
Beberapa orang yang tak tau tentang cerita tentang asal usul keluarga Daniel akhirnya mengerti,kini Lili yang sedang melihat dan mendengar cerita Noni akhirnya angkat bicara.
" Aku ingin pindah ke Indonesia!! " ucap Lili dengan bergetar menahan tangis. " Aku ingin hidup sendiri di sana,menata kehidupan baru,pekerjaan baru,serta rumah baru " ujarnya masih dengan menangis.
" Tapi kenapa Mi,lalu kami dan Koko bagaimana. Kami gak bisa hidup tanpa Mami " ucap Gadis sambil mengelus perutnya yang terasa sakit,nampak begitu pucat wajahnya.
" Kalian sudah menghianati kepercayaan Mami,jadi hiduplah sendiri tanpa Mami " jawab Lili mengusap air matanya kasar.
Daniel yang sudah menyesali perbuatannya hanya bisa menangis,keluarganya adalah kelemahannya. Dulu memang ia sangat pintar menembak,bahkan karna kelihaiannya banyak nyawa yang melayang akibat letupan dari pistolnya.
Saat Gadis merasa perutnya makin sakit,perhatian terbelah karna Baron membawa polisi datang untuk menangkap mereka semua.
" Tangkap Daniel dan juga Burhan,beserta semua anak buahnya " Baron mengkode polisi dengan lambaian tangannya.
Sementara Gadis langsung pingsan karna tak kuat menahan sakitnya.
" Noni kau kenapa,apa kau mau melahirkan?? " tanya Lili sambil bingung menatap putri semata wayangnya.
" Usia kandungan Gadis baru berjalan 5 bulan mana mungkin ia mau melahirkan " jawab Diana yang tengah memeriksa keadaan adik iparnya " Ayo segera kita bawa dia ke rumah sakit " ajak Diana,dan George langsung menggendong adiknya masuk ke dalam mobil.
Tiba - tiba seorang polisi menghentikan langkah George yang hendak mengendarai mobilnya.
" Tunggu Tuan,anda tidak bisa mengantar adik Tuan ke rumah sakit. Biarkan petugas kami yang akan membawanya,anda harus ikut saya ke kantor Polisi " tutur Polisi tersebut.
__ADS_1
" Tapi saya harus menemani Mami mengantar Gadis ke rumah sakit " George mencoba bernegosiasi namun keinginannya di tolak mentah - mentah oleh polisi tersebut.
" Biar Gadis aku dan Mami yang jaga,nanti kalau Kakak urusannya sudah selesai susul kami ke rumah sakit " jawab Diana menengahi " Ayo Pak antar kami segera ke rumah sakit " Dia langsung menaikkan tubuhnya ke dalam mobil dan di ikuti oleh Lili.
Polisi segera membawa Daniel dan George beserta anak buahnya,tak lupa mereka juga membawa Burhan.
" Pak Baron,kenapa anda menyuruh polisi membawa Burhan. Dan sedang apa anda di sini " Gean terkejut dengan apa yang di lakukan kliennya di rumah Daniel.
" Sudah lama saya menantikan kejadian ini Pak Gean,trimakasih karna anda pula niat saya memenjarakan saudara saya bisa terwujud " Baron menepuk pelan pundak Gean.
" Tolong jelaskan maksut anda Tuan?? " tanya Gean kembali.
" Baiklah saya akan memberitahu anda,sebenarnya Burhan adalah kakak kandung saya. Ia ingin sekali membunuh saya,karna keluarga lebih mempercayakan perusahaannya terhadap saya. Dengan cara membunuh saya maka dia bisa memimpin perusahaan yang saya pimpin. Sampai suatu hari Burhan menyabotase mobil yang saya pakai,mobil itu terperosok dan jatuh ke jurang. Beruntung saya bisa menyelamatkan diri dengan bergelantungan di akar pohon tepi jurang tersebut,sedangkan mobil yang saya kendarai hancur tak bersisa di dasar jurang. Saya selamat dan berniat membalas dendam dengan mendirikan perusahaan kembali di Malaysia,perjuangan saya tidak mudah membutuhkan waktu selama dua puluh lima tahun. " Baron bercerita sambil mengingat - ingat masa kelamnya dahulu,kakak yang dia bangga - banggakan telah tega mencelakainya,hanya karna harta warisan dari Papanya.
°°°°°°°°°°°
Saat mereka saling bertemu,tak ada ucapan di antara mereka. Tapi Meli mengetahui kejadian apa yang bisa membuat keluarga Gadis berada di sini.
Karna menunggu terlalu lama,akhirnya Meli menelpon Gean untuk segera menyusulnya ke rumah sakit.Dua puluh menit kemudian Gean tiba di rumah sakit dan di sambut oleh Meli.
" Mas Gadis!!.. " Meli terlihat meneteskan air matanya.
" Iya aku tau,semuanya telah berakhir Mel,Daniel dan anaknya sudah di tangkap beserta Burhan dan seluruh anak buahnya " Gean memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
Tak lama pintu UGD terbuka,seorang dokter yang sedang menggunakan masker.
" Keluarga pasien " ucap Dokter tersebut.
" Ya Dok,saya Maminya. Kenapa dengan anak saya? " tanya Lili dengan cemas.
" Saya minta Ibu untuk mengurus surat ijin oprasi,setelah selesai bawa ke sini saya akan segera mengoprasi pasien " jawab Dokter tersebut dan kembali ke dalam ruangan.
Mendengar itu,Diana dengan gesit berlari mengurus surat tersebut. Lima belas menit kemudian ia telah kembali dengan membawa map di tangannya.
" Dok saya sudah membawa surat tersebut,dan Mami akan menandatangani surat itu " Ujar Diana cepat, " Ayo Mi tanda tangani dengan segera karna Dokter akan segera mengoprasi Gadis " Diana menyerahkan bulpoin ke arah Lili. "
" Apa yang terjadi dengan Noniku? " tanya Lili dengan beruraikan air mata,sedangkan Meli dan Gean hanya diam melihat pemandangan tersebut.
" Yang ku dengar dari Dokter tadi,Gadis mempunyai Cancer Mi. Dokter melarang Gadis untuk hamil,tapi ia bersikeras mempertahankan kandungannya. " mendengar itu Lili makin mengeras suara tangisannya.
Dua jam lebih berlalu,tapi Dokter keluar hanya membawa anaknya saja yang lahir prematur.
" Bu ini bayinya,bayi ini berjenis kelamin perempuan cantik seperti Ibunya. Tapi maaf dengan berat hati saya kabarkan bahwa pasien meninggal saat oprasi berjalan " Lili yang mendengar penuturan Dokter hanya bisa menganga dan menangis sejadi - jadinya,bahkan Diana tidak bisa menenangkan mertuanya tersebut.
Meli mendekati bayi tersebut dan menciumnya.
" Gadis kecil,kau mirip sekali dengan Ibumu sayang. Dok bolehkah saya menggendongnya? " pinta Meli dengan lembut.
__ADS_1
" Maaf Bu,bayi ini prematur jadi belum boleh di sentuh. Saya akan membawanya ke ruang anak dan menaruhnya di inkubator " jawab Dokter dan langsung pergi meninggalkan mereka berempat.
" Malang sekali nasibmu Dis,kau pergi saat bayimu membutuhkanmu " gumam Meli di dalam hati.