Terpaksa Menikah Dengan Presedir

Terpaksa Menikah Dengan Presedir
sangat segar


__ADS_3

luna berteriak kencang seraya berlari masuk ke kamar mandi..


sementara edward..


dia menungging menelungkupkan wajahnya di bantal dan tertawa terbahak bahak,dia menepuk nepuk kasur saking bahagianya..


hingga tawa itu terdengar oleh mike sang asisten yang bersiap hendak menjemput nya..


dia mematung di depan pintu..


heran dengan kelakuan sang tuan..


"apa yang di lakukan oleh gadis itu sehingga dapat membuat tuan edward tertawa seperti itu..?" tanya nya dalam hati


ceklek...


mike terkesiap saat edward tiba tiba membuka pintu dengan masih tertawa


"ekhem... kau sudah datang ..?" seketika edward berubah ke kodratnya seperti semula


tegas dan dingin...


"iya tuan..."mike membungkuk kan badan nya


"tunggu di bawah ...aku akan bersiap.."edward melangkah masuk ke dalam kamarnya yang hanya terhalang oleh tembok dengan kamar luna


dia masuk ke dalam kamar mandi dan segera barsiap ke kantor


"apa kau sudah mendapatkan nya..? "tanya edward pada mike ketika mereka sudah duduk di kursi meja makan


"sudah tuan..rencana nya dia akan datang siang ini.." jawab mike sopan


ya...setelah tadi malam mike habis di caci maki oleh edward karena tidak mendapat seorang pelayan sewaan,akhirnya dia menyarankan kepada tuan nya untuk mengambil pelayan dari sebuah agenci terpercaya di kota,mengingat tuanya itu sangat sulit beradaptasi dengan orang


bukan...lebih tepatnya apakah ada orang yang betah bekerja dengan edward,mengingat bosnya itu sangat tegas dan dingin..


edward menengok ke atas menatap pintu kamar luna..


kemana gadis itu..? kenapa dia tidak turun..?


"apa perlu saya panggilkan nona luna tuan..?"


mike yang mengerti fikiran tuan nya pun bertanya


"biar aku yang melihatnya.."


jawaban edward mampu membuat mike terheran


"sungguh hebat nona luna.."puji mike dalam hati

__ADS_1


ceklek...


edward memutar knop pintu dengan sangat pelan


dia menngintip ke dalam kamar luna..


mike terus memandang edward dari bawah


dia menggeleng gelengkan kepalanya melihat perubahan perilaku tuan nya itu


sungguh bukan tuan edward yang dia kenal,yang tidak akan pernah segan lepada siapapun


edward masuk ke dalam kamar luna diam diam,dia melihat luna yang sedang menyisir rambutnya yang masih basah


"ekhem..."


klotak...!!


sisir yang di pegang luna pun jatuh ke lantai


luna kaget,dia menoleh ke arah suara..


"sejak kapan dia di sana..?"batin lina dalam hati


tubuh luna kaku,dia mematung tak dapat bergerak


"apa kau sudah melupakan tugasmu ..?" edward berbicara seraya melangkah maju menuju posisi luna


jantung luna berdetak kencang beriringan dengan langkah edward yang semakin dekat


tangan nya gemetar...


"apa kau sudah merasa sangat cantik sehingga tak mengindahkan perkataan ku..?"


edward mengukung tubuh luna dari belakang


aroma maskulin menusuk indra penciuman luna karena berada sangat dekat dengan edward


"astaga hatiku...!!" luna memejamkan matanya meresapi degupan jantung yang seakan ingin keluar dari tubuhnya


"buka mata mu dan lihat ke depan.."


perintah edward menyadarkan alam bawah sadar luna yang sedang menikmati suasa itu


luna membuka kelopak matanya dan memandang ke depan


bluuuuussss.....


wajah luna seketika merona mendapati pemandangan dirinya dan edward

__ADS_1


dia memalingkan wajahnya dan bergerak tidak nyaman..


"em...ma..maaf tuan...sa...saya.."saking gugup nya luna hingga berbicara pun sampai terbata bata


luna menelan ludahnya kelat..


"payah...!!" edward menegak kan tubuhnya dan menoyor kepala luna dari belakang


"hadap sini kau..!!" titah edward tegas


luna berdiri dan menghadap edward


"pasangkan aku dasi..!!


hap...


luna menangkap gulungan dasi yang di lempar oleh edward


dia mendekat ke arah tubuh edward hendak memasangkan dasi itu..


namun tubuh tinggi edward membuat luna kepayahan menjangkau leher pria itu


"em...maaf tuan..bisakah anda menunduk sedikit..?"


hap...


srak...!!


tanpa basa basi edward membopong tubuh luna dan mendudukan nya diatas meja rias,sehingga membuat peralatan luna yang hanya beberapa itu terjatuh ke lantai...


luna melotot menatap edward..


"apa..??!! " tanya edward ketus


"em..tidak tuan..."luna menundukan pandangan nya dan mulai memasangkan dasi untuk edward..


dia bukanya gadis desa yang tak tau apa apa,dia adalah anak satu satunya anak pasangan baskara,dia juga sering memasangkan dasi ayah nya ketika hendak berangkat ke kantor


maka dari itu dia sudah sangat lihai dalam hal pasang memasang dasi


edward sedetik pun tidak mengedipkan pandangan nya dari wajah luna


terlihat sangat cantik dan segar


karena posisi luna yang sedikit mendongak,membuat edward dapat dengan jelas melihat bibir merah muda luna


seketika,ludah edward serasa kering,gelenyar aneh seketika menjalar ke dalam tubuhnya..


"akh...menyebalkan...!!"

__ADS_1


klik like plis...


__ADS_2