Terpaksa Menikah Dengan Presedir

Terpaksa Menikah Dengan Presedir
mansion kedua


__ADS_3

Bug....


Tiba tiba teman dari orang yang di piting Mike itu memukul Mike dari belakang, Mike sedikit kaget dan terhuyung menabrak orang yang masih dalam cekalan nya itu, namun Mike segera sadar dan melayangkan kakinya ke belakang.


bug... awwww.....


Pria yang tadi memukul Mike dari belang itu kini hanya bisa mengeram kesakitan, karena Mike menendang tepat pada rudal berharganya...


Mike menendang lutut belakang orang yang sejak tadi tangan nya sakit karena di pelintir Mike.


"Akkkkkhhh....siapa kau sebenarnya ?"


bug...bug...bug...


tanpa menjawab pertanyaan dari lawan nya Mike terus memberi tinju kepadanya, dan membuat orang itu terkapar dengan darah mengucur dari hidungnya.


Mike memutar tubuhnya dan


bug....byuuuuur....


Satu orang yang masih memegangi rudalnya itu menyemburkan cairan merah bercampur gigi karena tendangan Mike tepat di pipi kirinya.


Dan untuk sentuhan terakhirnya, Mike menonjok mata dia dengan sangat keras, hingga membuat dia bernasip sama seperti teman sejawatnya itu.


host...host...host...


Mike ngos ngosan karena sudah lama tidak berkelahi.


Dia mengatur nafas dan menatap tajam satpam yang sedang berdiri dengan kaki gemetar.


"Tutup mulutmu, atau kau pun akan bernasib sama seperti mereka..."


itu kata yang di ucapkan Mike secara santai tapi mampu membuat pak satpam itu merasa sedikit demi sedikit celananya basah.


Mike melangkah ke arah mobil dimana gadis itu masih tergeletak di sana, di angkatnya tubuh itu, dan dia membawanya menuju mobilnya.

__ADS_1


Edward yang merasa Mike akan kesulitan membuka pintu sendiri pun membukakan pintu untuknya.


Mike hanya mengeryit karena baru pertama kalinya tuan nya itu peduli kepadanya, namun dia menepis perasaan itu karena ingin segera meletak kan tubuh gadis itu di mobil, bukan perkara berat badan nya, namun Mike merasa seperti aneh menggendong gadis di depan, dan ini pengalaman pertama baginya.


"kita bawa kemana dia tuan ...?" Mike bertanya ragu, baru kali ini dia tidak mengerti maksud dari tindakan tuan nya itu.


Edward memalingkan pandangan nya dari gadged yang dari tadi dia pegang,


"mansion kedua..."jawab Mike datar.


"Sebenarnya ada apa dengan tuan ...?" Mike membatin, karena baru kali ini juga tuan nya itu membawa gadis ke mansionya.


Edward selama ini tinggal bersama ibu kandungnya di mansion utama, karena ayahnya sudah meninggal 9 tahun silam, sebelumnya Edward tinggal di mansion ke dua, karena tidak merasa cocok dengan ayahnya yang selalu bersikap otoriter, salalu memaksakan kehendak terhadap edward, maka dari itu, sifat dingin dan tak tersentuh Edward ini terbentuk karena dia tidak pernah mendapat perhatian yang cukup dari kedua orang tuanya...


Setelah sampai di mansion kedua, Mike turun ingin membopong gadis itu tapi Edward mencegah,


"biarkan aku yang menggendongnya, kau segera siapkan kamar dan panggil dokter untuknya.."titah Edward sebelum menggendong gadis itu.


lagi lagi Mike di buat tercengang oleh perilaku tuan nya itu...


"Semuanya baik baik saja tuan, dia hanya menghirup obat bius, namun itu tidak berbahaya, setelah saya suntikan cairan itu ke tubuhnya dia akan segera sadar ..."dokter itu menjelaskan...


Dia adalah dokter Hendra Kurniawan, dokter pribadi turun temurun dari kakeknya, ayah Edward yang bernama Artur Ryder Alexis adalah orang berkebangsaan Amerika Serikat yang jatuh cinta dengan orang indonesia bernama Claudia Ana, keluarga Claudia memang kaya tapi Artur lebih kaya lagi, mereka menikah dan di karuniai satu anak yaitu Edwar Ryder Alexis, atau sering di panggil Edward Alexis, dan dokter Hendra ini adalah dokter paruh baya yang di percaya keluarga Claudia sejak kakeknya...


"Baiklah...terima kasih, mari saya antar..." Mike menjawab dokter itu dengan sopan, karena sejak tadi Edward tidak menjawab sepatak kata pun...


setelah Mike mengantar kepergian dokter Hendra dia masuk lagi ke kamar itu...


"kau ambil pekerjaan di kantor, aku akan di sini..." datar Edward, tanpa memandang Mike.


"baik tuan..."Mike beranjak dan pergi ke perusahaan .


"ekkkhh...."


Edward mengarahkan pandanganya ke arah gadis itu.

__ADS_1


ya... sejak tadi Edward duduk tenang di sofa di dalam kamarnya, entah kenapa dia enggan beranjak dari kamar itu...


gadis itu merenggangkan ototnya dan berbalik mencari posisi nyaman di atas kasur nya.


"eummm nyaman sekali..." gadis itu berkata dengan mata masih tertutup.


"Apakah tidurmu enak ..?" suara bariton dari balik punggung gadis itu berhasil mengagetkan nya, dan membuat dia reflek duduk di atas kasur.


"e..e...si...siapa anda...?"gadis itu bertanya dengan perasaan takut, dia mengeratkan selimutnya yang berada di dadanya.


Edward menerbitkan senyum smrik nya.


"harusnya aku yang bertanya, kau siapa, kenapa berada di kamarku ?"


gadis itu melongo dan mengedarkan pandangan nya, dilihatnya seisi kamar yang di cat dengan warna abu abu muda dan hitam itu, terlihat mewah dan maskulin, lemari lemari dengan tinggi sampai ke plavon kamar, dan ranjang yang penuh dengan ukiran dan kasur yang sekarang ini ia duduki...


owwwh bagaikan duduk di atas awan, sangat empuk dan nyaman...


"sudah...?"


"astaga...!! ma...maafkan sa...saya tuan..."


lamunanya buyar setelah pria berbadan atletis itu mengeluarkan suara.


Edward duduk di depan gadis itu, di pandangnya wajah itu dengan intens.


"siapa namamu..?" tanya nya dengan suara maskulinya.


"Lu..Luna tuan..." Luna masih menundukan wajahnya karena takut...


"baiklah, bersihkan dirimu di sana, setelah itu aku tunggu penjelasanmu di ruang kerja ku...!" Edward beranjak dan pergi meninggalkan kamar.


sementara Luna, dia bingung mau menjelaskan apa, sedangkan dia saja tidak tahu kenapa dia berada di sini...


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2