Terpaksa Menikah Dengan Presedir

Terpaksa Menikah Dengan Presedir
kesal


__ADS_3

edward tersedak ludahnya sendiri ketika mendengar mike melayangkan pertanyaan kepada gadis di samping nya


ekhem....


edward berdehem dan menyandarkan punggung nya yang tadi sepontan bersikap tegak ketika dia tersedak,mata elang edward terus mengawasi sang asisten yang kini sedang menyupiri nya...


1 menit.....


2 menit....


hingga 5 menit edward menunggu ,namun apa..?


mike diam seribu bahasa,dia tidak lagi mau mengulangi pertanyaan nya kepada gadis yang masih duduk dengan rasa gugup nya itu


padahal dalam hati ,edward sangat berharap mike akan bertanya lagi...


namun ke inginan tinggal lah keinginan...


mike tetaplah mike ,orang yang tidak akan pernah peduli apa pun ...


kecuali berhubungan dengan edward dan perusahaan ...


jangankan kehidupan orang lain,kehidupan nya sendiri saja dia sampingkan demi loyalotasnya kepada sang tuan...


***


tak terasa waktu sangat cepat berlalu,sudah seminggu luna di rumah ,dan besok adalah jadwalnya luna untuk pergi ke dokter psikolog lagi...


ceklek...


edward membuka kamar luna dengan pelan


di lihatnya kini luna sedang menyisir rambut nya di depan cermin


edward melangkah dan berhenti tepat di belakang luna..


"astaga tuan...sejak kapan anda berdiri di situ...?"


"ck...!!"edward berdecak


"sudah berapa kali q bilang padamu ,ubah panggilan mu...!!"ucap tegas edward


" tapi ---


"ubah ...!! atau kau mau aku makan ...?" seringai muncul di bibir edward


dia melangkah maju dan mengukung tubuh luna dari belakang ...


"huuuuffff....."


sirrrr....


hati luna berdesir kala edward kembali ber ulah


dia memejamkan mata ...


menetralkan gemuruh dalam hatinya


"kenapa kau memejamkan mata ..?"tanya edward


"apa kau tidak kuat melihat pesona ku..?"


luna tersadar , astaga...


betapa terlihat sangat murahan nya luna di depan mata edward


"em..maaf tuan.."


"ck...!! " edward kesal


dia menegak kan punggung nya,sementara luna masih duduk menunduk di depan cermin


"berdiri...!!"


luna pun mengikuti perintah tuan nya.. namun masih dengan kepala menunduk


"apa kau sudah tuli hah...!! ganti panggilan mu !!aku tidak suka...!!" bentak edward


dia benar benar kesal pada luna,sudah berapa kali dia meminta agar luna mengganti panggilan nya,namun lihat !!


"huhft...!! kau benar benar menguji ku..!!" ucap edward setelah dia membuang nafasnya dengan kasar


harus dengan cara apa lagi edward mengatakan nya,dan dengan cara apa lagi edward menunjukan nya,memang benar edward tidak pernah menegaskan posisi luna di mansion ini,namun segala perhatian dia curahkan untuk luna,bahkan dia rela berhari hari tida masuk kerja demi luna,namun apa balasan nya..??


hanya untuk mengubah panggilan nya saja luna tidak mau..


dia berbalik,hendak pergi,namun dia ingat,tujuan nya menemui luna belum tersampaikan..


"besok jadwalmu ke dokter,istirahat lah,mike akan menjemputmu besok pagi.."


masih terselip nada kesal dalam ucapan edward


luna menoleh menatap edward..


dia lihat raut wajah kesal milik edward


luna merasa sedikit bersalah,dia sadar edward sudah terlampau baik padanya,dia juga sadar jika dia semakin nyaman bersama edward,namun entah kenapa ,hati kecilnya selalu berbisik dan menahan nya agar tidak terlalu dekat dengan edward...


dia belum siap....


dia takut ..jika suatu saat lelaki itu akan mencampak kan nya...


ceklek...


braaak..!!"


edward keluar dengan sedikit membanting pintu,bukan niatnya berlaku seperti itu,namun rasa kesal di hatinya sungguh tak tertahan lagi,sehingga dia reflek melakukan itu..

__ADS_1


edward mengambil ponsel di nakas dan menekan panggilan..


