
Pagi ini Gean sibuk dengan hapenya,terlihat dia sedang menghubungi Dokter untuk berjanjian datang siang nanti.
Sedangkan Meli sedang sibuk di dapur untuk memasak dia di temani oleh Bibi,Ardi yang baru saja keluar dari kamarnya menghampiri Meli di meja makan.
" Mel,di mana suamimu ? " tanya Ardi.
Meli terkejut dengan suara Mertuanya memandang ke arah sumber suara " Papa mengagetkan saja,Mas Gean sedang memnghubungi Dokter Pa. Karna kami berencana untuk memeriksakan kandungan nanti siang " .
" Baguslah segera periksakan calon cucu Papa,dia harus sehat di dalam sana " ujar Ardi sambil melihat Meli yang sedang memasak.
" Papa apa mau minum kopi,Meli buatkan ya ? " tanya Meli karna dia juga sedang membuat kopi untuk suaminya.
" Boleh Mel,oiya apa wanita luar itu belum pulang ? " tanya Ardi sambil membaca koran pagi.
" Kelihatannya belum Pa " Meli meletakkan secangkir kopi dan sarapan di atas meja.
" Oiya mana Amel,Bi tolong panggil Amel untuk sarapan " titah Ardi.
" Baik Tuan " jawab Bibi sambil berlari menuju kamar atas.
__ADS_1
Belum sampai di panggil Amel dan Gean sudah keluar dari kamar,Bibi yang mengetahui hal itu urung memanggil mereka.
Mereka memakan sarapan mereka dengan tenang,setelah itu Amel berpamitan untuk pergi ke rumah temannya sedangkan Gean dan Meli pergi ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kandungannya. Hari ini Ardi tidak ke kantor karna semua pekerjaan di kerjakan oleh Asistennya.
•••••
Rumah Sakit
Meli dan Gean baru saja sampai di Rumah Sakit mereka langsing bertemu dengan Dokter Jiya untuk melakukan pemeriksaan.
" Selamat siang Dokter " ujar Gean yang menggandeng Meli menemui Dokter Jiya.
" Apa Ibu sudah pernah mengecek kehamilan Ibu sebelumnya , lalu kapan hari terakhir Ibu mengalami haid ?? " tanya Dokter dengan ramah.
" Terakhir saya haid dua bulan yang lalu Dok,saya juga belum pernah mengeceknya karna saya kira terlambat haid karna stres saja " jawab Meli dengan jujur.
" Mari Bu saya cek dulu,silahkan Ibu berbaring di sini. Sebentar ya Pak Ibunya saya priksa dulu " Dokter Jiya berbicara sambil tersenyum.
" Saya boleh ikut Dok,karna ini adalah kehamilan Iatri saya yang pertama ? " tanya Gean.
__ADS_1
" Em begitu ya,baiklah anda boleh ikut Pak " jawab Dokter lembut.
Dokter Jiya memeriksa perut Meli,sebelumnya Ia mengoleskan Gel di perut Meli lalu mengarahkan alat di atasnya.
Terlihat di monitor ada sebuah gambar buram di sana dan hanya Dokterlah yang tau maksut dari gambar tersebut.
" Lihatlah Pak,ini adalah kantung yang berisi janin Bapak. Dia berumur delapan minggu atau dua bulan,ukurannya juga masih kecil sekali seiring dengan berjalannya waktu janin ini akan makin tumbuh besar " terang Dokter Jiya sambil melihat Gean dan Meli yang sedang bergandengan tangan,mereka berdua sangat terharu dengan apa yang di terangkan oleh Dokter.
Setelah selesai memeriksa Meli Dokter kembali duduk di bangku kebesarannya.
" Pak.. tolong di jaga Istrinya ya,jangan di biarkan bekerja berat dahulu dan hindari stres karna apabila Ibu cepat lelah dan stres akan mengganggu perkembangan janin kalian. Selalu makan makanan yang sehat terutama buah dan sayur,kalian juga bisa konsultasi makanan apa yang baik untuk pertumbuhan tumbuh kembang janin di Rumah Sakit ini " ujar Dokter Jiya.
" Baik Dok,saya akan menuruti apa pesan Dokter " jawab Gean.
" Oiya Pak satu lagi mood Ibu hamil itu berubah - rubah karna hormonnya bertambah,jadi jangan kaget kalau nanti Ibu akan tiba - tiba marah ataupun sebaliknya " tutur Dokter.
" Benarkah Dok,wah berarti saya harus menjadi suami siaga dong Dok ?? " Gean tertawa bahagia.
Setelah melakukan pemiksaan Dokter Jiya memberikan satu resep vitamin kepada Meli, setelah itu mereka kembali pulang ke rumah,untuk memberi tahu kabar baik ini kepada Papa dan Ibu Meli.
__ADS_1