
**Hai All,aku kembali lagi nih.. Maaf lama gak update karna ada pekerjaan yang menyita waktu,aku sedih karna proses reviewnya lama sampai 3 harian.
Aku juga minta dukungannya dong,karna pembacaku makin dikit nih. Minta vote ya bagi yang punya poin lebih,supaya aku semangat nulisnya.
Happy Reading** !!
*******
****London****
Sekitar pukul sebelas siang Gadis sampai di London,ia tak langsung pulang melainkan pergi menuju Butiknya.
Mama Lili yang sedang sakit di rumah membuat Papa Daniel kebingungan untuk membujuk istrinya agar dia mau makan dan meminum obatnya.
Lili begitu merasa di tinggalkan oleh putri kesayangannya,karna keputusan Gadis menikah dan menetap di Indonesia membuat hatinya terluka.
Saat sedang membujuk istrinya untuk makan tiba - tiba Gio karyawan Gadis di butik menelponnya. " Maaf bu saya ingin memberitahukan kalau sekarang Mbak Gadis sudah kembali ke London karna ada fashion Week yang sebulan lagi akan di adakan. Kalau Ibu mau saya jemput untuk bertemu Mbak Gadis saya akan menjemput Ibu sekarang juga " Dio tau kalau Mama Gadis sakit gara - gara memikirkan anaknya.
" Benarkah Dio,Ibu mau kesana sama Bapak sekarang " seketika wajah Lili berubah menjadi kemerahan bukan pucat,dia sangat senang mendengar anaknya pulang.
" Ada apa Ma " tanya Daniel bingung.
__ADS_1
" Ayo cepat kita ke butik,Anak kesayanganku pulang Pa " Lili begitu antusias dia menyeret tangan suaminya agar dia lebih cepat bertemu dengan putri kesayangannya.
" Iya Ma tapi pelan - pelan Mama kan lagi sakit " Daniel sungguh sabar menghadapi sifat istrinya.
______
Dua puluh menit berlalu,mereka sudah berada di depan butik milik Gadis.
Lili berlari masuk ke dalam butik tak sabar ingin cepat - cepat bertemu dengan anaknya.
" Dio mana Gadis ? " tanya dio saat dia sampai di dalam butik.
" Noni kenapa tidak mengabari Mama,apa kamu sudah lupa sama Mamamu ini. Hmm ?? " Lili berteriak melampiaskan kemarahannya.
" Ma,maafin Noni. Noni sangat sibuk,lagian Noni juga baru sampai " Gadis memeluk tubuh Mamanya. " Mama sakit ya,kok badannya panas gini " Gadis memegang kening Mamanya.
" Mama sakit gara - gara kamu Non,kami berdua tidak setuju kamu menikah dengan lelaki buta dan lumpuh itu. Seperti tidak ada lelaki lain saja. Papa akan kenalkan kamu dengan lelaki yang lebih sempurna dari Gean,dan Papa yakin kau akan jauh lebih bahagia dengan lelaki pilihan Papa dan bukan si Gean itu " Papa marah dan membuat Gadis dan tamunya menatap ambigu ke arah Daniel.
" Pa tapi aku sangat mencintai Gean,dan maaf Romi sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pembicaraan kita,ku mohon atur kembali jadwalnya dan silahkan tinggalkan kami " Gadis memohon sambil mengatupkan kedua tangannya,tanda permintaan maafnya.
" Baik aku faham kalau begitu aku mohon diri Om dan Tante " Romi meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
______
Di dalam perjalanan Romi menuju kantornya tak sengaja dia tadi mendengar kalau Gadis telah menikah dengan lelaki buta dan lumpuh.
Akhirnya dia memikirkan sesuatu agar Gadis meninggalkan suaminya dan berpaling kepadanya.
Karna dari awal dia bertemu Gadis tujuh bulan yang lalu,Romi sudah diam - diam menyukainya namun dia enggan untuk mengungkapkannya. Karna ia belum yakin akan perasaannya,dan sekarang dia yakin akan cintanya lagi pula kedua orang tua Gadis tidak setuju apabila dia menikah dengan suaminya.
*
*
*
*
*
*
Segini dulu ya,kalau besok selesai di riview aku janji akan crazy up yaa...
__ADS_1