
"astaga !!"Elxi kaget karena ketika membuka mata pertama kali yang dia lihat adalah wajah penuh senyum milik Jho.
"Jadi dia masih berada di sini sedari tadi ?" Elxi bergumam dalam hati.
"Apa yang kamu lakukan Jho !!" Elxi beringsut karena tangan Jho tiba tiba melayang ke atas seperti hendak memeluk Elxi,
"apa ?? memang aku ngapain ?? orang aku cuma mau peregangan otot," dia berkata sembari memalingkan wajahnya, malu..
sial !! aku ketahuan, batin Jho.
"awas !!" Elxi menyikut tangan Jho kemudian pergi meninggalkannya.
dia pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya, ini adalah hari wisudanya, dia memutuskan akan memberi kejutan kepada semua orang, terutama Bianca.
Edward dan Luna sudah berada di kursi paling depan podium, selain sebagai wali murit, Edward juga di undang sebagai tamu kehormatan karena dia adalah donatur terbesar di kampus ini, tidak ada yang tau jika Elxi adalah anak dari seorang Edward, kecuali ketua rektor di sana, itupun rahasia, jika saja ada yang tau jati diri Elxi sesungguhnya, pasti Elxi akan di kelilingi oleh para penjilat demi mendapatkan keuntungan, dan Elxi tidak mau itu,
selama menjalani belajarnya di kampus ini, Elxi dapat melihat, jika tolak ukur orang baik dan tulus itu tidak bisa di lihat dari seberapa banyak orang yang mau mendekati dan berteman denganmu ketika kamu memiliki segalanya, tapi seberapa orang yang peduli denganmu ketika kamu tidak punya apa apa, itu baru bisa di katakan tulus.
oke !!
Dan acara pun di mulai, satu persatu mahasiswi dan mahasiswa telah di wisuda, kini tinggal acara hiburan yang akan menampilkan kreasi dan kreatifitas dari mahasiswa dan mahasiswi di sana, walaupun acara sudah selesai, namun berbagai pertunjukan yang menarik membuat para tamu undangan enggan mengangkat bokongnya dari kursi duduk, dan inilah saatnya pertunjukan di mulai.
ketika nama Edward di panggil untuk memberi sedikit sambutan di sana, Elxi menyeringai, dia sudah tidak sabar mwlihat pertunjukan sebenarnya.
sebelum Elxi menunjukan segalanya, Elxi ingin memberi kejutan ringan dulu kepada mahasiswa mahasiswi di sini, dia menaiki panggung dwngan menggunakan setelan gaun yang sangat luar biasa, simpel namun elegan, di padukan dengan make up flawels dan rambut di sanggul ke atas, sungguh seperti putri kerajaan yang akan menghadiri acara formal, Elxi membuat semua mata tertuju padanya,
__ADS_1
oh ya..
Elxi sudah berpesan kepada Edward jika dia boleh memperkenalkan elxi sebagai anaknya saat ini, dan Edward menyetujuinya, dia adalah putri Edward satu satunya, jadi sedikit banyak Edward tau maksud dan tujuan anaknya itu.
Semua orang ternganga ketika mendengar fakta yang ada, jika gadis culun berkaca mata yang selama ini sering mereka bully ternya adalah anak dari donatur utama di kampus ini.
betapa menyesalnya mereka baru mengetahuinya di hari terakhir mereka di kampus.
"Bersyukurlah kalian karena anakku bukanlah orang yang pendendam," Edward merangkul bahu Elxi.
"Dia adalah putriku satu satunya, jadi aku akan mendukung apapun yang dia lakukan, termasuk pertunjukan yang akan dia tampilkan setelah ini, jika setelah melihat tampilan anakku kalian merasa ada yang terganggu, maka hubungilah aku, dengan senang hati aku akan memerima keluh kesah kalian."
"heuh.." Edward memandang remeh semua orang yang ada di depannya,
dan ingat !!
Dia adalah seorang Edward Alexis, siapa yang berani melawannya coba, memdengar namanya saja mungkin orang itu akan merinding ketakutan.
"Baik.. cukup sekian dan terima kasih."
Edward menuruni podium setelah dia mengucapkan kalimat penutup yang sangat singkat itu, tak lupa dia pun menggandeng tangan Elxi menuntunnya untuk terus bersama dirinya, Edward tau, sebentar lagi akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Semua orang di sana menatap Edward dan Elxi keheranan, katanya mau mempersembahkan pertunjukan, tapi kenapa Elxi malah turun ??.
blip..
__ADS_1
semua ruangan gelap gulita, lampu di sana mati seketika, namun tidak menunggu lama sebuah layar besar menyala di depan mereka, bertuliskan film dokumenter,
KENANG KENANGAN TERAKHIR DI HARI TERAKHIR.
Sebuah judul yang membuat mereka yang melihatnya mengeryitkan alis, sedikit aneh, namun ini karya seorang Elxi Alexis, siapa yang berani mendebatnya sekarang ??.
film pun di mulai..
masih biasa, menampilkan beberapa pictur foto di area kampus dan sekitar, keceriaan anak anak ketika bercanda satu sama lain, dan keseriusan anak anak ketika menghadpai dosen killer.
masih wajar..
namun begitu menit kesepuluh di putar, sudah ada sedikit kejanggalan di sana, kenapa semua foto hanya menampilkan Bianca and the genk??
Bianca mulai tak tenang duduk di kursinya, dia merasa akan ada sesuatu yang buruk menimpanya.
roll film terus berputar, jika tadi menampilkan Bianca and the genk, kini menampilakan profil ke empat orang di dalam genk itu, satu persatu anggota dalam genk itu di kuak identitasnya, semua di bongkar, dan mereka baru tau jika ketiga teman Bianca itu hanyalah anak orang tak punya, mereka memilih berteman dengan Bianca karena mendapat fasilitas cukup enak, pulang pergi di antar jemput, dan uang jajan pun mereka tidak perlu pusing lagi menghematnya, karena selalu ada Bianca yang selalu mentraktir mereka,
Bianca mengepalkan tangannya, sialan!! aku di tipu!!
blip...
lampu layar tiba tiba mati, namun sedetik kemudian hidup lagi, menampilkam sosok Bianca dengan pose yang sangat luar biasa,
bersambung..
__ADS_1