
luna terjatuh tepat di tengah tengah pusara bertuliskan MOGA BASKARA dan INGGRID baskara
edward yang memang mengikuti luna dari belakang sigap menolong luna yang sudah tergeletak lemas di tanah..
dia berlari membawa luna ke sebuah ruangan yang memang di siapkan untuk edward ketika dia berkunjung...
dokter yang memang selalu berjaga di sana dengan sigap maju ingin menolong istri sang pemilik yayasan ini..
"hei...!! mau apa kau...??"
akh... sialnya dia adalah dokter pria
"maaf tuan..."dokter itu menunduk dan menghentikan langkah nya
edward merogoh jas nya dan menekan tombol panggilan
"cepat ke sini ..!! bawa dokter sekarang..!!"
semua orang yang ada di sana terheran heran,bukan kah di sana ada dokter yang sudah siap memeriksa??
kenapa musti menunggu dokter dari luar..??
tak terkecuali manusia yang barusan di telpon oleh edward..
dia juga bingung dengan tiba tiba edward menyuruhnya untuk datang segera..
sedangkan edward tidak mengatakan di mana dia sekarang..
untungnya dia adalah mike ...
kebingungan itu tak berlangsung lama ,dia membuka ponselnya dan mengecek lokasi edward melalui sinyal GPS ,untung dia sempat antisipasi...
10 menit berlalu namun mike belum juga sampai di gedung yayasan milik edward..
edward sudah uring uringan di sana,memaki semua orang yang maju mendekat menawarkan bantuan,sedangkan luna...
"kenapa lama sekali bodoh..!!" edward memaki mike dari sambungan telepon
"jika ada apa apa dengan luna ,kau tau sendiri akibat nya.."
huhft...
lagi lagi mike jadi sasaran...
lagian kenapa kau ribet sekali edward...
"eeuuhh.." lengguhan kecil luna membuat kepanikan di dalam ruangan itu sirna seketika
"hei... kau tidak papa..?? mana yang sakit?? katakan..,kita ke rumah sakit ..??" berondong pertanyaan dari edward membuat senyum kecil terukir di bibir manis luna
"ck...!! kenapa semyum senyum hah..?? kau membuat ku khawatir..!!"
edward merengkuh tubuh yang masih lemas itu,
dasar...
mulut dan hati tidak singkron..
dia mendekap erat luna,sungguh dia merasa sangat lega..
__ADS_1
"edward...." edward melepas pelukan nya
"apa yang ku lihat itu benar..??" edward tau..dia pun mengangguk ...
tes....
setetes cairan bening menetes begitu saja tanpa di minta,
antara senang ,sedih dan bertanya tanya..
"hei... kenapa menangis..?"
luna menggeleng...
"aku ingin melihat nya edward..." ucap luna di iringi isak kecil yang tertahan
"ya...kita akan kesana,tapi biarkan dokter memeriksamu dulu.."
"tapi --
"tidak ada bantahan.."
oke... luna tak dapat membantah lagi jika edward sudah begini..
dia hanya bisa pasrah...
tok...tok...tok...
"tuan..." suara mike terdengar dari luar
ibu asih membukakan pintu setelah edward memberi code pada nya
srak...
"ck...!! kau membelanya...??!!"sungut edward
"bukan begitu... lagian aku baik baik saja..."
lihat...
lihat mata itu...
"akh...!! kau menyebalkan..!!"
edward menghempas tangan luna dan bangkit berdiri
"periksa dia ..pastikan dia baik baik saja..!!"
edward pergi...
memang selalu seperti ini,dia takut tidak dapat mengendalikan dirinya jika melihat tubuh luna di pegang pegang oleh lelaki lain..
setelah memeriksa luna,dokter itu memberi laporan kepada mike,bahwa semua baik baik saja,
"beruntung semua baik baik saja mike...jika tidak ...sudah di pastikan kau akan masuk ke kandang molly lagi.."
edward berucap setelah mike selesai menyampaikan apa yang dokter sampaikan pada nya..
mike masih ingat ketika terakhir dia di hukum oleh edward akibat mengganggu kegiatan nya bersama luna..
__ADS_1
tubuhnya serasa remuk redam akibat terus di peluk oleh molly,bahkan tulang sendinya serasa di cabut dari tempatnya...
mike tidak ingin mengalami kejadian itu lagi...
lebih baik dia menyelesaikan tumpukan berkas satu divisi dari pada harus seharian bersama molly..
***
luna benar benar tak dapat menghentikan air matanya ketika dia berada di depan pusara ke dua orang tuanya,sungguh dia tidak menyangka jika dia dapat melihat ini semua,dia benar benar tak mengerti ,kenapa ada pusara kedua orang tuanya di sini??
dan lihat...pusara kedua orang tuanya terlihat berbeda dengan pusara pusara lain nya..
"ibu...ayah...luna rindu...hiks..."
luna memeluk nisan itu seperti dia memeluk kedua orang tuanya..
oh...
sungguh tak terkira lagi betapa rindunya luna pada kedua orang tua nya..
"edward...kenapa bisa??"
"entahlah...aku pun tak mengerti kenapa aku melakukan ini luna..."
ya...
memang itu kenyataan nya...
ketika edward melihat luna di pantai itu dia tidak bisa berbuat apa apa,namun seperti biasa dia menyuruh anak buahnya mencari jasad itu dan menguburkan nya,anehnya lagi dia menyuruh jhustin untuk menyelamatkan luna...
entah...ada parasaan berbeda di sana..
luna sudah di tandai oleh edward...
kenapa bukan dia yang menyelamatkan luna..??
kalian tau..arthur seperti apa..
"jadi kamu mengetahui semuanya??"
"ya...aku tau ..tapi aku terlambat menyadari jika kau anak gadis yang aku cari..."
dari sini luna dapat menyimpulkan jika edward pun korban dari ayahnya sendiri,hidupnya selalu terkekang oleh semua penjagaan dari ayah nya..
namun pertanyaan ฤalam benak luna belum semuanya terjawab..
rekaman itu...
"tuan..." mike membisikan sesuatu pada edward..
kini edward tau ...apa yang telah di lihat dan di pikirkan oleh luna
"luna..." edward meraih kedua tangan luna..
"di depan ke dua orang tuamu..aku ingin berkata jujur pada mu..." edward menjeda ucapan nya ingin melihat reaksi luna..
melihat tak ada expresi apapun edward melanjutkan ucapan nya..
"semua yang kau lihat dalam rekaman itu memang benar,aku adalah seorang mafia yang dengan gampangnya membunuh seseorang ,tapi perlu kau ingat,semenjak aku benar benar mengenalmu semuanya berubah,aku ingin menjadi yang lebih baik untuk mu,agar kau dan anak anak kita nanti tidak malu berjalan di samping ku,,"
__ADS_1
nyes.....
mohon dukungan nya readers...๐๐