"kenapa lama hah...!!" bentak edward ketika panggilan sudah terangkat,


ya ...inilah edward...suka membentak dan tak dapat menahan emosi...


sudah suatu rekor bagi dia dapat menahan emosinya di depan luna ,sejak luna sakit hingga sekarang,luna benar benar mengujinya


"atur jadwal meeting ku besok pagi,dan kau pergilah temani luna ke dokter..!!"




"jangan banyak bertanya ...!! kenapa jadi kau yang mengaturku hah...!!"



huh..!! tambah kesal saja edward mendengar ucapan mike



"15 menit...!! aku ingin kau mengirim jadwal nya,q tidak akan pergi dengan gadis menyebalkan itu, cep----



greeeb.....



edward tak jadi melanjutkan ucapan nya ketika dia merasakan pelukan mendadak dari belakang



edward melihat tangan yang memeluk tubuhnya dengan posesif itu...



dia tau...


siapa lagi yang berani melakukan nya selain luna,masa iya pelayan baru itu berani melakukan nya..


bisa langsung di tendang dia dari mansion edward..



edward mengembangkan senyum nya tipis..



"lepas..!!" edward sok sokan merajuk


"maaf...." ucap luna lirih


sungguh kini di dalam perut edward seperti ada ribuan kupu kupu berterbangan di sana...



" apa...??!!" ucap edward dengan dingin



dia memang seperti terbang ke nirwana,namun rasa gengsinya masih jauh lebih tinggi dari nirwana itu



luna tidak menjawab,namun dia semakin mengeratkan pelukan nya


"lepas...!!"


"jangan...."jawab luna sembari di ikuti gelengan pelan dari kepala nya



"maaf karena membuat mu kesal.."



uuuhhh suara luna sungguh mengiris hati..



edward mengurai pelan pelukan luna,dan dia berbalik menghadap gadis itu


di pegangnya pundak luna dan edward berkata



"kau menyesal...?"


luna mengangguk


"maka jangan membuatku kesal,q tidak suka gadis pembangkang.." ucap edward seraya membawa luna ke dalam dekapan nya...


dan luna membalas nya..



edward terus mendekap luna dan membelai pelan punggung nya



"antarkan aku..." pinta luna dengan sedikit manja



luna benar benar sudah tidak mampu menutupi nya,dia tidak ingin menghadapi semuanya sendiri lagi,dan bolehkah dia berharap ,dia ingin di temani oleh pria yang selalu memberi ketenangan dalam dekapan nya ini

__ADS_1



"apa imbalan nya...??" tanya edward sedikit ingin menggoda



"aku tidak tau...aku tidak punya apa pun.."



sungguh kali ini edward seperti ingin melompat lompat saking senang nya...


ya...ini adalah kali pertama luna berbicara tidak formal dengan edward


dan itu membuktikan jika luna mau membuka hati untuk edward...



edward mengurai pelukan nya,dan dia pandang wajah gadis yang tadi telah membuatnya kesal itu



"jangan tatap aku seperti itu..."



semburat merah di pipi luna tertangkap oleh edward ketika luna memalingkan wajah nya



kini edward berdiri dan memegang dagu luna



sungguh dia ingin berlama lama dalam situasi ini



"baik lah ... aku akan mengantar mu ..tapi dengan satu syarat..."



luna tak menjawab ,namun dia tau gerak gerik edward..



edward memajukan wajahnya mengarah ke wajah luna



luna tau apa yang di inginkan edward...



"jangan sekarang... aku belum siap..." rengek luna,dia benar benar belum siap..



"huhf..."lagi...edward kesal lagi


kini dia berdiri bersidekap dada..



"baiklah ...kau tau jawaban nya..besok kau di antar oleh mike.." ketus edward dia memalingkan wajah



"edward....plis..."



apa...?


apa edward tidak salah dengar..??


luna memanggil edward dengan sebutan namanya??



oh tuhan...itu terdengar sangat manis di telinga edward



"beri aku imbalan..."ucap edward dengan sedikit senyum...


dia sangat sangat bahagia...



cup....



happy readyng bestie...



cukup beri othor



like vote comen,itu aja udah bikin othor senyum senyum...



apa lagi hadiah... eeeemmmm bakal othor cium kalo di depan q wkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2