Terpaksa Menikah Dengan Presedir

Terpaksa Menikah Dengan Presedir
terjadi lagi..


__ADS_3

"aw...." luna memegangi perutnya kala ia ingin turun dari kasur..


seketika edward terbangun dari alam bawah sadar nya..


"kau kenapa..??" edward tampak cemas kala ia melihat wajah luna yang pucat


nampak keringat menganak di pelipis luna..


dia meringis sembari memegangi perut bagian bawah nya..


"hei...jangan membuat ku khawatir..katakan..apa yang kau rasakan..??"


rasa cemas dan panik bercampur menjadi satu dalam diri edward


dia turun dari kasur dan bersimpuh di hadapan luna...


"mana yang sakit..??" tanya nya dengan nada pelan,namun penuh dengan kehawatiran..


luna hanya sanggup menarik nafasnya saja melihat tingkah edward..


dia ingin sekali menenangkan lelaki di depan nya ini,namun rasa perih di bagian perut bawah nya sungguh membuat luna tidak dapat berkata kata...


"luna...."


luna menaruh tangan kirinya di pipi edward ,dia mengelus jambang tipis itu,dan sedikit tersenyum padanya..


mengisyaratkan jika dia baik baik saja...


luna menarik nafas panjang dan menghembuskan nya...


setelah beberapa saat barulah rasa nyeri di perutnya berangsur menghilang..


"aku tadi hanya kram ...jangan khawatir..."


luna tersenyum tulus di sana..


dia benar benar pintar menyembunyikan kesakitan nya...


"edward....aku kebelet pipis...bisakah kamu mengantar ku..??"


hap...


tanpa kata edward membopong tubuh luna..


"edward...aku bisa sendiri...kamu hanya perlu mengantar ku..."


"akh...edward ..!!"


"berpegangan lah jika kau tak mau terjatuh..." ucap edward santai..


dasar...


setelah membuat luna sprot jantung karena hampir menjatuhkan nya,masih saja dia bisa bersikap sesantai itu...


setelah sampai di dalam,edward mendudukan luna di atas kloset kamar mandi nya


"keluarlah..."


"ck...!! kau malu..??"


luna tak menjawab,namun wajahnya berpaling menyembunyikan semburat merah di wajah nya..


"edward...!!" pekik luna..


kala edward mengangkat tubuhnya dan dengan sengaja menyingkap daster yang di kenakan luna..


(masa orang kaya pake daster 😂😂)


ck...!! selalu saja seperti ini ,membuat luna takut..


"kau ingin melanjutkan nya sendiri atau aku yang melanjutkan..??" tanya edward dengan menaik turun kan alis nya...

__ADS_1


"ck..!! keluarlah...plis..." luna terlihat sangat memohon di sana


namun edward tetaplah edward...


dia akan melakukan apa yang di kiranya benar...


bukan nya pergi dia malah bersidekap dada sambil menyandarkan tubuhnya di tembok kamar mandi..


"huhf...terserah kamu saja lah...!! "luna memberengut kesal..


sekuat apapun dia menyuruh edward,jika dia tidak mau maka tetap akan tidak mau..


akhirnya luna menyerah ...


karena memang dia benar benar tidak dapat lagi menahan nya..


"akh...ssshhh...." luna meringis menggigit bibir nya..


rasa nyeri itu kembali lagi...


tangan kirinya mencengkram bagian belakang kloset,dan tangan kanan nya memegangi perut bawah nya


"luna..." edward maju,dia meraih tangan luna dan mengenggam nya..


rasa bersalah mulai merayap di hatinya...


fikiran fikiran buruk berterbangan di benaknya..


ingatan nya melanglang buana menuju kejadian tempo lalu..


akh...


andai tadi malam dia dapat menahan gejolak dalam dirinya ,pasti luna tidak akan mengalami kejadian seperti ini lagi..


edward mengeryit ketika tidak sengaja dia melihat bercak merah di ****** ***** luna,fikiran nya kini benar benar panik...


tangan nya gemetar ,rasa bersalah kini benar benar bersarang dalam diri nya..


dia menyesal...


"edward..."dia mengelus tangan edward..


"tidak apa...ini hanya bercak..."


"ini semua salah ku..."


akh... suara edward benar benar menyayat hati...


luna menggeleng pelan..


mengisyaratkan jika ini bukan salah edward..


"akh...!! aku memang bodoh..!! bodoh...!!" edward memukul mukul kepalanya sendiri...


dia benar benar menyesal...


sungguh sungguh sangat menyesal..


"andai aku bisa --


"stop edward ...ini bukan salah mu.." luna menangkup wajah edward..


dia menatapnya dengan penuh kelembutan..


"tapi...jika saja aku bisa menahan nya ,kau tidak akan mengalami ini lagi luna..."


"tapi ini keinginan ku edward..."


cup...


"aku senang dapat melayani suami ku.."

__ADS_1


ucap luna setelah dia mengecup lembut bibir edward..


greb...


edward memeluk tubuh luna..


betapa bersyukurnya dia memiliki istri seperti luna..


dapat menerima segala apa yang ada dalam dirinya,dan yang terpenting dapat menjadi penguat kala hatinya sedang benar benar rapuh..


"maaf kan aku..." ucap nya dengan lirih...


mereka berpelukan sedikit lama di atas kloset kamar mandi,saling menyalurkan kekuatan lewat kehangatan dalam dekapan..


saling memberi pengertian demi mempertahankan kenyamanan..


"aku panggilkan dokter.."ucap edward setelah dia membersihakan seluruh tubuh luna..


luna benar benar di perlakukan seperti putri kaca yang rentan sekali pecah...


dari membuka baju hingga menyabuni tubuh luna edward lakukan dengan sangat pelan..


ya...


walaupun ada sesuatu yang sangat menganggu di bawah sana...


namun sekuat tenaga edward tidak melakukan nya...


dia tidak mau kalap dan membuat luna beserta calon anak nya terluka...


kini luna sudah berada di atas kasur setelah edward mengantikan bajunya..


"ck..!! aku tidak papa edward..." berulang kali luna mengatakan itu ...


namun berulang kali pula edward menyangkal nya..


"akan ku panggilkan dokter..tunggulah di sini.." edward beranjak mengambil ponsel nya


"terserah...!!" dia membaringakan tubuhnya membelakangi edward


luna benar benar sebal pada edward...


untuk apa dia bertanya jika keputusan selalu ada di tangan nya..


akh...


dasar pria menyebalkan...!!


edward yang mendengar jawaban luna sedikit kesal akhirnya meletak kan kembali ponsel nya di nakas..


dia menaiki ranjang nya dan memeluk tubuh luna dari belakang..


"maaf..."


cup...


di kecupnya pipi luna yang terlihat sedikit mengembul itu...


edward meletak kan kepala luna di atas tangan nya...


dan di dekap nya penuh kasih wanita yang benar benar merubah hidup nya itu...


"tidur lah...aku akan menemani mu.."


cup...


lagi...


satu kecupan selamat pagi mengantarkan luna kembali ke dalam alam mimpi..


edward benar benar menepati janjinya..

__ADS_1


satu hari ini dia melupakan seluruh pekerjaan nya,yang dia lakukan hanya menemani luna...


karena prioritas dalam hidupnya kini hanya luna...luna...dan luna...


__ADS_2