
luna melempar gelas tepat di depan kaki edward...
edward mematung...apa luna masih tidak mau melihat nya...?
luna turun dari brankarnya,dan berjalan pelan menuju edward yang masih berdiri di depan pintu...
semakin dekat tubuh luna semakin gemetar,kepalanya mulai berdenyut...
"akkkh..!" pekik luna ketika kepalanya seakan ingin pecah...
dia meremas rambutnya sendiri
edward yang melihat luna seperti tersiksa pun memberanikan diri untuk mendekat...
"hei....stop...jangan lakukan itu..." edward berusaha melepas tangan luna dari kepalanya
namun luna langsung mendorong dada edward,dan berhasil membuat edward tersungkur...
tangan nya terkena pecahan beling yang berceceran di mana mana...
"pergi....pergi...ku mohon..."luna berkata lirih karena menahan sakit di kepalanya...
dia semakin kuat meremas rambut kepalanya..
dan air mata mulai banjir di pipinya...
"ku mohon...ku mohon..."
greb....
edward memeluk tubuh luna...
"tuan ...ku mohon .."luna masih terisak lirih ..
sementara edward masih terus memeluk luna..
rasa perih dari goresan pecahan gelas pun tak terasa lagi...
tubuh yang bergetar hebat itu lambat laun semakin tenang..
isak tangis luna pun semakin mereda...
tanpa terasa...
luna pun membalas pelukan edward...
ya.....
untuk pertama dia mendapatkan ketenangan dalam pelukan seorang lelaki...
lelaki yang mampu membangkitkan segala kenangan pahit dalam dirinya...
dan lelaki yang juga mampu memberikan kehangatan serta ketenangan dalam pelukan nya...
setelah di rasa emosi luna sudah mereda...
edward mengurai pelukan mereka...
di tangkup nya pipi yang penuh dengan air mata itu...
__ADS_1
dan di usapnya dengan lembut menggunakan ibu jari edward
di pandanginya mata sayu yang tak pernah dia tatap sebelum nya...
dan..
cup...
edward mengecup mata basah luna...
tanpa kata...hanya senyum tulus yang dia berikan untuk luna...
luna menatap mata edward dengan tatapan intens ...
menelisik lebih dalam apa yang ada dalam mata pria itu...
luna tak mampu berkata kata,yang dapat dia lakukan hanya terus memandang wajah yang kini terlihat sangat tampan di depan mata nya
entah apa yang ia rasakan kini kepada edward,yang dia tau...
dia nyaman dalam dekapan edward...
ya... luna mendapat ketenangan dari pria itu...
cup....
edward mengecup lama kening luna..
"hanya lihat aku dengan mata itu,dan hanya fikirkan aku dalam otak mu..." ucap edward lembut kepada luna...
lagi....
dia melayangkan senyum yang mampu membuat hati luna berbunga saat ini...
luna menggelengkan kepala...
edward tidak memaksa,dia percaya ..
lambat laun luna akan menceritakan semuanya kepada edward,dia akan menunggu nya
yang perlu edward lakukan sekarang adalah terus mendekatkan diri kepada luna,agar luna dapat merasa nyaman dan percaya pada nya
*****
tak terasa sudah 3 hari setelah kejadian luna melempar gelas di depan kaki edward,kini luna sudah di perbolehkan pulang...
dokter dwenty juga menyarankan agar seminggu sekali luna melakukan terapi di pesekiater ,agar traumanya dapat teratasi sempurna,memang kini luna sudah seperti biasa nya,namun tidak menutup kemungkinan jika ada pemicu,trauma itu akan kembali terulang...
edward selalu berada di sisi luna setiap saat,bahkan dia rela meninggalkan segala bentuk pekerjaan nya demi luna,dia ingin mendapatkan hati gadis itu...
"kita pulang...?" tanya edward setelah duduk berdua dengan luna di jok belakang
tidak hanya edward yang menjemput luna,namun pelayan yang sudah di anggapnya teman di mansion pun ikut menjemputnya, dia duduk di depan bersama mike,
"ya...." jawab luna lembut sembari menatap edward...
ya...kini mereka semakin dekat,hubungan mereka sudah tidak seperti dulu lagi,tuan dan pelayan,
kini luna sudah sedikit berani menunjukan expresi nya...
__ADS_1
"kau tidak mau jalan jalan ...?"tanya edward lagi...
luna menunduk...dia membuang nafas...
greb...
edward merengkuh tubuh luna,di bawanya tubuh yang sedikit kurus itu ke dalam pelukan nya...
edward tau...dia terkesan sedikit memaksa pada luna...
"maaf ...."
cekiiiiiiittttt...!!!!!
"apa kau punya mata mike ....!!" bentak edward
"maaf tuan..."
mike kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang...
dia tidak mau melewatkan momen langka ini..
tadi saja dia sampai kaget dan reflek mengerem mendadak ketika edward mengucapkan kata maaf pertama kalinya kepada luna...
sungguh luar biasa kan luna...??
seorang edward alexis yang terkenal tidak toleransi dan pantang baginya meminta maaf kepada siapaun,kini dapat berkata lembut dan meminta maaf kepada luna hanya karena dia merasa bersalah ,
mike terus melirik belakang lewat kaca di depan nya...
dia ingin tau,apa yang telah di lakukan gadis biasa seperti luna sehingga sang edward bisa bertekuk lutut padanya...
"kondisikan mata mu mike...kecuali kau sudah tidak sayang padanya lagi...!!"
jeduaaar...!!
darimana tuan nya itu tau jika mike sedang mencuri pandang lewat kaca..??
oh Tuhan... mike lupa...
dia adalah edward arthur alexis,seorang ketua mafia yang sangat tajam insting dan strategi nya..
jangankan mike yang hanya seorang preman yang dia angkat menjadi asisten nya,
seorang mafia kelas kakap saja kalah melawan insting seorang edward,
ya...dia lah edward...akan selalu menang melawan musuh musuh nya...
mike melirik gadis di sampingnya yang hanya diam dan membungkuk kan badan dari tadi...
terlihat gadis itu sedang meremas jemarinya,wajahnya terlihat sangat pucat...
oh Tuhan.... kasihan sekali dia
dia pasti sangat takut mendengar ucapan edward...
"hei...siapa namamu...?tanya mike pada gadis di sampingnya...
"ukhuk...ukhuk..."
__ADS_1
klik like plis 🙏🙏
biar othor tambah semangat ...