Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta
Pingsan


__ADS_3

Sekarang ini Tika dan Amelia menjadi sahabat,di manapun ada Amel di situ pasti ada Tika. Hubungannya menjadi sangat erat karna hobi dan kebiasaan mereka hampir sama.


Meli yang melihat keakraban kedua adiknya menjadi sangat senang,namun kejadian yang buruk terjadi saat Tika tidak berada di rumah.


Ibu Inayah yang sedang berada di kamarnya,mendengar ada suara gaduh di belakang rumahnya. Karna merasa penasaran Inayah melihatnya tanpa ada keraguan karna rumah mereka berada di kampung,kebiasaan warganya yang sering membuat gaduh membuatnya tak mencurigai apa pun.


Saat Inayah keluar dari kamar dan menuju ke arah dapur,dia melihat ada sekelebat bayangan hitam di sana.


Karna merasa ada yang aneh akhirnya Inayah memberanikan diri menuju ke sana,di ambilnya sebuah payung yang berada di dekat cendela dia berancang - ancang dan siap memukul siapa pun yang berada di sana.


Benar saja ada dua orang lelaki di sana,Inayah yang sangat ketakutan langsung memundurkan langkahnya. Karna dua orang itu memegang senjata api,dan bersiap untuk menyerang.


" Siapa kalian,kenapa di rumahku ? " tubuh Inayah gemetar,keringat dingin membasahi keningnya.


" Sebaiknya kau diam dulu atau kami akan menembakmu !! " suara salah satu orang misterius tersebut.


" Kami adalah orang yang di suruh Bos kami untuk membunuhmu !! " salah satu dari orang tersebut berteriak.


" Siapa Bos kamu hingga mau membunuhku,apa salah keluargaku ?!! " tanya Inayah dengan tibuh yang semakin bergetar.


" Kau tak perlu mengetahuinya,kami tidak akan membunuhmu kali ini. Tapi kami akan menyelakaimu agar orang yang kami maksut keluar dari persembunyiannya " jawab orang tersebut.


" Tapi siapa dia,bahkan keluarga kami tak mempunyai musuh !! " karna keadaannya yang shock dan penyakitnya semakin parah akhirnya Inayah tergeletak tak sadarkan diri.

__ADS_1


Dan kedua orang tersebut panik dan langsung pergi meninggalkan Inayah yang jatuh pingsang,mereka melompati tembok tinggi di belakang rumah Inayah.


Setelah merasa jauh saat berlari salah satu dari orang tersebut terlihat menelpon seseorang.


" Bagaimana apakah semuanya sudah beres " tanya Bos mereka.


" Maaf Bos sebelum kami mencelakainya,wanita tua itu sudah jatuh pingsan duluan " jawab orang tersebut.


" Dasar bodoh,pastikan kalian bisa membunuhnya dan bersihkan semua yang bisa menjadi petunjuk untuk mereka maupun polisi !! " Orang di sebrang sana merasa kecewa atas kerja para bodyguardnya.


Sesudah menghubungi Bosnya mereka segera menjalankan mobilnya menuju Base Camp mereka.


Sore pun tiba,Tika yang baru saja pulang dari Kuliah berteriak memanggil Ibunya karna keadaan rumah yang tengah teramat sepi.


Karna tak ada jawaban Tika kembali memanggil Ibunya,mungkin Ibu sedang beristirahat pikirnya. Ia menuju kamar Ibunya namun tak juga.


" Bu Ibu,Ibu di mana sih ?! " Tika mulai mempunyai pikiran khawatir.


Apa mungkin Ibu di dapur ya,tapi kenapa tak menyahuti suaraku. Ahh... mungkin Ibu sedang sibuk di belakang,gumamnya tanpa pikir panjang Tika berlari dan menuju dapur di sana Ia tak melihat siapa pun,namun saat berjalan munuju belakang rumah Ia melihat ujung kaki Ibunya.


" Ibu,apa yang terjadi kepadamu " Tika berteriak dan panik. Ia juga berusaha membangunkan Ibunya namun nihil Ibunya tak kunjung bangun juga.


Akhirnya dia berinisiatif untuk menghubungi Kakaknya.

__ADS_1


" Kak bisakah kau ke rumah,Ibu pingsan " suara Tika di seberang sana.


" Ibu kenapa Dek ? " tanya Meli.


" Aku gak tau Kak,tadi aku menemukan Ibu pingsan di belakang rumah. Bahkan aku baru saja pulang dari Kuliah " jawab Tika.


" Ya sudah Kakak segera ke sana dan membawa Ibu segera ke Rumah Sakit " kemudian mereka menutup telponnya dan bergegas menuju rumah Ibunya.


Melihat raut muka sedih Gean bertanya kepada Istrinya,karna dia baru saja selesai mandi.


" Kamu kenapa Mel,kenapa panik seperti ini ? " tanya Gean.


" Ibu Mas,Ibu pingsan Tika menemukan Ibu pingsan di belakang rumah. Ayo kita segera ke sana !! " jawab Meli.


" Baiklah tinggu aku di depan,Mas mau pakai baju dulu " ujar Gean sambil mengambil baju di lemarinya dan segera memakai pakaiannya.


Meli yang tak sabar menunggu Suaminya di dalam mobil hanya bisa menangisi Ibunya.


" Maafkan Meli yang tak bisa menjaga Ibu " icapan itu di ucapkan Meli berkali - kali hingga akhirnya Gean datang dan langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah Ibu Inayah.


Gadis melihat Meli menangis hanya tersenyum tipis dia begitu senang melihat Meli yang lagi bersedih.


" Kapan lagi aku bisa melihatmu menangis seperti itu Mel " gumam Gadis.

__ADS_1


__ADS_2