
edward terus melajukan mobilnya dengan santai,satu tangan dia gunakan untuk memegang kendali dan satu tangan dia gunakan untuk terus mengenggam tangan luna..
berkata dengan tindakan,bahwa edward akan selalu ada di sisi nya..
mobil memasuki gerbang besar yang melindungi sebuah bangunan bercat putih tanpa tulisan..
terdapat banyak anak remaja dengan berbagai kegiatan di sana..
"kita turun??" lagi...
tatapan lembut edward mampu membuat luna luluh ...
"selamat sore tuan..." sapa seorang ibu paruh baya yang menggendong anak kecil berusia sekitar 5 tahun..
edward tersenyum kecil pada wanita itu,dan melangkah maju menuju ruangan bertuliskan kantor..
semua orang di sana menghentikan kegiatan nya dan menunduk memberi salam pada edward dan luna..
"duduk lah.." edward menuntun luna untuk duduk di sofa pojok ruangan..
"sudah lama tuan tidak ke sini..apa semuanya baik baik saja..?" wanita paruh baya tadi duduk di depan edward dan luna,kini dia hanya sendiri..
"ya...bagaimana di sini??"
"semua berjalan seperti semestinya tuan,tentu semua berkat tuan.."
"jangan terlalu memuji ku,kau tau siapa aku.."
"ini adalah luna istriku,kau tau tugas mu,lakukan sekarang..." lanjut edward
"baik tuan..mari nona ikut saya.."
luna menoleh memandang edward,dia mengangguk tanda setuju jika luna mengikutinya
luna memang membutuhkan penjelasan.. tapi kenapa bukan edward yang menjelaskan nya??
"perkanalkan saya adalah asih ,pengasuh sekaligus pengurus di tempat ini.." wanita paruh baya itu mulai memperkenalkan diri
"apa nona sudah tau siapa tuan edward sebenarnya?"
luna menghentikan langkah nya,dia bingung harus berkata apa
"duduk lah nona.."
kini mereka tengah duduk di depan bangsal dengan kaca besar ,terdapat banyak wanita wanita dengan penampilan rapi ,namun kenapa mereka di kurung di sana..??
"tuan edward adalah anak tunggal dari tuan Arthur,seorang mafia yang tak pandang bulu dengan korban nya,dia akan membunuh siapa pun yang sekiranya menghalangi jalan nya..." jelas ibu asih,raut wajahnya datar ..
luna menoleh melihat wajah ibu asih..
tidak ada yang tahu apa sebenarnya yang ada dalam fikiran ibu itu..
__ADS_1
jadi benar edward adalah seorang pembunuh??
"mereka adalah istri istri korban yang telah di bunuh oleh tuan Arthur,sudah berbagai pengobatan mereka jalani,namun guncangan mental yang menerpa mereka membuat mereka tak mampu lagi untuk kembali.." kini raut wajahnya berubah sendu
tes....
luna meneteskan air matanya..
dia merasakan kesakitan yang mereka rasakan..
"silahkan nona.." ibu asih menyodorkan tisu pada luna..
pertanyaan demi pertanyaan di benak luna semakin menjadi,jika mereka semua korban ayah edward,lalu kenapa mereka semua ada di sini,siapa yang membangun dan mendirikan tempat seperti ini??
"termasuk mereka semua.." ibu asih memandang sebuah taman yang berisi banyaknya anak anak yang sedang bermain di sana
"semua yang ada di sini adalah korban dari tuan Arthur.."
apa..??
semua..??
luna benar benar tak dapat membayangkan,betapa kejam nya ayah edward..
"apakah nona membenci tuan edward..?? "
kening luna mengeryit bingung.
"ya... saya pun membencinya..."ibu asih mengepalkan tangan nya
"karena dia adalah anak dari tuan Arthur,tuan Arthur melakukan ini semua untuk anak nya,jika bisa, saya ingin sekali membunuh keturunan tuan arthur.."
deg...
jantung luna berpacu kencang..
keturunan tuan arthur??
dia memundurkan langkah nya,memeluk perutnya dengan waspada,sedikit takut dan ngeri pada wanita di samping nya ini..
luna menengok kanan kiri..
tidak ada siapapun di sana..
sepi...
hanya luna dan ibu asih ,di sebuah lorong ruangan yang kini mulai terasa menyeramkan...
ibu asih memandang luna dengan tatapan tajam nya,dia maju..
"stop...!! " teriak luna..
__ADS_1
keringat dingin mulai menganak di pelipis nya..
"jangan takut nona..saya tidak akan melakukan apa apa.." ucap ibu asih...
dia mengenggam tangan luna yang sedikit gemetar..
"tapi kebaikan yang di lakukan tuan edward membuat niat saya berubah nona,saya bersedia mengorbankan seluruh sisa usia saya untuk nya,jika perlu nyawa saya.."
apa maksud wanita ini??
"tuan edward membangun tempat ini bertujuan untuk menebus semua kesalah tuan Arthur,dia membawa seluruh korban untuk di obati,di fasilitasi sesuai dengan kebutuhan mereka..termasuk saya..."
jadi..
ibu asih adalah salah satu korban nya??
"bagi mereka yang trauma,akan di beri penanganan oleh ahlinya,mereka juga di sekolahkan sesuai dengan usia mereka.." lanjut ibu asih,kini wajahnya berubah ceria melihat anak anak tertawa dengan riang di sana..
di sebuah ruangan yang terdapat banyak sekali permainan di sana..
kali ini ibu asih membawa luna ke belakang bangunan besar itu..
terdapat banyak nisan di sana...
"dan di sini adalah para korban tuan Arthur,tuan edward menguburkan semua korban ayah nya yang di geletak kan begitu saja di sini,di usianya yang masih sangat kecil,tuan edward mampu memikirkan nya samapai sejauh ini..."
"berharap kelak suatu saat ,ketika mereka semua mengetahui siapa tuan edward,mereka dapat memberi ampunan pada ayah dan tuan edward..."
luna menyusuri dan membaca setiap tulisan pada nisan itu ...
mencari kemungkinan terkecil dapat melihat nama ayah dan ibunya di sana..
namun nihil ...semua tulisan telah ia baca,tak ada satupun nama yang luna ingin kan..
"apa nona mencari sesuatu..?"
luna menggeleng ..
"mari ikut saya..."
luna menurut,dia mengikuti ibu asih...
dia di tuntun menuju empat buah makam yang terlihat sangat terawat dan indah..
di atasnya terdapat atap yang memayungi dua makam itu agar terhindar dari terik mata hari..
entah kenapa hati luna semakin bergemuruh kala kakinya semakin dekat dengan makam besar yang terlihat sangat indah itu..
semakin dekat kakinya semakin melemas,
dan brug ..
__ADS_1
"NONA....!!"