
waktu sudah menunjukan pukul 7 malam..
dan kini perut edward sudah meminta di isi
dia turun..namun tak mendapati luna..
dimana dia..? fikir edward
biasanya jam segini makanan sudah tersaji di atas meja makan,namun kenapa sekarang tidak..?
apakah luna lupa ? atau bahkan ketiduran..??
edward kembali ke atas berniat memeriksa apa yang sedang di lakukan luna sehingga dia melupakan tugasnya..
tok...tok...tok...
tak ada sahutan dari dalam
ceklek...
tak di kunci..?
edward mengintip dan melihat keadaan di dalam kamar yang masih gelap
"ayah....ibu..."
terdengar suara rintihan dari dalam kamar
edward yang penasaran pun melangkah maju
cetek...
edward menyalakan lampu
di lihatnya tubuh gemetar luna yang telah di bungkus dengan selimut
"ibu..." luna terus merintih
ada apa dengan gadis itu...
apa dia mengigau..?
"astaga ...!! dia demam..!!"
edward mulai panik ketika mendapati kening luna yang terasa sangat panas di telapak tangan nya..
"akh...sial..!!"
edward baru sadar,tidak ada siapapun di dalam mansion kecuali luna dan dirinya..
edward bingung...apa yang harus dia lakukan..
mike...
ya...benar...edward harus menghubungi mike...
dia berlari menuju kamarnya dan mengambil handpone nya yang dia letak kan di atas nakas
tut...tut...
"kanapa lama sekali bodoh..!!" edward mengumpat mike ketika sambungan telfon nya telah di terjawab
"maaf tuan.."
walaupun mike merasa tidak bersalah
memang apa lagi yang bisa dia lakukan selain itu? mau protes ..?mana mungkin dia berani...
__ADS_1
bisa di penggal habis gajinya bulan ini
bahkan bisa lebih mengerikan lagi..
"kau...!! cepat kesini..dan segera panggilkan dokter..!!"
"baik tuan..."
"15 menit...jika telat kau tau sendiri konsekuensinya...!!"
apa...!! pekik mike dalam hati
"huhf...baik tuan..."
"berani kau menghela nafas...!!"bentak edward lagi
"maaf tuan..." lagi...hanya itu..
"tunggu...apa yang di lakukan ketika orang demam..?" terdengar suara edward yang cemas
mike terdiam...siapa yang demam?? apa mungkin itu nona luna...?
ya pasti itu nona luna,siapa lagi yang mampu mengubah expresi tuan nya selain gadis itu..
"em....anda bisa mengkompres nya tuan..."
"oke...!! di mulai dari sekarang...!! 15 menit..!!"
tut .
edward mematikan telfon nya sepihak dan bergegas mengambil air hangat di dapur,
setelah semuanya siap,edward mencelupkan handuk kecil ke dalam air itu ,dan hendak menempelkan handuk itu di kening luna
namun karena posisi luna yang tidur miring dan memeluk selimutnya membuat edward kesusahan
dia letak kan lagi handuk itu dan mendorong pelan bahu luna
luna memegang tangan edward..
"ibu....jangan pergi...!luna ikut...!" luna mengigau sambil memegang tangan edward dengan erat..
edward melihat raut wajah luna yang terlihat semakin cemas,keringat dingin muncul di kening nya yang panas
edward heran...tubuh luna sangat panas..namun kenapa dia menggigil..?
edward ingin sekali memeluk tubuh itu dan memberikan nya ketenangan..
namun dia harus bisa menahan nya bukan..
dia takut tidak dapat mengendalikan dirinya lagi..
"akhhh....!! kenapa mike lama sekali..!!"
tok...tok..tok...
"tuan..."
terdengar suara mike dari luar..
"kenapa lama sekali...!!" edward membuka pintu kamar luna setelah susah payah melepaskan genggaman tangan luna..
mike hanya dapat menunduk dan memejamkan matanya mendengar semprotan dari edward
mike datang dengan membawa dokter laki laki yang terlihat masih muda dan tampan
"kemana dokter biasanya..?"
__ADS_1
edward menanyakan dokter keluarganya
"dia dokter denis tuan...anak dari dokter antonio,beliau sudah pensiun kerena sudah tua..."
ya...dokter antonio adalah dokter yang di maksudkan oleh edward
"bukan kah kita harus segera menangani nona tuan..?" mike membuyarkan kebingungan edward
ya ..benar kata mike..dia menyingkir dan mempersilahkan dokter muda itu memeriksa luna
"hei...!! kondisikan tangan mu...!!"
edward berteriak ketika dokter denis hendak membuka selimut yang menutupi dada luna
dokter denis mengurungkan niatnya dan hanya menaruh jarinya di leher luna
"apa yang kau lakukan ...!!"
edward berteriak lagi kala melihat dokter itu tak kunjung mengangkat tangan nya dari leher luna
mike geleng geleng melihat kelakuan tuan nya itu
"tuan ...biarkan dokter memeriksa keadaan nona luna.."mike tak sabar dan akhirnya mengeluarkan suaranya
"ck...!!"edward berdecak kala melihat tatapan bingung dari dokter muda itu
akhirnya edward mengalah,dia duduk di sofa dan memilih memalingkan pandangan nya...
karena dapat di pastikan dia akan terus berteriak ketika melihat luna akan di periksa oleh dokter...
"sudah selesai tuan...nona cuma mengalami demam.."
"apa..!!cuma kata mu..!! "sarkas edward dia memandang dokter itu dengan sinis..
dokter itu bingung..mau bicara takut salah,tidak bicara juga salah..
"em...maaf jika saya salah tuan..ini obat untuk nona,jika sudah meminum obat ini namun nona belum turun panasnya,saya sarankan bawa nona ke rumah sakit.."
"oh ya tuan...maaf ..kalau bisa gantikan baju nona dengan yang lebih tipis,dan selimut yang tipis juga,agar suhu tubuh nona segera turun.."
apa..!! gantikan baju..?? yang benar saja..!!
setelah selesai menjelaskan,dokter itu membungkuk dan pamit pergi di antar oleh mike sampai ke depan pintu mansion
sementara edward masih bingung harus apa..
mana mungkin dia menyuruh mike menggantikan baju luna bukan..
namun,jika dia yang menggantikan baju luna,dia tidak dapat menjamin bisa mengontrol dirinya..
secara edward adalah pria normal yang sudah berusia dewasa...
melihat paha mulus luna saja dia sudah gelagaban...
apa lagi harus menggantikan baju luna..??
oh my God...bisa bisa dia berakhir dengan sabun di kamar mandi...
"akkkhh..." edward meremas rambutnya frustasi....
bersambung...
jangan lupa semangatin othor terus ya...
klik like,masukan ke rak faforit ya...
berikan comen juga boleh 😁
__ADS_1
apa lagi hadiah...😊😊
happy reading readres...