
setelah melakukan terapi beberapa kali di klinik milik dokter dwenty,kini luna d nyatakan telah stabil ,dia dapat lagi mengontrol emosinya,
namun tidak menutup kemungkinan suatu saat trauma itu akan kembali lagi jika luna terus melihat bahkan mengalami kejadian serupa...
hubungan nya dengan edward pun berjalan lancar bak jalan tol...
kini mereka sudah selayaknya kekasih,saling mencurahkan cinta dan kasih sayang nya..
ya... walaupun edward belum pernah menyatakan cintanya pada luna,namun luna dapat merasakan nya dari perilaku edward ...
"edward....bangun lah...ini sudah siang...!!"
kini luna sudah fasyih menyebut nama edward...
bukan hanya menyebut nya saja ...dia juga semakin fasyih membantah dan membuat edward kesal
meski begitu edward sangat bersyukur dengan adanya luna hidupnya kembali berwarna...
kadang dia tertawa terbahak melihat tingkah luna,kadang dia kesal,marah dan gemas...
semua itu berkat luna...
"hai..." edward melingkarkan tangan kekarnya di perut luna..
luna yang sedang menyiapkan sarapan pun terkesiap...
untung dia tidak melempar sotil yang sedang dia pegang...
luna berbalik..
"hei...kamu sudah rapi...??" luna mengeryit,tidak biasanya edward bersiap sendiri...
biasanya setelah luna membangunkan edward,dia akan turun menyiapkan sarapan,dan edward akan berteriak ketika tidak ada luna ketika dia membuka mata
namun...apa ini..??
edward tersenyum dan menganggukan kepalanya...
cup....
edward mencium kening luna...
ya...bukan hanya luna yang fasyih membuat edward kesal,edward juga semakin fasyih kecap kecup wajah luna...
luna heran...tidak biasanya edward berlaku seperti itu..
"ada apa..? apa ada masalah...?"tanya luna membelai pipi edward..
"tidak..." jawab edward masih memandangi luna
luna pun hanya diam,memandang mata edward dengan dalam,mencoba mencari kebenaran dari sorot matanya..
"setelah ini bersiaplah...kau akan di jemput mike jam 10 nanti.." edward berjalan menuju meja makan
"edward....ada apa ini..??" luna mengejar edward sembari membawa susu kesukaan edward
dia masih bingung dengan perlakuan edward..
luna berdiri di samping edward dan terus bertanya membuat edward yang sedang memakan roti mayonise isi kacang almond ,sayuran dan parutan keju itu tersenyum ..
__ADS_1
dia letak kan roti yang tinggal satu gigitan itu dan di tariknya tangan luna hingga
hap...
luna terduduk di pangkuan edward..
"edward...!!" luna memukul bahu edward karena kaget
walaupun mereka semakin dekat..namun baru kali ini luna duduk di pangkuan edward..
dia terus bergerak cemas duduk di pangkuan edward..
"eesstt...diam luna...kau membuatnya bangun..!!"
edward memejamkan matanya...
dia merasakan sesuatu sudah mengeras di sana
sementara luna seketika mematung tak bergerak..
dia tau apa yang edward maksud..
"em..bisa kau turunkan aku ..?" ucap luna memalingkan wajah nya..
dia dapat merasakan sesuatu yang keras menganjal di sana
edward masih memejamkan mata dan menggigit bibirnya sendiri...
sekuat tenaga dia menahan hasrat yang kembali berkobar..
"huh...huh..huh..."
"edward...." luna bergerak ingin berdiri
"plis...diam luna...atau aku tidak akan bisa mengendalikan nya lagi..." tekan edward...
dia frustasi...
memang benar setatus mereka suami istri,namun sekalipun edward belum pernah melakukan itu,dia ingin luna dengan suka rela menyerahkan nya sendiri...
setelah beberapa saat ,edward melepas tangan nya dari pinggang luna..
cup...
dia mengecup bibir luna sekilas..
"huuuhf...kau benar benar menyiksaku luna..."
dia menurunkan luna dari pangkuan nya...dan berdiri..
luna memandang wajah edward yang memerah,dia tau edward kenapa...
terlintas setitik rasa bersalah di lubuk hati luna...
namun...
sikap edward yang tidak pernah mengutarakan perasaan nya membuat luna bimbang..
dia tidak mau segampang itu menyerahkan nya pada edward..
__ADS_1
dia ingin kepastian...
"aku pergi..bersiaplah.." edward mengkusuk kusuk rambut luna...
kemudian dia pergi meninggalkan luna yang masih larut dalam fikiran nya..
siang pun menjelang...
kini luna sudah siap untuk pergi sesuai perintah sang singa PMS
ups...!! bukan singa PMS lagi jika di depan luna...
"nona..."
sapa mike yang sudah menunggu luna di bawah ...
di lihatnya gadis manis dengan gaun berwarna baby pink sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih,terlihat anggun dan lembut...
luna turun dengan anggun nya menghampiri mike
mike sempat terpana oleh kecantikan luna,namun dia segera memalingkan pandangan nya karena teringat dengan ucapan tuan nya
"jaga matamu mike, jika kau masih mau melihat hari esok...!!"
ah sungguh mike merinding mendengar ancaman dari tuan nya itu...
bukan hal yang luar biasa dia mendengar ancaman edward,dia tau siapa edward...
anak mafia yang terkenal sangat kejam dengan lawan nya,memang dia belum pernah menyaksikan itu semua ,namun aura dari seorang edward alexis telah mencerminkan bahwa dia bukan orang sembarangan...
mobil pun melaju dengan kencang membelah jalanan ibu kota,
ketika sampai di pinggir kota yang menyuguhkan pemandangan lembayung senja di atas hamparan laut
membuat siapa pun yang melihat nya akan terpesona
namun berbeda dengan luna,dia mulai tak tenang ...
ketingat dingin keluar dari kening nya...
dan dadanya pun terasa sesak..
kenangan di mana dulu orang tuanya terbunuh kembali berputar dalam ingatan nya..
ya...di sini lah kedua orang tuanya di tenggelamkan oleh segerombolan orang yang entah siapa luna tidak tau...
mike yang menyadari gelagat aneh dari luna pun menghentikan mobil nya
"apa nona baik baik saja..?" tanya mike khawatir
luna terlihat memegangi dadanya...
nafasnya ngos ngosan..
"akkh...!!"
happy readyng...
ojo lali...
__ADS_1
like comen vote.😚😚