Terpaksa Menikah Dengan Presedir

Terpaksa Menikah Dengan Presedir
meringankan tubuh


__ADS_3

malam pun sudah larut ketika edward dan luna sampai di mansion,


sengaja edward tidak membangunkan luna yang sudah terlelap di samping nya..


dia keluar dari mobil setelah di bukakan pintu oleh mike


kemudian dia memutar tubuh dan membopong luna masuk ke mansion..


"kau istirahatlah di sini mike..."


"baik tuan..." patuh mike


sudah hal biasa mike menginap di sana,dan ke esokan paginya mike yang akan membuatkan sarapan untuk edward...


edward membaringkan luna di kasur dengan sangat pelan,dia lepas sepatu gadis itu dan menyelimuti tubuhnya hingga sebatas bahu..


cup...


"mimpilah yang indah..." edward membelai pipi luna sekejab dan berangsur pergi meninggalkan luna sendiri..


edward membersihkan diri dan pergi ke balkon


dia duduk di sana dan menyalakan batang rokok nya


fikiran nya tertuju pada obrolan nya tadi dengan mike...


ya...


mike menceritakan semuanya yang di alami luna dalam perjalanan,dan itu membuat edward semakin penasaran..


sebenarnya kisah apa yang di alami luna di pantai,sehingga ketika melihat pantai traumanya kembali kambuh...


edward tau...itu bukan lah kejadian biasa...


namun dia hanya mampu bersabar untuk mengetahui nya...


dia sudah meminta mike lebih menyelidiki masa lalu luna..jadi yang bisa dia lakukan hanyalah bersabar dan menunggu....


pagi pun menyapa...


"edward...bangun..."


ya...setiap pagi edward selalu mendengar suara manis dari bibir luna...


"edward..." luna mengguncang bahu edward sedikit keras karena edward tidak juga terbangun..


hap...greb...


"akkh...edward...!!" pekik luna ketika edward berhasil menariknya dan menindih badan mungil luna dengan badan nya yang dua kali lebih besar dari luna..


cup...


edward mengecup bibir luna..


"edward...apa yang kamu lakukan...? lepaskan...badan kamu berat...!!"


memang benar ...


"kau tau...aku punya kekuatan meringankan tubuh.."ucap edward memandang intes wajah luna yang sudah bersemu merah


"kau mau mencoba nya ..?" tanya edward dengan senyum yang susah di artikan


"mana ada...!! ini sudah siang edward...mike sudah menunggu mu..." luna berusaha menyingkirkan badan edward..namun nihil..


"kau tidak percaya...?? bahkan kau bisa mengangkat ku dan tak merasakan berat sedikit pun.." pandangan edward semakin menyeramkan..


merasa tidak aman lagi ,luna pun segera memeras otaknya mencari alasan yang tepat untuk bisa melepaskan diri...

__ADS_1


"e...edward...aku kebelet pipis .. cepat lepaskan aku...atau aku akan ngompol di sini.."


edward mengembangkan senyum smrik nya..


"kau tau kau itu siapa...?" tanya edward tidak mengindahkan ucapan luna


dia tau ...luna hanya alasan...


"mak...maksudnya..?"


luna semakin merasakan gerah di tubuhnya..


ketika edward bangun dan mengukung tubuh luna di bawah nya..


"kau adalah istriku ...masih kah kau ingat itu...?"


ser....


hati luna berdesir ketika edward membisikan kata itu dan mencium daun telinga luna..


perlahan tapi pasti edward terus mengecup telinga belakang luna hingga turun ke leher putih luna..


"akkh...edward..."


luna berusaha menepis gelenyar aneh yang menjalar di setiap inci tubuh nya..


"edward...plis..."


luna mendorong bahu edward dan menggeleng gelengkan kepalanya ...


edward mengangkat kepalanya dan memandang luna dengan mata yang sudah berkabut


"jangan sekarang..."


ya..


menyiapkan hati dan berusaha menerima ini semua...


"eeeuummm..."


edward yang sudah tidak tahan pun langsung menyerang bibir luna,dia bermain main di sana...


serangan yang sangat brutal tak ada lembut lembut nya...dan luna tau...edward marah karena dia menolak nya...


untuk menebus kesalahan nya luna pun melingkarkan tangan nya ke leher edward...


dia balas serangan edward...


mereka saling mencecap tanpa jeda...


hingga serangan yang tadi kasar pun kini berubah menjadi lembut...


nafas yang tadinya menggebu gebu pun kini sudah sedikit tenang ...meski helaan nafas berat masih terasa dari hidung mancung lelaki itu...


ketika tangan edward mulai nakal...


luna melepas tautan mereka dan menangkup wajah edward..


"maaf...tapi beri aku sedikit waktu untuk menata hati ..." ucapnya dengan sendu...


edward menegak kan dirinya dan turun dari tubuh luna..


dia bejalan menuju kamar mandi dengan menahan sesuatu...


"maka bersiap lah..." ucapan edward sebelum meninggalkan gadis yang masih terbaring itu mampu membuat nya gelisah...


"huhf...

__ADS_1


bukanya dia meminta sedikit saja waktu..??


kenapa ucapan nya tadi terkesan mendesak nya...??


ah entah lah...


***


hari pun berlalu dengan cepat nya ..


setelah kejadian itu...


edward terlihat sedikit menghindari luna,memang dia merasa sedikit kesal pada luna,namun benar kata luna ,dia harus sedikit memberinya waktu,dan ini lah cara nya edward...


karena setiap bersama luna,sudah di pastikan ...


sesuatu akan segera bangun tanpa di bangun tanpa di bangun kan...


dan edward tidak mau itu...


karena itu hanya kan membuat kepalanya pusing saja...


"edward...aku ingin bicara..." luna mencekal tangan edward yang hendak pergi ke kamar nya...


ya...kini mereka berada di ruang keluarga setelah selesai makan malam..


walau berdua...namun luna merasa sendiri karena edward yang terkesan cuek padanya...


dia akan berbicara seperlunya saja...


"bicara lah .."ucap edward masih fokus memandang layar 42 inc di depan nya...


"edward...kenapa kamu berubah...? kenapa kamu cuekin aku...?? apa aku salah jika butuh waktu...?"


edward mengalihkan pandangan nya dan beralih menatap luna...


"kau meminta waktu..? ya...inilah yang sedang aku lakukan ...memberimu waktu.."


"tapi tidak seperti ini edward...!!" luna mulai meninggikan suara nya..


"oh ayolah luna...kau tau aku tidak akan bisa menahan nya ketika berada di dekat mu,dan kau tau...itu sangat menyiksaku luna...!! huhft...."


edward meraup wajahnya frustasi...


dia bingung dengan gadis di samping nya...


"sudahlah...aku tak mengerti dengan kemau an mu..!!"


edward beranjak dan pergi meninggalkan luna sendiri...


luna terdiam...


bukan nya di tidak tau ingin edward,namun dia masih butuh waktu...


terbiasa hidup sendiri membuat luna tidak gampang menerima orang baru yang masuk ke dalam hidup nya..


luna hanya ingin membiasakan dirinya dengan edward...


namun lihat lah dia ...


luna beranjak dan menyusul edward di kamar nya...


melihat edward yang sedang merokok di balkon pun luna menghampirinya dan


greb....


suport mana suport...??

__ADS_1


__ADS_2