
Siang itu Meli dan Ardi sudah berada di kantor,Meli sengaja ikut mertuanya karna dia tidak ingin di kehamilannya ini hanya berdiam diri saja di rumah. Dan mertuanya pun hanya mengiyakan permintaan Meli agar dia senang,karna hormon ibu hamil suka berubah - ubah.
Gean yang tidak mengetahui Meli ke kantor sedang mencarinya dengan menanyai Asisten rumah tangganya.
" Bi mana Meli ? " tanya Gean yang sudah berada di meja makan bersama Gadis.
" Nona muda sedang ikut Tuan ke kantor Den " jawab Bibi.
" Wah bagus kalo gitu,kalau hamil memang sebaiknya di pakai kerja tidak boleh bermalas - malasan,kalo aku belum kepikiran tentang hamil karna aku tidak mau kehamilanku mengganggu karierku nantinya " ujar Gadis sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Gean tidak bersuara karna dia sudah lelah berdebat dengan Gadis saat itu,setelah makan Gean berencana akan menyusul Papanya ke Kantor. Karna Ia akan menyelesaikan pekerjaannya yang terbengkalai karna kapan hari sibuk mengurus pemakaman Ibu Meli.
Namun di tengah - tengah Ia melakukan sarapan yang hampir siang,suara hape Gean berdering. Ada nama Alexa di sana,sebelum menerima telpon Gean memandang ke arah Gadis terlebih dahulu.
" Sayang kenapa gak segera mengangkat telponnya,siapa yang telpon kamu ?? " tanya Gadis karna Gean terlalu lama mengabaikan panggilannya tersebut.
__ADS_1
" Asisten Papa di Kantor,mungkin masalah Kantor maklum beberapa hari ini aku tidak ke Kantor " jawab Gean dengan santai,karna dia tidak ingin Gadis tau tentang Alexa.
" Kan ada Papa kamu,kenapa masih menghubungimu Sayang ? " tanya Gadis kembali,kali ini Gadis menatap Gean serius.
" Hanya memberitahu kalau aku harus menandatangani beberapa dokumen saja,kau lanjutkan makannya aku akan bersiap ke kantor. Oiya hari ini kamu ada acara ?! " tanya Gean sebelum bangun dari tempat duduknya.
" Iya aku mau ke Apatemen temanku,sudah lama kami tidak bertemu " jawab Gadis sambil meminum air putih di depannya.
" Pasti kau akan bertemu dengan pria kekasihmu itu,tunggu permainanku di mulai Dis. Kau sudah menghianati ku " gumam Gean sambil pergi meninggalkan Gadis di meja makan.
Gean meminta Gadis untuk satu mobil dengannya,karna Gean ingin tahu di Apartemen mana tempat lelaki itu tinggal.
" Aku akan ikut mobilmu kali ini,lagian kau juga belum bisa melihat pasti apa yang ku lakukan kau juga tidak mengetahuinya,bahkan kalaupun Meli memberi tahumu yang tidak - tidak aku akan bersandiwara di depanmu. Agar kau mempercayaiku tapi tidak dengan Meli " batin Gadis,kemudian dia masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumah tersebut.
Empat puluh menit perjalanan akhirnya dia berada tepat di depan Apartemen tersebut,kebetulan di sana sudah berdiri seorang laki - laki yang ingin di temui oleh Gadis.
__ADS_1
Gean juga melihat begitu mesranya Gadis memeluk dan mencium pipi lelaki tersebut di sana.
" Den boleh saya menanyakan sesuatu ? " tanya Pak Tono supir pribadi keluarga Ardi.
" Ada apa Pak ? " tanya Gean tanpa curiga dengan apa pun yang akan di tanyakan oleh supirnya.
" Em,maaf sebelumnya saya tau anda sudah bisa melihat begitupun semua anggota keluarga yang lain. Tapi kenapa di depan Nona muda Gadis anda berpura - pura belum melihat ? " tanya sopir heran.
" Saya memang ingin tahu apa yang di kerjakan Gadis di luar sana Pak " jawab Gean enteng.
" Wah anda seorang yang jenius Den,semoga anda tidak salah memilih Istri yang baik ya " ujar Sopir sambil terus fokus ke jalanan,dan beralih menuju Kantor Bangun Irawan.
Tak berselang lama mereka sampai di tujuan dan langsung menuju lantai atas kantor tersebut.
******
__ADS_1
Di dalam Apatemen apa lagi yang di lakukan Gadis tentu saja hanya sekedar bersenang - senang dengan Romi,begitu juga dengan Romi dia sangat tergila - gila dengan Gadis bahkan bersamanya berlama - lama akan semakin membuat Romi pikirannya tidak waras.
Bukan tidak waras karna gila tapi tidak waras dengan apa yang mereka lakukan berdua,apa lagi kalau bukan Sex dan Sex.