
Hai... all aku seneng deh pembacanya makin meningkat,makasih udah dukung terus karyaku semoga aku bisa up terus yahh...
Tolong kasih masukan yang bagus ya,tapi jangan komen yang jelek - jelek nanti aku syedih...
Masih tetep mau maksa buat minta,like ma vote ya,hehe...
Happy Reading !!
*****
Pagi itu Meli membuktikan apa yang di minta oleh Gadis,sesudah Gadis pergi dari kamarnya Meli tidak melanjutkan tidurnya ia malah mulai memasak dan di lanjutkan untuk membersihkan rumahnya.
Ketika Ardi bangun pun Meli masih berkutat dengan pekerjaannya mengelap meja makan dan mempersiapkan makanan di meja makan,saat Gadis turun dari kamar cibiran pun di lontarkan kepada Gadis oleh Ardi.
" Kau memang menantu kesayanganku Mel,lain banget dengan wanita luar itu jam segini baru bangun. Dan lihatlah menantuku ini dia sudah selesai membersihkan rumah dan memasak,walaupun sudah ada asisten rumah tangga yang mampu menyiapkan semuanya " perkataan itu membuat telinga Gadis memerah dan kata - kata Gadis membuat Ardi tercekat.
" Sudah wajar kan Om kalau dia yang mau melakukan itu semua,karna dia ingin merebut hati Gean. Padahal hanya aku wanita yang di cintai Gean,iya kan Sayang ?! " ujar Gadis sambil bergelayut manja di tangan Suaminya.
__ADS_1
" Dasar wanita luar " Ucap Ardi sambil mengecap kopi yang telah di sediakan oleh Meli.
" Lagi - lagi kau bisa mengambil hati orang rumah Mel,dasar wanita licik. Ternyata strategiku salah untuk memintamu mengerjakan semua pekerjaan rumah,sshit!! " gumam Gadis sambil melemparkan tatapan mata tajam kepada Meli.
" Bukankah kau yang ingin aku melakukannya,tapi kenapa tatapannya menjadi selicik itu. Haha.. akan ku ikuti terus permainanmu Dis,tanpa aku harus mengotori tanganku untuk membalasmu " akhirnya pikiran itu yang keluar dari kepala Meli.
______
Hari ini Meli berangkat ke kantor berbarengan dengan mertuanya,di mobil terlihat Meli sibuk dengan tabletnya dia membaca email dari seseorang yang di mintainya untuk mencari pendonor mata untuk Gean.
Meli tercengang melihat email tersebut,kemudian memberi tahukan hal itu kepada Papa mertuanya.
" Pa tolong lihat email ini " ucap Meli sambil menyerahkan tabletnya kepada Ardi.
" Ada apa Mel ? " tanya Ardi aneh.
" Lihat dan baca dulu Pa " Meli menyuruh Ardi untuk segera membaca email tersebut.
__ADS_1
Setelah membaca email itu Ardi memandang Meli dengan penuh harap terhadap kedua calon pendonor tersebut, " kita temui dulu orangnya setelah itu kita perlu bawa mereka ke Dokter Harun,kira - kira apa mereka benar - benar bersedia ya Mel karna kita tau akan resikonya "
" Kita tidak tau apa alasan mereka Pa,tapi sebaiknya kita temui saja dulu " akhirnya Meli membalas email tersebut dan meminta untuk bertemu dengan kedua orang tersebut.
_________
Asisten Meli sudah berada di dalam ruangannya membawa satu calon pendonor mata untuk Gean,dia adalah seorang lelaki umurnya sekitar 30 tahunan.
" Kenapa di umur anda yang masih semuda ini ingin mendonorkan mata anda Tuan ? " tanya Meli kepada colon pendonor tersebut.
" Untuk membayar hutang keluarga kami Nona,saya terpaksa melakukan ini toh umur saya juga tidak akan lama lagi. Karna kondisi ginjal saya sudah tidak berfungsi dan selama saya menjalani cuci darah di Rumah Sakit istri saya meminjam uang kepada rentainer dan sekarang hutang itu makin menumpuk " ujarnya sambil menangis di temani oleh istrinya.
" Em,baiklah tunggu ya saya akan memeriksakan mata anda dahulu apakah benar mata anda cocok dengan suami saya,dan saya akan menghubungi anda kembali. Trimakasih anda boleh pergi " ucap Meli sambil membungkukkan badannya tanda hormatnya kepada calon pendonor tersebut.
Seusai mereka pergi Meli menanyakan kepada asistennya mengenai calon pendonor yang ke dua,apakah dia bersedia bertemu dengannya atau tidak.
" Nona,mengenai calon pendonor yang ke dua dia sudah memeriksakannya kemarin kepada Dokter Harun di Rumah Sakit dan ternyata cocok,hasilnya baru keluar tadi pagi " ucapan itu membuat Meli bersyujud syukur,bahwa suaminya akan ada kemungkinan untuk bisa melihat kembali.
__ADS_1