Terpaksa Menikah Dengan Presedir

Terpaksa Menikah Dengan Presedir
gundah


__ADS_3

sekali lagi ...


luna ingin sekali lagi mempercayai edward,besar harapan nya untuk edward berbicara jujur padanya..


demi satu nyawa yang telah tumbuh dalam rahim nya,dia ingin anaknya kelak memiliki orang tua yang lengkap,yang dapat melindungi serta menuntun nya agar selalu ada pada jalan nya..


luna percaya,akan ada alasan di setiap peristiwa...


dan dia percaya pada edward...


dia beranjak,membersihkan diri dan melangkah keluar kamar..


wajah yang selalu ceria kini berganti dengan wajah datar tanpa expresi,dia memanggil supir dan memintanya mengantarkan ke perusahaan edward..


di dalam mobil luna hanya terdiam memandang kearah luar ,menyandarkan kepalanya di kaca mobil dan terus melamun,hingga ia tak sadar jika dia telah sampai di depan gedung megah milik edward..


tok...tok...tok...


suara ketukan dari luar membuyarkan semua fikiran dalam otak luna..


luna tersadar,dia menegak kan tubuhnya..


"silahkan nona..." supir membukakan pintu dan mempersilahkan luna untuk keluar,setelah keluar supir itu mengantarkan luna hingga ke depan ruangan edward..


"bapak pulang saja..aku akan pulang bersama edward.."titah luna tanpa memandang supir itu


sungguh bukan kebiasaan nona nya melakukan ini semua,


sebelum supir menjawab ,luna sudah menutup pintu ruangan edward...


edward yang sedang melakukan kegiatan nya pun menoleh dan memberikan berkas yang sedang dia pegang kepada mike


"saya permisi tuan..." mike menunduk dan pergi


tidak ada sapaan ramah dari luna,luna hanya diam tanpa expresi,membuat edward bertanya tanya ada apa dengan luna..


tapi dia tau ,pasti ada sesuatu yang terjadi pada luna


edward terus memandang luna dengan tatapan bertanya tanya,dia menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran nya...


1 menit....


2 menit...


hingga 15 menit berlalu,tidak ada satupun yang ingin memulai pembicaraan,


"huhf...." luna menghela nafas berat..


edward memanglah edward...


"baiklah... aku pergi edward..."luna berbalik..


greb...


hening...

__ADS_1


ketika pelukan hangat edward bersarang di punggung luna..


dia mematung ..


di tengah kegundahan nya,edward swlalu mampu memberinya ketenangan,akankah ini terus berlanjut? entahlah...


biarkan takdir yang menuntun jalan nya,namun jika luna boleh berharap,dia ingin hidup selamanya bersama lelaki pertama yang telah menawarkan segala rasa pada luna..


"ada apa..?"ucap edward seraya membalikan badan luna


luna menggeleng,dia hanya memandang dua bola mata yang selalu menatapnya dengan cinta


"ingin mengajak ku ke suatu tempat??"


luna mengangguk..


cup...


di kecupnya dua punggung tangan luna


"apapun yang terjadi,ingat lah.. aku hanya milik mu.."


ya...


tidak ada alasan lagi bagi luna mengenai ketulusan dan cinta edward


namun...


apakah dia mampu selamanya bertahan di samping pria yang tidak pernah menceritakan latar belakang dan masa lalu nya??


cup...


"love you.."


akh... rasanya luna benar benar ingin menangis sekarang juga,


"kita pergi..."


edward dan luna pergi dari perusahaan,sepanjang jalan luna hanya diam,terus menguatkan hati dan terus mencoba bersabar,menunggu kepekaan edward..


"luna..."


"hem...."


"apa hem ..hem..??!!" suaranya sedikit meninggi


luna menoleh,dia benar benar tidak ingin berdebat kali ini..


"ck..!! kau menyebalkan ..!! "


memang benar...


siapa yang tidak sebal,dari tadi hanya di diamkan,bahkan mau pergi pun tak tau kemana..


"berhenti..!!"

__ADS_1


"apa..?? kenapa kau cepat sekali marah..!!"


akh... edward benar benar tak mengerti..


kenapa suasana nya jadi seperti ini??


"aku mau turun.."


cekiiiittt....


"ck...kau ini kenapa..?? katakan ..?? ada apa..??"


"aku hanya ingin pergi ke gereja edward.. itu di sana.." luna menunjuk bangunan klasik yang dia atasnya ada tanda salib,


"aku ingin kamu dan aku pergi ke sana.." luna memandang edward dengan tatapan memohon


"aku ingin... sejak dalam kandungan anak ku merasakan kehadiran Tuhan nya..agar kelak jika dia tersesat ,dia dapat menemukan secerca cahaya dari Tuhan nya..."luna mengelus lembut perut nya..


Deg...


edward merasa terhantam oleh perkataan luna,dia teringat segala dosa dosanya..


sedangkan luna,dia merasakan sedikit sesak jika kembali mengingat rekaman vidio tadi pagi..


maka dari itu dia memutuskan pergi ke sini,berdoa dengan hikmat kepada Tuhan ,meminta petunjuk dan jawaban dari semua ini..


luna turun dari mobil dan melangkah memasuki gereja,dia duduk di kursi paling depan,


sunyi...


sepi ..


dan damai luna rasakan ketika dia menatap patung Tuhan nya di sana..


dia mulai melipat tangan nya dan berdoa...


mencurahkan segala kegundahan hatinya dan merasakan pelukan damai dari tangan Tuhan nya...


30 menit luna berdiam diri di sana,


dia tidak sadar jika edward tidak mengikuti nya..


dia berbalik dan menuju mobil,terlihat edward sedang menyandarkan kepalanya menatap lambang salib yang menjulang indah di atas sana


"kenapa tidak masuk..?? "tanya luna lembut


edward menoleh..


dia membelai lembut pipi luna dan tersenyum..


tanpa kata edward mulai melajukan mobilnya...


"akan ku tunjukan sesuatu pada mu.."


maap jika salah ya...🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2