Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta
Akhirnya


__ADS_3

Ehhheemm...


Suara deheman tersebut langsung mengejutkan Diana dan George yang duduk saling berdekatan,karna saking terkejutnya George hanya menatap Aji dengan tidak mengedipkan matanya sama sekali.


Eehheeemmm...


Deheman kedua barulah kesadaran George mulai kembali,segera dia membangkitkan diri dan menyapa kedua orang tua Diana.


" Selamat pagi Om.. Tante..., maaf mengganggu istirahat kalian berdua " ucap George sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal,dia ingin sekali menghilangkan kecanggungannya.


Diana yang menatap George malah tertawa cekikikan bersama Mamanya.


" Hei siapa lelaki bule itu ? " Mama menyenggol tangan Diana pelan.


" Maunya dia di sebut apa Ma? " tanya Diana sambil mengedipkan matanya berkali - kali.


" Siapa namamu anak muda ? dan apa yang membuatmu ke sini pagi - pagi buta begini,apalagi berdua dengan anak saya ??!! " suara Papa menuntut George agar segera menjawab pertanyaannya.


" Kenalkan Om nama saya George,asal saya dari London. Saya kemari karna ingin mencari seseorang,selain itu saya juga ingin meminta ijin untuk meminta Diana menjadi tunangan saya " jawab George gugup.


" Apa yang akan kau berikan untuk anakku kalau aku mengijinkanmu untuk menjadi tunangannya ? " tanya Papa lagi sambil menatap tajam mata George.


Karna ini pengalaman pertama pantas saja apa bila George merasa gugup,saking gugupnya dia hampir saja tidak bisa berkata dengan jelas.


Tapi semua itu masih bisa di atasi oleh George,dan dia mantap menjawab semua pertanyaan Papa Diana.


" Kebahagiaan yang akan saya berikan Om,saya juga seorang CEO dan perusahaan tersebut berada di Bangkok " jawab George dengan tepat,jelas dan lantang.

__ADS_1


Diana yang melihat keseriusan George menjadi terharu,namun ketegangan itu semua menjadi hilang setelah Mama Rita menghampiri mereka dengan membawa secangkir teh dan sepiring biscuit.


" Sudah jangan berbicara dengan tegang begitu, kasian George " ucap Mama sambil menyuruh tamunya meminum minumannya.


_______


Apartemen Gean


Gean mendapat telpon dari Papanya,dia ingin masalah perusahaan segera diambil oleh Istrinya Meli dan Gean yang menjadi penasehatnya bersama dengan Papanya.


Mengingat Gean belum sembuh dengan sempurna.


" Sayang Papa menyuruh kau menjadi CEO di kantornya,apa kamu bersedia ? " tanya Gean sambil mengayunkan tongkatnya menuju ranjang tidurnya.


" Apa Mas,aku ??, aku gak bisa Mas " jawab Meli ragu apakah dia bisa melakukannya atau tidak.


" Kamu pasti bisa,aku dan Papa akan mengajari dan membimbingmu " ucap Gean memberi semangat untuk istrinya.


Memang benar dia sangat membutuhkan Istrinya tersebut,tanpa Istri dan Papanya dia tidak mungkin bisa menjalani kehidupannya.


_____


Hari ini banyak sekali kegiatan yang di lakukan Gadis di dalam butiknya,karna dia akan mengadakan Event Fasion Show yang akan diadakan di London dan Jakarta.


Dia begitu serius dengan pekerjaannya sekarang,berharap nanti dia bisa bertemu dengan kekasihnya Gean di Jakarta.


Gadis mengirim pesan kepada kakaknya.

__ADS_1


" Apakah Koko sudah menemukan alamat Gean ? "


Karna menunggu balasan kakaknya yang lama akhirnya Gadis mengabaikannya.


Di rumah Diana,George mulai meminta bantuan Diana agar dia mau mengantarnya ke Rumah Sakit untuk mencari alamat rumah Gean.


Sesampai di Rumah Sakit,Diana menemui petugas yang sedang berada di depan Recepsionis.


" Selamat siang kak,apakah saya bisa meminta tolong ? " tanya Diana sopan.


" Boleh Kak silahkan " jawab petugas tersebut.


" Sebelas bulan yang lalu apakah ada pasien dari Malaysia di pindahkan ke Rumah Sakit ini ? " tanya Diana lagi.


" Sebentar saya cek dulu ya Kak " jawab petugas dengan ramah.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya petugas itu memanggilnya.


" Kak,di sini tertera Rumah Sakit Malaysia mereka memindahkan rawat inap Gean Bangun Irawan di Rumah Sakit ini. Namun beberapa bulan kemarin dia sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter " petugas tersebut mengatakan dengan jelas.


" Em,,kalau begitu bisakah saya meminta alamatnya " tanya Diana,dia berharap segera mendapatkan alamat tersebut.


" Maaf Kak,itu privasi Rumah Sakit,bahwa tidak boleh memberikan informasi apapun kepada orang lain " penjelasan itu dapat di terima oleh Diana.


" Bagaimana ini George mereka tidak bisa memberikan alamatnya karna privasi Rumah Sakit " Diana merasa dirinya gagal karna tidak dapat membantu kekasihnya.


" Jangan bersedih dulu Kak,besok jadwal terapi Tuan Gean mungkin besok anda bisa kembali lagi ke sini " ucap salah satu petugas tersebut menyela perkataan Diana dan George.

__ADS_1


Mendengar kata - kata dari petugas akhirnya senyum mereka mengembang dan saling berpelukan satu sama lain.


" Trima kasih sudah memberitahu Kak " Diana tersenyum kepada petugas tersebut dan berlalu meninggalkan Rumah Sakit tersebut.


__ADS_2