Terpaksa Menikah Dengan Presedir

Terpaksa Menikah Dengan Presedir
kaku


__ADS_3

luna memekik karena kepalanya terasa berputar..


"nona..." mike keluar dan membuka pintu belakang mobil nya


dia duduk di sebelah luna dan memegangi bahu luna...


sementara luna masih terus menahan sakit di kepalanya


satu tangan nya mencoba meraih obat yang ada di dalam tas nya...


luna mengambil butiran obat itu dan menelan nya...


beberapa saat kemudian dia sudah kembali tenang...


dia menyandarkan bahunya di sandaran kursi


"nona...apa anda baik baik saja..??"


luna mengangguk...


sebenarnya kepalanya masih sedikit berdenyut ...


tapi..


dia tau edward pasti sudah menunggunya ,dan dia tidak mau membuat edward kecewa...


"bisakah kita melanjutkan perjalanan nona..?"tanya mike ragu..


dan luna kembali menganggukan kepalanya lemah


tidak butuh waktu lama mike sudah sampai di tempat tujuan...


suasana angin pantai yang terasa sangat segar menerpa kulit tidak membuat tubuh luna tenang ...


dia masih gemetar menahan terpaan trauma di dalam jiwanya,luna terlihat sangat lemas,dan matanya pun terlihat berkaca kaca...


"hei...." sapa edward dari arah samping...


dia menghampiri luna,kemudian menuntun nya menuju sebuah meja yang sudah di persiapkan oleh edward..


terdapat satu meja bundar dan dua buah kursi di sana,


dan di depan nya sudah ada orang berpakaian putih dan juga memakai topi putih panjang di kepalanga...


terlihat seperti chef...


"apa kau lelah..?" tanya edward yang melihat wajah luna begitu pucat..


luna hanya menatap edward...sekuat tenaga dia tidak menunjukan kesedihan nya kepada edward..


"tuan..."mike mengagetkan edward yang sedang menatap luna..


mike membisikan sesuatu di telinga edward..


"jangan tinggalkan aku..."luna mencekal tangan edward


tersirat raut khawatir pada gadis itu


edward yang hendak berbicara berdua dengan mike pun menghentikan langkah nya..


kemudian edward memegang tangan luna dan menangkup pipi nya...


"aku cuma sebentar.. kau pun masih bisa melihatku dari sini..jadi jangan khawatir..."


edward melepas tangan luna dan beranjak pergi


benar kata edward,dia hanya pergi beberapa meter dari tempat duduk nya,luna tidak melepaskan pandangan nya dari edward...dia khawatir akan di tinggalkan seperti kedua orang tuanya...


"apa kau sangat mengagumi ku sehingga kau terus melihat ku..?" tanya edward setelah dia kembali duduk di depan luna


luna menunduk...

__ADS_1


dia tidak dapat mengungkapkan jika dia hanya khawatir..


"jangan khawatir...aku tidak akan pernah meninggalkan mu...itu janjiku padamu..."edward mengenggam tangan luna dengan lembut...


luna menegak kan kepalanya dan menatap lelaki berjambang di depan nya itu...


sementara yang di pandang melanyangkan senyum yang tidak pernah di lihat oleh siapa pun...


edward berdiri dan melangkah maju mendekati luna..


dia bersimpuh di hadapan gadis yang hampir selama 3 bulan ini menemani keseharian nya


dia merogoh sebuah kotak kecil di balik jas abu abu milik nya


kemudian dia membukanya di depan luna...


terdapat cincin emas putih yang di kelilingi batu berlian di tengah nya ...


terlihat mewah namun elegan..


edward memegang tangan luna seraya berkata


"em...bisakah kau menerima cinta ku..??"


gubraak...!!


luna mengeryitkan alisnya ...


seketika suasana syahdu yang telah di ciptakan edward terbang di bawa angin pantai...


namun luna memakluminya...


dia kan singa PMS yang kaku...


"hei..!! jangan memandangku seperti itu..!! " edward tidak terima


"memang apa yang kau harapkan ha..!! kau fikir aku akan berkata romantis seperti film film pria yang suka menari bersama sama itu..?? mimpi saja kau sana..!!"


dia merasa telah menjadi pria bodoh,niatnya akan mengutarakan cintanya dengan romantis telah kandas akibat ulahnya sendiri..


"hah kau menyebal kan...!! pakai cincin itu..!! dan jangan coba coba melirik lelaki lain..!! atau akan ku congkel mata pria itu di depan mu...!!"


oh astaga edward....apa yang kau katakan ...??


edward berdiri dan menghempaskan pantatnya dengan kasar..


dia kesal pada dirinya sendiri..


luna tetap diam...


dia memandang edward yang gusar sendiri..


teees....


cairan bening menetes dari kelopak mata luna..


dia menengadahkan kepalanya menahan air itu agar tak semakin deras terjatuh..


edward yang menyadari luna menangis pun beranjak dan mendekatinya


dia bersimpuh di hadapan luna kemabali dan membawa tibuh mungil itu ke dalam dekapan nya..


seketika luna terisak dalam pelukan edward..


"apa aku menyakiti mu..?" tanya edward sembari terus membelai surai hitam milik luna ...


mencoba memberi ketenangan lewat elusan tangan nya..


"hei..." edward mengurai pelukan nya dan menangkup wajah luna


di hapusnya air mata yang masih merembes lewat celah kelah kelopak matanya..

__ADS_1


kemudian dia merapikan rambut yang berantakan akibat pelukan nya...


"katakan...kau kenapa..?" ucap edward lembut..


kata kata kasar dan keras edward menguap begitu saja...


edward si singa PMS telah luluh dengan luna..


luna menggeleng...


dia belum siap menceritakan semuanya pada edward,belum saat nya...


"jangan membentak ku...aku kaget..."rengek luna mencoba mengalihkan fikiran dan pandangan menyelidik edward..


edward tersenyum dan kembali memeluk luna sekejab..


dia mencium kening luna dan berkata "maaf..."


"uhuk...uhukk..uhukk..."


benar kan ....


mike kembali tersedak ludahnya sendiri mendengar tuan nya kembali mengucapkan maaf pada luna...


edward melayangkan tatapan menghunus nya ke arah edward..


seketika mike membungkuk kan badan dan berkata "maaf tuan " dari kejauhan..


edward berdiri dan kembali duduk di kursinya..


"em ---


"edward...aku lapar..." luna memotong kata kata edward sebelum dia menyelesaikan ucapan nya..


memang benar,bukan kah luna belum makan sejak dia berangkat tadi...


dan dari tadi dia sudah mencium aroma sedap masakan...


coba bayangkan...betapa keroncongan nya perut luna..


"huhf...." edward mendengus...


mencoba menahan amarah nya...


dia paling tidak suka di sela ucapan nya...


namun ini luna...


baiklah...kali ini dia akan mengalah...


pok....pok...


edward menepuk dua kali tangan nya


dan chef pun mengerti mereka menyajikan makanan yang telah mereka masak...


dan akhirnya...


mereka makan malam dengan hikmat di pinggir pantai


di temani semilir angin dan cahaya senja yang sangat indah...


tanpa luna ketahui...


ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka..


namun insting seorang edward tidak dapat di ragukan lagi..


dia masih membiarkan nya ...


selagi dia tidak mengusik kehidupan baru luna dan edward...

__ADS_1


__ADS_2