
elxi tersedak ludahnya sendiri kala memdengar pertanyaan dari edward...
"pelan pelan el..." luna menepuk nepuk punggu elxi
edward terus memandang gerak gerik elxi yang terlihat salah tingkah
"jawab..." dia bersidekap dada dan menyandarkan tubuh nya..
masih menatap elxi dengan tatapan tajam nya...
"edward... kamu tidak lihat elxi sedang apa..??" sungut luna
dia tidak terima jika anaknya terus di pojokan oleh papahnya sendiri
"baik lah ...aku tunggu di ruang keluarga.." edward beranjak
dia mengabaikan makanan yang masih setengah di atas piring..
"ma...." elxi memegang tangan luna sedikit takut...
bukan takut tepatnya khawatir...
dia khawatir ini semua akan berimbas dengan kebebasan nya...
dia risih jika harus membayangkan di belakangnya selalu ada algojo yang terus mengikuti nya...
"temui papa mu...katakan yang sebenarnya..."
"apa papah sudah tau...? "
"kamu tau siapa papah mu...jadi... jangan sekali kali membohongi papah mu.." nasehat luna...
memang benar...
edward sudah tau segala nya...
tapi dia ingin mendengar langsung dari mulut anak sulung nya..
dan kini sudah ada mereka ber 3 duduk di sofa empuk ruang keluarga,mereka diam tidak ada yang bersuara,suasana di ruang keluarga sungguh berubah menjadi sangat menegangkan..
__ADS_1
elxi bagai tersangka dalam pengadilan..
"el...." suara dingin edward semakin membuat suasana semakin canggung..
"em... pah ...ini tidak.. tidak seperti yang papah fikir kan..." dia mencoba memberanikan diri untuk bicara
"lalu...?" tanya edward ,
"aku dan dia tidak ada hubungan apa apa,bahkan nama nya pun aku tidak tau..." jawab elxi jujur
memang benar bukan ...
elxi memang hanya tau jika nama lelaki itu adalah jho..
"aku juga tidak tau kenapa dia selalu mendekati ku ..." jelas elxi lagi...
dia bingung harus bagaimana menjelaskan nya.. dia meremas kedua tangan nya,cemas ...
semakin cemas lagi ketika edward tidak sedikit pun berkomentar ,dia hanya bersidekap dan memandang elxi dengan tajam,
"pah.... plis... jangan seperti itu..." sungguh ini pertama kali bagi elxi ,
ha...??
maksudnya ..??
"kau sudah selesai berbicara..??" tanya nya lagi..
elxi tidak menjawab,dia masih bingung dengan sikap papah nya..
"kau sudah dewasa,aku tau kau pun butuh seseorang yang mampu memberimu semangat,teruskan jika kau suka,namun jangan beri harapan jika kau tidak suka..."
"aku tidak peduli dia siapa,jika kau nyaman ,papah tidak bisa berbuat apa apa..."
nyes....
sungguh perkataan edward mampu menyiram suhu panas dalam diri elxi,dia merasa tersanjung dengan kalimat papa nya ..
ini kah papa yang selama ini dia nilai tidak memperhatikan nya ..??
__ADS_1
greb...
elxi menubrukan tubuhnya ke dada sang papa,dia tersedu di sana...
sungguh ...
dia merasa bersalah karena telah berprasangka buruk pada papa nya
luna yang melihat pemandangan itu pun merasa sangat terharu...
edward membuka tangan sebelah kanan nya,memberi isyarat kepada luna,tanpa kata luna pun maju dan memeluk edward...
kini dua wanita yang sangat di cintai edward berada dalam dekapan nya,dekapan yang sangat dia rindukan selama ini...
hanya karena ke salah pahaman membuat mereka berjarak,kini...
jarak itu semakin menghilang...
kehidupan edward kembali hangat seperti saat anak anak nya masih kecil dulu...
cup.. cup...
edward mencium kedua kepala beda usia itu...
"ingat lah...papah selalu mencintai mu..."
"dan kau.... " luna mendongak
"terimakasih untuk selalu berada di samping ku .. aku sangat sangat mencintai mu..."
cup..
satu ciuman berlabuh di bibir luna..
kemudian edward mendekatkan mulutnya ke telinga luna,dia berbisik "kau harus membayar kata cinta ku .."
mata luna melotot...
suami nya ini selalu saja bisa memanfaat kan suasana,
__ADS_1
dasar licik....!!