
edward mendorong tubuh jhustin hingga dia menabrak dinding..
"aw...."bukan jhustin yang mengaduh sakit ,tapi luna...
ya...saat edward mendorong jhustin,luna masih memeluknya,dan al hasil ,tangan luna lah yang sakit kerena terbentur tembok
"hei...maaf...aku tidak sengaja..."edward menarik tangan luna dan mengelus nya
sedangkan jhustin terheran di sana,seorang edward meminta maaf pada seorang gadis??
oh sungguh luar biasa...
"saya tidak papa tuan..."luna melepas tangan edward dengan lembut
tatapan mereka bertemu,dan seketika kepala luna menjadi pusing,bayangan memory ayah dan ibunya yang di buang di laut kembali berputar,badan luna mulai gemetar,keringat mulai keluar dari pelipisnya
"akkkhhh....ibu...."luna memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing,nafasnya terengah engah
"hei...kau kenapa...?"edward memegang bahu luna yang bergetar..
dia terlihat sangat khawatir
"jangan...jangan sentuh aku...aku mohon..."luna terjatuh dia menekuk lutut nya..
srek....
bug...
"kau dengar tuan ...jangan sentuh dia...!!
jhustin menarik kerah kemeja belakang edward dan mendorong nya ke dinding,hingga tubuhnya pun terpentok dinding
edward yang memang sedari tadi menahan kekesalan nya pada jhustin pun tak tahan lagi
dia mencengkram kerah kemeja jhustin dan membalas memukul nya
bug...! satu tonjokan keras tepat mengenai pipi jhustin
"sialan kau...!!"
bug...!!
jhustin pun tak kalah marah,dia membalas edward tepat mengenai hidung mancung nya,dan berhasil membuat darah segar mengalir dari hidung edward
__ADS_1
akhirnya perkelahian pun tak terhindarkan
luna yang semula ingin kabur pun histeris melihat pertengakaran antara jhustin dan edward,
namun bukan mereka yang membuat luna histeris,tapi kenangan pahit ketika ayahnya di hajar oleh seseorang hingga dia meregang nyawa,dan tragisnya lagi ibunya yang sedang hamil tua pun menjadi sasaran kebrutalan mereka,
luna terus berteriak hingga salah satu suster jaga melihatnya dan memanggil teman teman nya agar memisahkan jhustin dan edward...
luna di bawa kembali ke brangkarnya ketika dia sudah di suntik obat penenang oleh dokter yang merawat luna...
dia prihatin dengan luna,bukan nya membaik malah keadaanya semakin memburuk,trauma psikis yang dia alami dan dengan sudah payah dia tutupi, sekarang tak lagi dapat dia kendalikan
dan jika seperti ini terus ,luna akan semakin parah...
dia harus menjalani perawatan ...
dokter keluar dan masih menemukan dua orang pria yang di duga akar dari masalah luna...
"tuan...apa bisa kita bicara..?"
"ya..." saut edward dan jhustin bebarengan
"heuh...!!kau sadar siapa kau..?" sarkas edward
"ya...dan apakah kau sadar apa yang telah kau lakukan ...!!" timpal jhustin tak kalah sengit
"stop...!!" dokter itu berteriak..
dan seketika mendapat tatapan menghunus dari dua pria sangar itu...
"saya tidak peduli siapa kalian ....!!yang saya pedulikan sekarang adalah pasien saya...!!jika kalian masih mau bertengkar dan mengganggu pasien lain,silahkan kalian keluar...!!" dokter itu ngoceh tanpa takut
semakin geram saja edward melihat kelakuan dokter itu,tidak taukah dia ,jika yang di hadapanya ini adalah seorang edward arthur alexis !!!
jika saja dia bukan dokter yang menangani luna,sudah dia cincang cincang dokter itu...
sementara jhustin...dia bersidekap dada memandang dokter itu...tatapan nya meremehkan,namun ada ancaman di setiap senyuman yang dia layang kan...
"ikut saya...!!" lagi ...dokter itu membentak dua anak mafia itu...
bukan dia tidak mengerti siapa mereka,namun dia harus profesional kan...??
sebenarnya dia takut...namun kini nasi sudah menjadi bubur ,jika memang karir nya harus berakhir setelah menangani pasien satu ini,dia rela...
__ADS_1
semua demi sumpahnya sebagai dokter...
akhirnya mereka bertiga duduk di dalam ruangan sang dokter...
"oke...begini...apa kalian tau jika pasien mengalami sebuah trauma..??" tanya dokter itu mantap
tidak ada yang menjawab,edward maupun jhustin..
mereka hanya sibuk melayangkan tatapan tajam kepada dokter itu..
"huhf....saya tau siapa kalian...tapi saya tidak peduli,yang saya pedulikan hanya pasien saya..." dokter itu menjeda ucapan nya
"jika tatapan mematikan kalian itu bisa menyembuhkan pasien...silahkan ...saya angkat tangan...silahkan tatap pasien dengan tatapan mematikan kalian itu..."lanjut dokter yang tak kenal takut itu
"bagaimana...?" ucap dokter itu lagi
"huhf...."
"ekheem..."
edward menghelan nafas berat dan jhustin berdehem guna menetralkan segala amarah di hatinya...
betapa geramnya mereka pada dokter tengil tak tau takut itu...namun kini mereka harus mengalah bukan...
demi luna...
"na...begitu dong...hihihi..."dokter laki laki itu terkikik geli,jika bisa dia mau mengabadikan momen ini...
tapi mana berani dia bertindak sejauh itu...
seperti ini saja sudah seperti melakukan sebuah penghargaan untuk dia...
dan akhirnya dokter itu menjelaskan dengan seksama pada mereka,edward dan jhustin mendengarkan dengan sesama,mereka memilih mengesampingkan amarah mereka demi kesembuhan luna...
dan sungguh suatu yang sangat menyenangkan bagi edward ketika dokter itu mengatakan jika edward harus lebih mendekatkan diri lagi pada pasien karena dialah suami pasien...
dia menyeringai menatap jhustin...
sementara jhustin...dia hanya mampu mengepalkan tangan nya...
dia akan menyusun rencana lagi,agar dia dapat memisahkan luna dan edward...
barsambung....
__ADS_1
suport mana suport ..??
like ,hadiah vote...😚😚