Terpaksa Menikah Dengan Presedir

Terpaksa Menikah Dengan Presedir
tidak ada nego


__ADS_3

Luna keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang menutupinya sampai lutut, dia tengok kanan kiri namum tidak ada pakaian yang tersedia, dia pikir tadi Edward menyuruhnya untuk mandi itu sudah di siapkan baju gantinya, namun apa ini ?


sedangkan baju yang di pakainya tadi sudah basah terkena cipratan air,


"huuuuhf.... gimana ini ?" Luna membatin dalam hati...


dia buka lemari dan menemukan kemeja panjang warna putih,


"Sepertinya ini milik dia, biarlah aku pinjam dulu, masa iya aku menemuinya hanya dengan handuk ?" Luna terus bermonolog di dalam hati...


tok...tok...tok...


Luna mengetuk pintu ruang kerja Edward setelah dia selesai berganti baju...


ceklek...


pintu terbuka dan menampakan sesosok pria tinggi gagah yang masih mengenakan setelan jas kerjanya..


"Silahkan masuk nona..." Mike membungkukan badan nya.


"i...iya..."


Luna masuk, dan benar saja dia sudah di tunggu oleh seseorang yang sedang duduk santai memandang tubuh Luna, satu kaki dia tumpangkan di atas satu kaki lainya, dia menopang dagunya dengan tangan kanan yang masih memegang pulpen, Luna menunduk, dia tidak berani mengangkat wajahnya, sumpah demi apa, sekarang dia merasa sedang sangat takut,


pletak....


Luna memejamkan mata ketika sebuah pulpen nyasar di kepalanya


tidak sakit, namun dia merasa kaget...


"hei... kau mencuri bajuku ?" Edward berkata sinis.

__ADS_1


"emm..ma...maaf tuan..."sungguh suara bergetar Luna sangat terasa di telinga Edward dan Mike


"ibu....aku ingin pulang....hiks hiks.." Luna menangis dalam hati dia benar benar merasa takut pada pria di hadapanya itu.


"sini kau...!!"


Luna maju dan berhenti tepat di depan meja kerja Edward,


"apa kau sudah tahu siapa aku...?"Edward bertanya dengan sinis dan tetap tak memalingkan pandangan nya.


Luna mengangguk, dia ingat siapa pria itu ketika mandi,


"kau bilang, kau mengganggap semua ini hutang?, dan kau akan melunasinya ketika kita kembali bertemu, apa itu benar ??"


"i..iya..tuan.."Luna terus meremas kedua tangan nya.


"oke...!! kalau begitu kau duduk, kau perlu tahu berapa tarifku saat itu..."Edward tersenyum smrik, Luna duduk di kursi depan meja Edward, sedangkan Edward terus mengawasi gerak gerik Luna yang sedang merasa tidak nyaman itu.


"Baiklah, kita mulai..." Edward mengeluarkan kertas putih dan mengambil pulpen baru di lacinya.


"lihat ini..." Luna sedikit mendongak kan kepalanya dan menatap kertas putih yang masih kosong itu...


"waktu itu kau membuat aku terlambat dan tidak jadi bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang sangat besar, kau tahu berapa kerugian yang kau buat ?, baiklah aku akan berbaik hati padamu, aku cuma menghargai itu 1milyar ..." Luna melotot ke arah Edward setelah mendengar penjelasan pria itu...


"Lihat betapa baiknya aku?, padahal jika aku jadi bekerja sama dengan perusahaan itu, aku bisa untung triliunan loh..." Edward masih menjelaskan dengan santai,


sedangkan Luna mulutnya semakin menganga di buatnya...


"Dan kemarin, kau di culik dan di bius oleh dua orang pria, dan Mike lah yang menyelamat kan mu, dan karena itu selama 1 hari aku tidak masuk kerja, dan kau tahu berapa kerugian yang ku rasakan?"


"oke ....kau pasti tidak tahu, jadi aku akan mencoba berbaik hati lagi kepadamu, ku rasa 1 milyar lagi boleh lah..." Edward manggut manggut seperti sedang menyetujui sesuatu secara terpaksa...

__ADS_1


"hah?? apa apan ini, dia bilang baik tapi kenapa sampai milyar milyaran !!?? haaaaaa ibu.... aku mau pulang.... tolong aku...." Luna terus bermonolog di dalam hati.


tak..tak...tak... "apa kau sudah faham ?"


tangisan Luna buyar ketika kepalanya di ketuk 3 kali dengan pulpen edward..


"i...iya tuan..tapi..."


"Tidak ada negosiasi, itu sudah keputusan ku..!!"


"haaaa....ibu...."Luna semakin berteriak di dalam hati.


"baiklah kau boleh menginap di sini, ku anggap gratis, karena aku baik hati, kau bisa kan menotal semuanya ?" Edward tersenyum meremehkan Luna.


"ya sudah sana pergi, q malas bicara panjang lebar dengan kau...!!" Edward mengibas ngibaskan tangan nya.


"Silahkan nona..."Mike membukakan pintu untuk Luna dan mempersilahkan Luna keluar.


ceklek...


pintu tertutup.


"Akkkkkkhhh ibu.....!!!" Luna menghentak hentakan kakinya sembari ******* ***** rambutnya.


"kenapa aku musti ketemu dengan iblis yang menjelma menjadi pria ganteng haaaaaaa ibu....!!" Luna terus merengek bak anak kecil yang di rebut mainan nya, dia terus berjalan ke kamar Edward,


tanpa dia sadari Edward sedang memandanginya melalui cctv yang berada di setiap sudut mansion, Edward melengkungkan sedikit bibirnya ke atas, dan Mike tahu itu...


Luna akan menjadi mainan yang mengasik kan bagi tuan nya...


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2