekas memakai pakaian yang ada di dalam nya...
sementara edward...dia menyandar kan kepalanya berbantalan ke dua tangan nya
baru kali ini dia merasakan gelenyar aneh di sekujur tubuhnya,dia melengkungkang senyuman nya sambil membayangkan wajah ketakutan luna
banyak gadis yang mencoba mencari perhatian nya,dengan berbagai cara,bahkan banyak yang dengan suka rela menawarkan dirinya,namun tidak pernah membuat edward merasa tertarik,
tp entah apa yang di lakukan luna sehingga seorang edward mampu melengkungkan bibirnya untuk tingkah gadis itu...
caklek...
"maaf tuan...saya lupa meninggalkan kertas itu.."
luna masuk dan menundukan kepalanya...
kini dia tidak memakai kemeja lagi,namun memakai dress selutut berwarna peace ,pas dengan warna kulitnya yang tidak terlalu putih dan tidak gelap pula
"stop...!!"suara menggelegar edward menghentikan luna yang hendak keluar dari kamar
glluuuug...!!
edward menelan ludah dengan susah payah,dia memperhatikan penampilan luna,dia salah,dia berfikir dengan menggunakan dress seperti wanita umumnya luna akan tampak biasa saja,namun apa ini ???
dia malah tampak semakin cantik...
dan apa itu ...?
rambut yang di kuncir kebelakang semakin menampakan leher jenjangnya,
edward meraup wajahnya frustasi...
sungguh,dia ingin menghabisi wanita di hadapan nya ini
luna yang di pandanginya pun semakin merasa tak nyaman ,dia ******* ***** jarinya yang ada di balik kertas itu
baru saja dia cuci muka untuk menetralisir panas di wajahnya,namun sekarang seketika panas lagi...!!
"sini...!!"ucap edward jelas padat dan tak terbantahkan
"hah...?"
bersambung...
jangan lupa othor selalu menunggu suport dari kalian ya readers.... ,comen ,like,hadiah...😚😚
__ADS_1