
Di saat Renata dan Calista berada dalam satu ruangan mendengar isi rekaman melalui ear phone milik mereka masing - masing,salah satu anggota yang berjaga di luar mendatangi mereka berdua.
" Asisten Calista apa Pak Daniel masih ada tamu di ruangan meeting ? " tanya salah satu anggota Daniel.
" Iya Tuan Daniel masih berbincang dengan Tuan Burhan,maaf ada masalah apa,nanti saya akan memberitahu Tuan Daniel " jawab Calista yang agak terkejut dengan pertanyaan yang tiba - tiba,tapi bisa segera di atasi olehnya.
" Tolong beri tahukan,kalau anggota kami tidak menemukan Randy begitu pula dengan Adam. Mereka bak hilang di telan bumi " anggota tersebut berbicara lalu mengundurkan diri.
" Baik akan segera saya laksanakan !! " jawab Calista cepat.
Dengan melepas ear phone dari telinganya,dan juga mengantonginya Calista segera berlari menuju ruangan meeting. Dengan nafas yang masih tersengal - sengal karna berlari akhirnya Ia sampai di depan pintu,pertama - tama Ia merapikan dulu anak rambutnya lalu membenarkan posisi kemejanya dan yang terakhir menghirup nafas panjang - panjang dan melepaskannya pelan.
Calista mengetuk pintu tersebut.
TOKKK TOOKKK
" Ya masuk !! " jawab Daniel,Ia setengah terkejut dengan kedatangan Asistennya.
" Ada apa Calista ? " tanya Daniel kembali.
Dengan berbisik di telinga Daniel,Calista memberitahu apa bila anggota anak buahnya tidak menemukan keberadaan Randy dan juga Adam.
Daniel yang mendengar itu mendadak marah,Ia menggebrak meja dengan keras,sehingga Tuan Burhan terkejut.
" Apa yang terjadi Tuan ? " tanya Burhan.
__ADS_1
" Anggotaku tidak dapat menemukan orang yang ku cari " jawab Daniel meremas kertas yang berada di depannya.
" Tunggu,bukankah Asistenmu ini orang yang menggantikannya. Bagaimana dia tau kalau di sini tidak ada Asisten Randy dan Sekretaris Adam ?! " tanya Burhan menyelidiki,dan dengan terkejut pula Daniel menatap tajam mata Calista.
Calista yang memang orang terlatih dalam menghadapi kegugupan hanya memasang wajah dinginnya saja.
" Saya melamar pekerjaan di sini atas rekomendasi Ibu Siska,bagian dari keuangan kebetulan beliau adalah teman se Apartemen saya dan Renata " jawab Calista cepat.
Daniel yang sudah naik pitam,mendengar penuturan Calista kembali terduduk lemas. Sedangkan Burhan hanya bisa menatap Calista jengah.
" Maaf aku sudah mencurigaimu " ujar Burhan,Ia sedikit canggung dengan ucapannya.
" Tidak masalah Tuan " akhirnya Ia mengundurkan diri dan pergi dari ruangan tersebut.
Dengan langkah gontai Calista kembali ke ruangannya,sedangkan Renata yang dari tadi mendengar suara rekaman melalui bolpoin yang di letakkan di meja tersebut.
******
Hari berganti hari akhirnya tibalah Gean kembali memeriksakan kehamilan Meli di Rumah Sakit,Dokter yang memeriksa Meli mengatakan bahwa keadaan Meli dan bayi dalam kandungannya sangat sehat bahkan kandungannya kini menginjak bulan ke tiga.
Sekarang mual karna morning siknes udah mulai menghilang,sedangkan sekarang berganti dengan menyidam makanan yang aneh - aneh,seperti malam ini contohnya.
Meli ingin sekali memakan ice cream yang biasanya di jual di taman hiburan saat siang hari.
" Mas,Mas Gean aku mau makan " ujar Meli sambil membangunkan suaminya.
__ADS_1
" Makan,, bukankah barusaja kamu makan malam denganku ??!! " tanya Gean yang baru saja memejamkan matanya.
" Bukan makan nasi atau yang lainnya " jawab Meli setengah merengek.
" Lalu apa ? " Gean udah merasa keberisikan karna Meli terus saja merengek seperti anak kecil.
" Mau makan Ice cream yang di jual di taman Mas " Gean yang mendengar ucapan Meli seketika membelalakkan matanya.
" Mel ini sudah malam,mana ada penjual ice cream yang kamu mau kalau malam - malam begini Sayang. Besok saja ya kita beli,di taman dekat Kota " ujar Gean dengan membelai pelan perut Meli yang masih belum begitu menonjol.
" Maunya sekarang Mas,ayo belikan. Kata orang kalau ngidamnya gak kesampaian nanti anaknya ngences lo " Gean langsung berdiri lemas.
" Ya udah Mas cariin,tapi kalau nanti emang gak ada jangan marah ya " Gean pergi mengambil jaket dan kunci mobilnya.
" Janji gak akan marah,kalau aku mau ikut nyari " Meli meringis menunjukkan deretan giginya yang rata.
" Ya Allah Meli kamu bener - bener menguji hati Mas ya,kamu itu lagi hamil. Dan wanita hamil gak boleh pergi tengah malam,karna angin malam tidak baik untuk Ibu dan calon bayinya " jawab Gean setengah kesal.
" Ayo lah Mas janji hanya sekarang saja ya " Meli memeluk dan mencium pipi suaminya berkali - kali agar Gean menuruti kemauannya.
Dengan menghela nafas pelan dan mengelus dadanya berulang - ulang Gean berkata.
" Ya udah kamu boleh ikut,pakai jaket dan bawa kaos kaki agar tidak kedinginan di jalan " Gean kembali mengambil kunci yang sempat di letakkannya lagi karna Meli bersikeras ingin ikut mencari Ice Cream.
" Baik Bos " Meli mengacungkan tangannya membentuk huruf V,setelah itu mengambil jaket dan kaos kakinya.
__ADS_1
Mereka pergi bersama mencari Ice Cream yang di inginkan Istrinya.