
Keesokan paginya Meli sudah sibuk di dapur seperti biasa, ada Amel yang tiba - tiba datang dari arah depan.
" Kak boleh Amel bantu ? " tanya Amel sambil tersenyum lebar.
" Tumben mau bantuin Kakak,senyum - senyum pula. Pasti mau minta sesuatu ya ? " tanya Meli balik.
" Hehe... Kakak tau aja kalau Amel ada sesuatu ?! " jawab Amel sambil ikut membolak - balikkan ayam di atas penggorengan.
" Ada Sayang,katakan sama Kakak ?! " tanya Meli sambil menatap Amel.
" Minggu depan di Kampus ngadain Out Bond di puncak,Amel dan Tika boleh ikut ?! " tanya Amel sambil setengah takut,karna Ia tau keluarganya sedang ada yang mengincar.
" Kalau gak boleh gak papa Kak,nanti kita bilang sama Kakak pembina " ujar Amel ragu.
" Em,,bagaimana ya Kakak gak bisa kasih jawaban nanti tunggu Papa sama Mas Gean bangun ya " jawab Meli sambil mengelus rambut Amel sayang.
" Trima kasih Kak " kemudian Amel mencium pipi Meli.
" Mel tolong bangunin Om Ardi ya,bilang makanan sudah siap " ujar Meli.
" Iya Kak " jawab Amel sambil berlari ke kamar Ardi.
__ADS_1
Di saat Amel menuju ke kamar Ardi,terdengar Gadis sedang menerima telpon dari seseorang yang Amel sendiri tidak tau dari siapa.
Amel sedikit menguping pembicaraan Gadis karna pintu kamarnya sedikit terbuka,terlihat Gadis berjalan bolak - balik saat menerima panggilan tersebut.
" Hallo Pi,kenapa telpon Gadis pagi - pagi gini sih ?! "
" .... "
" Apa Papi sekarang di Jakarta,dalam rangka apa ? "
" ... "
" ... "
" Oke nanti aku tanyakan Gean,apa dia punya hubungan dengan Ketua petinggi Mafia tersebut "
" ... "
" Bay Pa,miss you !! "
" Apa itu Black Devil,lalu apa hubungannya dengan Kak Gean,benarkah Ketua Mafia itu Kak Noni dan Nani. Wah ini sangat sulit di percaya pantas saja sejak kecil mereka selalu di jaga oleh orang - orang yang berwajah seram ternyata ini jawabannya " gumam Amel saat tau foto Noni dan Nani di dalam album foto masa kecil Gean dan dua saudaranya tersebut.
__ADS_1
Karna takut ketahuan Amel segera menjauh dari kamar Gadis dan beralih menuju kamar Omnya.
" Om Kak Meli sudah menyuruh kita untuk sarapan " ujar Amel keras sambil mengetuk - ngetuk pintu kamar Ardi.
" Eh.. eh... bocah kecil masih pagi udah bikin rusuh,ngapai kau di situ ?! " tanya Gadis saat melihat Amel di depan kamar Mertuanya.
" Aku bukan anak kecil tau !! " jawab Amel kesal,kemudian Ia pergi ke kamarnya sambil ngedumel sendiri.
" Eh kau itu masih bocah,di katain bocah gak mau. Bilang sama Meli suruh bawa sarapanku ke kamar !! " tutur Gadis.
" Emang ya aku pembantumu,pergi dan ambil sendiri makananmu. Dasar wanita luar !! " Ia meniru ucapan Omnya.
Karna terlalu kesal akhirnya Gadis turun ke meja makan,Ia ingin protes kepada Meli.
" Hai Mel kau punya keponakan songong banget ku suruh dia ambilin sarapan untukku malah marah !! " ujar Gadis kesal suaranya terdengar nyaring di kepala Meli.
" Maafin Amel Dis,dia masih muda banyak yang Ia harus lakukan jadi jangan pernah meminta tolong padanya " Meli menjawab dengan santai.
Karna sudah terlalu capek berdebat akhirnya Gadis memakan sarapannya di meja makan sebelum Gean dan Ardi turun untuk melakukan sarapan.
Meli hanya memandangi Gadis makan dengan menggeleng - nggelengkan kepalanya,Ia heran kenapa Gadis harus melakukan hal sebodoh itu. Padahal kalau di lihat - lihat Ia sangat cantik bahkan terkesan manja,tapi di sisi lain ada keburukan di sana bahkan Ia sendiri hampir tidak mengetahuinya.
__ADS_1