
Hari ini tepat tujuh hari kematian Ardi,Noni dan Nina mengumumkan kalau perusahaan Bangun Irawan mengalami kebangkrutan. Dan sekarang perusahaan tersebut sudah di jual oleh Gean,dan di beli oleh Noni dan Nani. Pengusaha asal Negara London.
Banyak sekali karyawan yang sedang membicarakan hal tersebut dan lebih membuat mereka heran,padahal perusahaan sedang mengalami kemunduran sedikit dan masih bisa di pertahankan,kenapa malah keluarga menjualnya kepada pihak asing.
Kabar ini sontak membuat geger dunia bisnis di seluruh Dunia,karna yang mereka tau Perusahaan Bangun Irawan adalah perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia.
Wartawan dari media elektronik dan tulis di buat heboh,mereka ingin pihak keluarga Bangun Irawan memberikan klarifikasi tentang berita tersebut.
" Bang,kau siap kan kalau kita adakan konfrensi pers tentang semua ini ? Aku ingin setelah ini kau segera mengajak Om dan keluargamu yang lain berpindah ke rumahku,di London karna hanya di tempat itulah kau akan aman " Noni berbicara serius kepada Gean dan Meli.
" Baiklah aku akan mengikuti saranmu,tapi sebelumnya tolong kau urus semua masalah di sini. Aku yakin setelah kepergianku akan terjadi begitu banyak hal yang akan kau temui " ujar Gean.
" Aku tau,sebaiknya kita harus segera memberitahu kapan konfrensi pers akan kita lakukan " tanya Nani.
" Secepatnya akan lebih baik,bagaimana kalau nanti malam ?? " jawab Gean,dan diangguki oleh ke empatnya.
__ADS_1
*****
Malampun tiba,kini Gean,Meli,Noni dan Nani sudah siap di ruangan tunggu sebelum konfrensi pers di lakukan. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya salah satu bodyguard Noni memberitahu.
" Nona konfrensi siap di lakukan silahkan menuju ke ruangan tersebut " ujar Bodyguard
" Baik kita akan segera menuju ke sana " jawab Noni mantap.
Tak lama mereka sudah memasuki ruangan tersebut,maka dengan cepat para wartawan memotret mereka ber empat. Dan acara konfrensi pers di liput di televisi,banyak sekali pasang mata yang menunggu acara tersebut.
" Asalamualaikum,saya Gean Bangun Irawan dengan hormat meminta maaf. Mungkin banyak dari kalian yang kecewa kepada kami,karna perusahaan saya umumkan Bangkrut dan saya menjual perusahaan ini kepada Nona Noni dan Nani. Beliau adalah pemegang perusaan asing asal Negara London,dan mereka yang akan mengelola perusahaan ini. Dengan ini saya ucapkan trima kasih,maaf telah membuat kalian semua kecewa " Gean memberi sambutan sekaligus meminta maaf kepada semua karyawan dan para klien - kliennya yang mereka kecewakan.
" Pak Gean apa yang akan anda lakukan setelah anda tidak berada di perusahaan anda ? " tanya salah satu wartawan.
" Saya akan pergi ke London,kebetulan saya mempunyai tempat tinggal di sana. Dan saya akan memulai hidup baru dan membangun perusahaan saya yang baru " jawab Gean dengan senyuman.
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan Nona Noni dan Nani apakah kalian melanjutkan perusahaan Bangun Irawan sendiri atau akan melimpahkan semuanya kepada orang lain lagi ? " tanya mereka.
" Saya akan memegang perusahaan ini tentu saja bersama adik saya Nani,dan saya akan merombak semuanya termasuk sistem dan peraturan baru yang menurut saya membuat perusahaan ini lebih maju lagi " jawab Noni cepat dan itu membuat para wartawan merasa jelas dan paham dengan jawaban Noni.
" Baiklah kalau tidak ada yang di tanyakan lagi,kami akan mengakhiri konfrensi pers ini " ujar Noni dan akhirnya acra tersebut selesai dan mereka semua membubarkan diri.
***
Di belahan Dunia lainnya,Daniel dan Burhan merasa tercengang melihat berita tersebut di layar televisi.
" Belum aku apa - apain mereka sudah terjatuh,lihatlah kawan musuhku sudah tumbang " Daniel tertawa penuh kemenangan dan Burhan menanggapinya dengan tak kalah hebohnya,mereka berdua tertawa terbahak - bahak di dalam ruangan tersebut.
**Mana nih vomentnya,kenapa sepi sekali aku kecewa karna akhir - akhir ini pembacanya sedikit sekali.
Author janji kalau saya dapat vote dan komen banyak akan crazy up 4 bab sekaligus bahkan lebih.
__ADS_1
Hehe... maaf kalau maksa,ya karna itu kebiasaan saya. Happy reading,saya tunggu like dan vomentnya...
Salam rinduku Ekka**