Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta
Rencana balas dendam


__ADS_3

" Sayang maafkan kesalahanku tidak memberitahukanmu masalah kesehatan Papa,aku terlalu shock dan panik saat tadi sore Papa tak sadarkan diri. Aku langsung membawa Papa ke Rumah Sakit dan melupakan hapeku yang ketinggalan,aku panik sekali takut terjadi sesuatu kepada Papa " Meli meminta maaf dengan tulus bahkan ia menangis di dalam pelukan Gean.


" Iya aku ngerti,jangan bersedih lagi kasian Papa. Oiya kenapa Papa gak di rawat saja ? " tanya Gean yang masih memeluk Meli.


" Papa yang tidak ingin di rawat Mas,Papa tau kalau di rumah dia akan merasa lebih tenang karna Gadis tidak akan berani masuk ke dalam rumah ini " jawab Meli sambil sesekali mengelus pipi Ardi yang mulai berkerut karna sudah mulai menua.


Tak lama Cessa yang bertugas menjadi bodyguard menelpon Gean.


" Halo Ces,apa ada informasi penting ? " tanya Gean.


" Sebaiknya Tuan berhati - hati mulai sekarang,karna Daniel mulai mengajak James untuk ikut ke pasar dunia bawah. Takutnya Daniel akan mengirim mata - mata ke kantor Tuan dan menghancurkan keluarga Tuan pelan - pelan " Cessa memperingatkan Gean.


" Baik mulai saat ini aku akan menambah anggota untuk berjaga di rumah dan di kantor,apabila ada yang mencurigakan segera hubungi aku. Kau tetap bersama Amel dan Tika ya,jangan sampai kau lengah menjaga mereka " Gean mulai dengan mode siaga mulai saat ini.


" Baik Bos " akhirnya pembicaraan mereka selesai. Gean yang saat ini masih di dalam kamar Ardi langsung meminta Noni untuk bertindak lebih cepat takut apabila Daniel dan Gadis akan melakukan perbuatan yang lebih nekat lagi. Karna saat ini Gadis sudah mulai melakukannya dengan menggagalkan beberapa proyeknya dengan klien - kliennya.


Kediaman Noni

__ADS_1


Saat ini Noni yang sedang berbincang dengan Rani melihat Nani yang baru saja datang dari shoping.


" Nani bisa kita bicara sebentar " dengan segera Nani mendudukkan tubuhnya tepat di sebelah Kakaknya,ia tau kalau Noni akan berbicara serius kali ini.


" Ada apa ? " tanya Nani dalam mode serius.


" Dari mana,dan pergi sama siapa ? " tanya Noni menyelidik.


" Sejak kapan,Kakak protektif terhadapku ?!" tanya adiknya tersebut.


" Ya taulah kak,aku kan pacarnya. Ada apa memangnya !? " tanya Nani lagi.


" Dia bekerja sama dengan Daniel,tadi siang anak buah kita melihatnya bersama Daniel dan Burhan di pelabuhan " jawab Noni sambil menatap mata adiknya dengan tajam.


" Benarkah,,aku akan segera menemuinya " jawab Nani dan pergi meninggalkan Kakaknya.


Saat Nani pergi dia menelpon James agar segera menemuinya kembali di kafe dekat rumah Nani.

__ADS_1


Setelah menunggu agak lama tibalah James di kafe yang mereka janjikan.


" Sayang baru saja kita ketemu,kenapa memintaku untuk kembali !! " gaya bicara James sangat keren sekeren dirinya saat mengenakan jaket hitamnya melihat ke arah Nani.



" Sayang kita perlu bicara,apa kau kenal dengan Daniel dan Burhan " ia memperlihatkan foto mereka berdua kepada James.


" Tadi siang mereka mengajakku untuk bekerja sama,Sayang !! " jawab James datar.


" Jadi hanya pertanyaan tak penting ini yang kau tanyakan,hingga mengajakku kembali bertemu ? " James tertawa kecil,dia menganggap bahwa pertanyaan kekasihnya tersebut tidak penting.


" Sayang tau kah kau,mungkin ini tak penting bagimu. Tapi ini penting bagiku dan juga Kakakku " Nani menunjukkan kesedihannya dan mulai meneteskan air matanya.


" Sayang kau kenapa ?,ceritakan semua padaku dan apa hubungannya dengan mereka berdua !! " tanya James sambil memeluk kekasihnya.


" Sesuai dengan penelurusan penyelidikanku dan anggota,Daniel adalah orang yang terlibat dalam pembunuhan Kakek dan Ibuku " mendengar kata - kata tersebut James sangat murka,dan berniat akan membantu kekasihnya membalaskan dendam. Dan merencanakan sesuatu yang yang dapat menjatuhkan Daniel dan beberapa anggotanya.

__ADS_1


__ADS_2