Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta
Ardi meninggal


__ADS_3

Noni yang melihat rekaman video permintaan Daniel yang kurang ajar tersebut makin geram,terlihat tangannya mengepal siap untuk menyerang apa saja yang ada di hadapannya.


Bahkan saat adegan tak seronoh itu terjadi,adegan yang memperlihatkan bahwa Calista di permainkan oleh kedua lelaki biadab tersebut.


Dalam fikirannya,kenapa Calista menyerahkan dirinya hanya demi membelanya ya dia ingin mengetahui kejahatan yang Daniel dulu telah tega membunuh Kakek dan Ibu Nonanya.


******


Rumah Ardi


Gean yang sedang melakukan sarapan pagi dengan Meli di kejutkan dengan ketukan pintu di rumahnya,karna penasaran dengan ketukan pintu yang semakin keras akhirnya Gean berinisiatif membuka pintu tersebut.


Saat pintu terbuka lebar,Gean begitu terkejut karna yang datang adalah Gadis bersama teman lelakinya. Siapa lagi kalau bukan si Romi.


" Kau !! ,ada urusan apa kau kemari ?! bukankah kita sudah berpisah ?? " Gean memandangnya dengan sinis.

__ADS_1


" Aku cuma mau bilang,kalau aku hamil dan ini adalah anak kamu !! " Gadis melakukan aktingnya dengan berpura - pura menangis,dan mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya.


Dengan perasaan yang terkejut Gean menerima amplop yang di sodorkan oleh Gadis.


" Apa ini ? " tanya Gean curiga.


" Baca saja kau pasti akan tau !! " jawab Gadis.


Gean membaca surat tersebut,sebuah keterangan dari Dokter bahwa Gadis hamil dan seratus persen adalah anak Gean.


Gean sangat marah setelah membaca lembaran surat tersebut,di remasnya surat itu dan di lemparkan ke depan muka Gadis.


Namun kegiatan itu segera di hentikan oleh Meli.


" Berhenti Mas !! " Meli berteriak dan berlari ke arah Gean dengan memegang perutnya yang sedikit menonjol.

__ADS_1


" Kenapa kau datang lagi Dis,tidak puaskah kau membuat keluarga kami hancur " Meli sudah tidak bisa menahan emosinya dan berusaha menghampiri Gadis,ingin sekali ia menampar wajahnya yang masih bisa menemui mereka setelah apa yang sudah di perbuatnya.


" Jangan mengotori tanganmu sendiri Mel,kau sedang hamil biar aku saja yang menghabisi mereka berdua. Karna telah mengganggu Papa dan Perusahaanku " jawab Gean Geram.


" Hahaha.. hanya itu yang bisa kau lakukan Ge,bahkan ini bukan seberapa aku akan segera menghabisi tua bangka tersebut dan pastinya bayi yang ada di rahimmu. Supaya kau bisa merasakan sakit yang ada di dalam hidupku,bahkan aku sudah di buang oleh suamiku sendiri. Itu semua karna kamu Mel,karna kamu. Bahkan Papi ku juga sudah berhasil membunuh Ibumu,orang yang sangat kau cintai " Gadis terus saja tertawa keras karna merasa menang,dan senang melihat keluarga Gean sedih.


Karna mendengar suara keributan dan ketawa Gadis yang begitu nyaring,akhirnya Ardi bangun dari istirahatnya. Dengan tertatih ia turun ke bawah menghampiri sumber keributan tersebut.


" Wanita luar,beraninya kau datang ke sini. Keluar sekarang juga dari rumahku,Gean suruh penjaga mengusirnya " Ardi berjalan sambil memegang sakit di dadanya.


" Papa.. kenapa keluar Meli dan Mas Gean akan segera mengusir mereka,Papa belum sehat biar ku antar kau kembali ke kamar " Meli menghampiri Ardi dan berusaha membawa Ardi kembali ke kamarnya.


" Heii Tua bangka asal kau tau,saat ini aku sedang mengandung darah daging anakmu Gean. Kenapa masih membenciku,bukannya bayi ini akan menjadi cucumu juga kelak " Gadis berteriak agar Ardi mendengar berita kehamilannya.


" Apa, apa benar yang di katakannya itu Mel ? " tanya Ardi.

__ADS_1


Dan karna keterkejutannya,akhirnya Ardi kembali mendapatkan serangan jantung kembali dan pingsan dalam pelukan Meli.


Dengan cepat Gean melarikan Ardi ke Rumah Sakit,namun sayang dalam perjalanan Ardi menghembuskan nafas terakhirnya.


__ADS_2