
pletak...
"apa yang kau fikirkan ??" edward menyentil pelan kening luna...
sementara luna sadar dan cuma bisa memberenngut kan wajah nya...
edward membalik kan tubuh luna dan membuka satu persatu kancing belakang gaun yang di kenakan luna
glug...
tenggorokan edward serasa kering melihat pemandangan di depan nya...
terpampang jelas bahu putih mulus milik luna...
plak...
luna reflek menepuk tangan edward yang sudah sedikit meraba bahu luna
"berani kau ya...!!"
luna membalikan badan nya menghadap edward
"m..maaf tuan...saya tidak sengaja..."luna menunduk
"dasar menyebalkan...!! ganti cepat bajumu...!!"
edward keluar dengan masih bersungut sungut
luna dengan cepat kilat melepas gaun dan menggantinya dengan dres yang tempo hari di belikan oleh edward
bukan hanya satu...namun setiap paper bag berisi 7 buah dres ,dan yang di berikan kepada luna adalah 10 paper bag...hitung saja sendiri,bahkan jika luna tidak mencuci bajunya selama 1 bulan pun dia masih ada baju untuk ganti...
luna masuk ke kamar edward dan segera menyapkan air untuk tuan nya..
luna menengok kanan kiri mencari edward namun tidak ada,bahkan setelah luna selesai menyiapkan air mandinya pun edward belum menampakan batang hidung nya...
"tuan..." luna memanggil edward
namun tidak ada sahutan..
luna terus mencari lelaki itu namun tidak menemukan nya...
akhirnya karena badan luna lelah dia mendudukan bokongnya di sofa ruang keluarga..
saking capeknya luna dia sampai tidak sadar sudah ketiduran di sana..
edward yang baru keluar dari ruang jim itu berhenti karena melihat sosok yang sudah membuat tubuhnya panas hanya dengan melihat punggungnya saja..
edward maju dan memajukan wajahnya ke wajah luna
di tatapnya mata yang terpejam itu,bulu mata lentik,hidung mungil namun mancung,dan bibir itu...kecil namun sedikit tebal .pas sekali dengan wajahnya yang mungil...
"kenapa kau bisa membuatku seperti ini ..? dasar menyebalkan..!!"
__ADS_1
edward bergumam dan melempar handuk kecil tepat di wajah luna
"astaga...!!"luna reflek berteriak karena kaget
"apa...!!"edward bertanya karena melihat mata luna yang melotot
"t..tidak tuan..."luna menundukan kepalanya takut
sedangkan edward beranjak pergi meninggalkan luna...
karena tugasnya di rasa sudah selesai,luna pun masuk ke kamarnya...
dert ...dert....dert...
handpone luna berbunyi ...dan itu panggilan dari jhustin..
luna mengangkat telfon nya dan berjalan menuju balkon kamar
"hallo..."sapa luna
"hallo luna...kamu baik baik saja ..?"jhustin berlagak tidak tahu masalah luna
"iya...aku baik..."
"besok kita ketemu di restoran tempat kamu kerja ya...aku ada hadiah untuk mu.."jhustin membujuk
"tapi jhustin...sepertinya aku tidak bisa,em...akan aku usahakan ...besok aku kabari lagi ya..."jawab luna
luna mematikan telfon nya setelah berbincang sedikit lama dengan jhustin..
niat hati ingin mencari udara segar,malah mendapati luna sedang telfon dengan jhustin..
edward mengepalkan tangan nya...
fikiran nya semakin membenarkan jika mereka memang sekongkol untuk menjatuhkan edward...
edward berjalan menuju kamar luna,tanpa mengetuk pintu dia nyelonong masuk ke kamar luna
"akkkkhhh....!!"
terdengar suara menjerit dari dalam kamar mandi...
dor..dor...dor...
"hei....buka pintunya.."edward mengedor gedor pintu kamar mandi dengan panik...
ceklek...
luna keluar dan bersembunyi di balik tubuh besar edward..
"tuan...tolong ...ada hewan di sana...!!"
luna nenunjuk ke dalam kamar mandi ..
__ADS_1
edward maju dan memeriksa keadaan di dalam..
namun tidak ada apa apa..
"mana ...?"tanya edward setelah dia keluar dari dalam kamar mandi...
"disana..."tunjuk luna
"kau sempat melihatnya ..?"tanya edward
"iya..bukan hanya melihat aku juga tadi reflek melemparnya ..."jawab luna sedikit takut
merasa memang luna berbicara jujur dari gestur tubuhnya,maka edward pun maju dan memegang bahu luna
"seperti apa hewan nya..?"
luna mendongak menatap edward
"ke...kecoa..." jawab luna dengan pupy eyes nya...
gedubrak....!!
edward memicingkan matanya,tak habis fikir dengan gadis di depan nya...
"apa kau berniat menggoda ku..?"tanya edward dengan mata menyeringai,
"t..tidak tuan..."
luna baru sadar dia keluar hanya menggunakan handuk yang melilit badan nya hingga sebatas paha..
"sepertinya iya..."edward memajukan wajahnya...
bug...
"maaf tuan...!!" teriak luna setelah berhasil mendorong tubuh edward hingga menabrak dinding
edward mematung...
dia semakin berfikir bahwa luna akan menggunakan segala cara untuk mengelabuhinya...
edward mengembangkan senyum devil nya...
namun sedetik kemudian..dia mendesah...
sebenarnya ada apa dengan dirinya,tadi dia berniat ingin memberi pelajaran untuk luna,namun mendengar teriakan luna seketika rasa marah itu sirna berganti dengan rasa khawatir...
ada apa ini sebenarnya...?
kenapa tubuhnya selalu bereaksi berbeda dengan apa yang ada dalam fikiran nya..??
😚😚
hapyy reading..
__ADS_1
jangan lupa ...beri othor hadiah ,,biar tambah semangat ...😆😆