
**Di lanjut lagi yukk...
Happy Reading**!!
************
Hari ini Gadis pulang dari London,sopir Ardi yang menjemputnya.
" Mari Non saya bawakan kopernya " Bang Ali membawa koper Gadis dan membawanya ke dalam mobil.
" Kemana Gean Bang,kenapa Gean gak menjemputku ?! " tanya Gadis.
" Em,Tuan muda sedang sibuk di kantor Nona " Bang Ali takut keceplosan apabila Gean akan berpura - pura buta apabila ada di hadapan Gadis.
" Sejak kapan dia pergi ke kantor " tanya Gadis sambil terus sibuk dengan hapenya.
" Sejak seminggu ini Nona,apabila tidak ada yang ketinggalan lagi bolehkah saya menjalankan mobilnya Nona ? " tanya Bang Ali.
" Tidak,ayo pergi ke kantor " jawab Gadis.
" Loh kok ke kantor Non,bukannya mau pulang dulu "
" Katanya Gean di kantor,ya udah ke kantor aja jangan bawel !!" Gadis sungguh jengkel dengan Ali yang yerus saja bertanya.
" Ba baik Non " Ali langsung menjalankan mobilnya menuju ke kantor Bangun Irawan.
Perjalanan dari Bandara ke kantor sekitar empat puluh lima menit,begitu sampai di kantor Gadis langsung saja menyelonong masuk ke ruangan CEO di sana ada Gean dan Papanya sedang berdiskusi mengenai pekerjaan.
__ADS_1
" Sayang aku pulang !!" Gadis mencium dan memeluk tubuh Gean tanpa menghiraukan Papa mertuanya di sebelahnya.
"Dasar wanita luar tidak punya sopan santun,pulang pergi seenak jidatnya. Gak pernah sekalipun bersikap sopan kepada orang tua " Ardi mendumel sendiri tapi masih bisa di dengar oleh Gadis.
" Ehh... ada Om,maaf Om gak liat. Cuman liat Suamiku saja " ujar Gadis cengengesan.
" Gadis bisa gak kau menghormati Papaku ?! " Gean membentak Gadis.
" Ge kau membentakku cuman gara - gara lelaki tua itu !! " suara Gadis tak kalah tinggi dari Gean.
" Dan lelaki tua yang kau sebut itu Papaku,bahkan Meli pun sangat hormat kepadanya " ingin sekali Gean menampar Gadis namun di urungkan karna Gean berniat untuk berpura - pura buta di depan Gadis.
" Ge kau menyakiti hatiku,hiks.. hiks.... " Gadis berakting menangis agar Gean luluh padanya,dan berhasil Gean tak bisa membiarkan seorang wanita menangis di hadapannya.
" Sudahlah kalau begitu bantu aku berjalan kita pulang " ajak Gean.
Tanpa menjawab Gean mengedipkan matanya kepada Ardi,dan Ardi tau kalau anaknya sedang bersandiwara di depan Gadis.
________
Rumah kediaman Bangun Irawan
Baru saja Gadis dan Gean sampai tak lama ada bel rumah berbunyi.
Tring... Tring....
Asisten rumah itu membuka pintu,ternyata ada paket yang di tujukan kepada Gean.
__ADS_1
Gadis yang saat itu baru saja keluar dari kamarnya melihat ada sebuah kotak paket di tangan asistennya.
" Itu apa Bi ? " tanya Gadis.
" Paket Non untuk Den Gean " Bibi memberikannya kepada Gadis.
Gadis mengecek pengirim kotak tersebut tapi tidak tertera di sana,karna penasaran Gadis langsung saja membuka kotak tersebut.
Dan betapa terkejutnya saat kotak itu terbuka,ada beberapa buah foto Gadis bersama Romi saat berada di London. Ada juga sebuah surat dan surat itu juga di baca oleh Gadis.
To : Gean di Indonesia.
" Semoga foto ini menjadi hiburan kepenatanmu Gean Bangun Irawan "
From : N & N ( Black Devil )
Gadis tau betul siapa Black Devil ini,Ia adalah sebuah kelompok Mafia yang cukup terkenal di London.
" Yang ku kira orang biasa ternyata aku salah " gumam Gadis.
"Ternyata Gean mempunyai teman seorang mafia di London " ujar Gadis lirih sambil tersenyum terseringai. Ia menyembunyikan foto - foto tersebut di balik vas bunga yang berada di sisi tangga rumah tersebut.
______,
**Sampai sini dulu ya,habis maghrib kita lanjut lagi,Ok!!..
Jangan lupa bagi vote dan tinggalin jejaknya ya,beri komentar terbagus biar bisa jadi motifasiku dalam mengetik suatu cerita**.
__ADS_1