Terpaksa Menikah Dengan Presedir

Terpaksa Menikah Dengan Presedir
berharap


__ADS_3

atas saran dari dokter tengil yang berani membentak edward dan jhustin kemarin,kini edward sudah mendatangkan psikolog yang terkenal sangat telaten dan tepat sasaran dalam mendiagnosis dan menangani pasien nya...


dia adalah dokter dwenty,dokter yang terbilang masih cukup muda itu mendatangi edward dan luna di rumah sakit,


mendatangkan seorang dokter yang tidak bertugas di rumah sakit tempat luna di rawat bukan lah perkara mudah,namun apa yang tidak bisa di lakukan seorang edward...??


dia hanya tinggal memencet satu nomor dalam ponsel nya, dan...


wuuuusss.....


semua yang di inginkan nya akan segera terwujut....


"tuan..."sapa dokter dwenty sopan..


edward menoleh tanpa menjawab sapaan itu..


"kau psikolog itu...?"tanya edward datar setelah membaca name tag di seragam putihnya


"iya tuan..."jawab dokter dwenty menunduk


edward bangkit dan mengintip dari balik pintu


"kau sudah di beri tahu oleh mike ...?"


"sudah tuan..."


"baik...tunggu di sini.."


ceklek....


edward membuka pintu secara perlahan...


dia maju menuju brangkar tempat luna sedang tertidur...


di pandanginya wajah damai yang hanya dapat di lihatnya ketika luna terlelap


kerena ketika luna terjaga,dia akan kembali histeris ketika melihat edward...


dan hanya kepada edward luna bersikap seperti itu...


edward mengusap pipi luna dengan lembut...


dan dia kecup kening luna perlahan...


"kau harus sembuh..."ucap edward pelan...


dia meraih tangan luna dan di kecupnya punggung tangan itu...


"i love u...." ucap edward dalam hati...


dia sangat berharap dengan mendatangkan psikolog ,luna dapat kembali seperti semula...


dia akan memperlakukan luna lebih baik lagi...


dia berjanji ...


"lakukan tugasmu..."


perintah edward setelah dia keluar dari ruangan luna

__ADS_1


dokter dwenty mengangguk dan mulai melangkahkan kakinya ke dalam ruangan...


tepat pada saat luna membuka mata,dokter dwenty sudah berada di depan nya..


"hai...."sapa dokter dwenty ramah...


"ya..."


luna terlihat melamun,ada pancaran kesedihan di matanya...


"apa aku boleh jadi teman mu..?" tanya dokter dwenty,dia menjulurkan tangan nya


luna menoleh dan menjabat tangan dokter dwenty...


dokter dwenty menjelaskan dia adalah seorang dokter psikolog yang akan membantu luna,akan menjadi teman bercerita luna hingga luna merasa lebih baik


luna menerima semua perkataan dokter cantik itu,mereka mengobrol,meski pun luna hanya berkata datar ketika di tanya,namun dari obrolan nya yang hampir memakan waktu dua jam itu,dia sudah dapat menyimpulkan,bahwa trauma yang di alami luna ini ada kaitan nya dengan air...


terbukti pada saat dokter dwenty menceritakan tentang pantai ,luna seperti menahan sakit yang amat luar biasa...


bukan dari tubuhnya,namun dari sorot matanya...


"baik lah...apa kamu ingin aku berkunjung setiap hari...?"tanya dokter dwenty dengan senyum..


luna diam...


"em....apa kamu merindukan sesuatu..?"


hiks....


luna menangis...


"ayah...ibu...."


dan titik terang semakin mendekat..


namun dokter dwenty tidak akan memaksa luna,dia akan menemui luna lagi besok..


setelah luna tenang,dokter dwenty pamit undur diri..


dia keluar dan mendapati edward masih berdiri di sana


terus mengamati gerak gerik luna....


"saya pamit tuan....permisi..." dokter itu membungkuk dan bersiap melangkah


"tunggu..!!"


dokter itu berhenti dan menghadap edward


"ya...ada yang bisa saya bantu..?"


edward diam...


"apa q belum bisa menemui nya...?" tanya edward ragu


"bersabarlah tuan,saya rasa kejadian terakhir yang di alami nona kemarin juga menyisakan rasa tersendiri bagi nona,jadi butuh sedikit waktu agar nona dapat lagi menerima semua ini..."


"tapi tuan tidak usah khawatir,ini tidak akan lama...nona hanya butuh sedikit ruang..."lanjut dokter itu..

__ADS_1


edward terus berfikir...apa dia selama ini terlalu kejam..?


sehingga luna sampai mengalami seperti ini...


"baiklah...tutup mata,telinga dan mulutmu setelah kau keluar dari sini,jangan ada yang tahu siapa dia..." ucap edward dengan dingin...


edward tidak mau ada yang tahu soal luna,karena itu dapat menjadi kelemahan bagi edward,mengingat siapa edward ,tentu banyak musuh yang mengincar orang orang di sekitar edward


"baik tuan...saya permisi..."


***


sudah seminggu dokter itu menemani luna,kini luna sudah bisa berkomunikasi dengan baik,perasaan nya mulai membaik,binar bahagia juga sudah terlihat di mata nya...


"apa kamu tidak merindukan rumah mu ..?"


ya...kini dokter dwenty sudah mulai menyinggung perihal pribadi luna,karena dia tau ...


akar semua ini pasti ada hubungan nya dengan orang yang selalu menguntit luna dari balik pintu


"atau suami mu...?"


seketika badan luna gemetar,tangan nya mengepal erat...


"tenang....dia tidak di sini..." tangan dokter itu mengelus punggung luna


"tapi dia sangat merindukan mu..."


"kamu mau menghukum nya...?"tanya dokter dwenty dan di balas anggukan lemah dari luna


dokter dwenty tau,luna tertekan dengan edward


"berjanjilah pada ku...jika dia nanti datang,luapkan emosi kamu pada nya,kamu boleh pukul dia ,lakukan semua apa mau mu...oke..."


dan di jawab dengan senyum oleh luna...


dokter dwenty sengaja melakukan itu agar edward tau kegundahan hati luna,


"bagus...!! dan berjanjilah pada ku...mulai sekarang jangan pendam apapun sendirian,ceritakan masalah mu...apalagi kamu sudah memiliki suami..."


dokter dwenty benar benar memperlakukan luna secara sepecial,karena memang kasus luna ini jika di biarkan dapat menjadi depresi,sebenarnya luna pun sudah terserang depresi namun masih ringan,jadi masih dapat di atasi...


dan ya...memang setelah luna kehilang ayah ibunya dia tidak memiliki siapa pun,bahkan hanya sekedar teman cerita pun tidak ada..


karen semenjak dulu memang luna adalah sosok yang pendiam,jadi tidak banyak memiliki teman di sekolah,


masa masa sulit luna lalui sendiri,berjuang membuang bayang bayang kematian tragis ayah ibunya,dan itulah yang membentuk luna sampai memiliki trauma seperti ini....


dokter dwenty pamit ,dan seperti biasa dia mendapati edward di depan pintu


"anda bisa menemuinya tuan...tapi maaf,jika nona melakukan apapun,harap tuan jaga emosi tuan..."


edward masih diam memandang luna...


bukan kah dia harusnya senang bisa menemui luna..?namun kenapa kini dia ragu ...?


"saya permisi tuan..."


setelah dokter itu pergi,edward memberanikan diri masuk ke ruangan luna...

__ADS_1


ceklek...


prank....!!!!


__ADS_2