Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta
Kunjungan Ibu Inayah


__ADS_3

Aku hadir kembali gess,aku boleh minta vote,komen,like,dan rate hari ini untukku.


Sementara dalam masa revisi,harap bersabar ya karna mungkin upnya akan sedikit terlambat karna keterbatasan sinyal juga.


Kebetulan rumahku dekat dengan gunung dan beberapa hari ini hujan selalu lebat jika malam hari,padahal waktu malam itu waktu yang sangat tepat untuk menyalurkan cerita haluku.


Tanpa berbasa - basi aku mulai ya all,happy reading!!


°°°°°°°°°°°°°°


Setelah sampai rumah Meli memberi tahu Papa mertuanya tentang kehamilannya,Gean sangat senang karna ini adalah kehamilan pertama Istrinya dia berharap calon anaknya nanti bisa lahir dengan selamat.


Saat sedang asik berbicara tiba - tiba Ibu Meli datang bersama Adiknya Tika.


" Assalamualaikum " Ibu Meli.


" Walaikumsalam " jawab mereka bertiga serempak.


" Ibu.. " ucap Meli dia menghampiri Ibunya tak lupa mengecup tangannya dan menciumnya,begitu pula dengan Andra.


" Kau sudah sehat Nak ? " tanya Ibu kepada andra.

__ADS_1


" Alhamdulillah berkat doa kalian semua aku bisa melihat kembali " jawab andra sopan.


" Kak Mel,berapa lama lagi keponakanku lahir ? " tanya Tika semangat.


" Masih tujuh bulan lagi dek " Meli terkejut manakala Gadis yang tiba - tiba datang.


" Oh ada tamu rupanya,maaf saya harus pergi saya gak level kalau harus megobrol dengan kalian orang - orang rendahan " Gadis berlalu sambil mengibas - ngibaskan tangannya.


" Oiya kalau haus bikin minum sendiri,dan jangan pernah pakai jasa Bibi. Kasian dia sudah mengerjakan pekerjaan berat di tambah harus melayani kalian !! " Gadis berbicara sambil berteriak.


Semua orang yang berada di situ seperti tersihir melihat dan mendengar ucapan Gadis,Gean dan Ardi nampak mengeratkan giginya masing - masing mereka berdua geram melihat tingkah Gadis.


" Andai saja tidak ada besan di sini sudah ku ***** kau,dasar wanita luar tidak punya sopan santun. Bahkan kau telah mempermalukan aku di depan besanku juga. " ucap Ardi di dalam hati.


" Iya Bu jangan di masukin ke hati,nanti biar ku kasih pelajaran dia " Gean juga menimpali.


" Jangan Nak,beri tahu dengan lembut jangan pakai kekerasan itu nggak baik " jawab Ibu menasehati.


" Maaf ya san,ini tidak akan terjadi lagi " Ardi meminta maaf kepada Ibu Meli.


" Tak apa Pak jangan merasa tidak enak,saya sudah terbiasa kok dengan ucapan orang yang suka menyakiti hati saya " mendengar itu semua orang menjadi sangat tak enak hati.

__ADS_1


Tiba - tiba Amelia turun dari atas kamarnya.


" Wah ada tamu ya Kak,ini siapa ? " tanya Amel yang langsung menyalami tangan Ibu Inayah.


" Dia Ibuku Mel " jawab Meli.


" Asalamualaikum Bu,kenalkan nama saya Amelia,saya keponakan Kak Gean " ucap Amel sopan.


" Kamu cantik Nak " Amel yang mendengar pujian dari Ibu Inayah merasa malu dan bersemu merah.


" Kak boleh gak kalau Ibu ku ajak ke meja makan untuk mencicipi kue buatanku ? " tanya Amel.


" Boleh sayang,pergilah ajak Tika sekalian ke kamar kamu ya " Gean mempersilahkan Ibu Mertuanya mengikuti Amel.


Setelah di dapur Amel memotong kuenya dan memberikannya kepada mereka berdua.


" Bagaimana kue buatanku " tanya Amel.


Ibu dan Tika saling berpandangan dan mereka serempak mengatakan " Kue kamu enak " seketika Amel merasa senang dengan pujian mereka.


Akhirnya Amel menyajikan kuenya di atas piring untuk di sajikan ke pada anggota keluarga yang lain,dan saat ini Tika sedang berada di dalam kamar milik Amel. Mereka saling bercerita sama lain mengenai kehidupannya,tak lupa mereka berjanji bertemu kembali dan saling bertukar nomor hape.

__ADS_1


Tika dan Amel cepat sekali akrab mungkin karena mereka sama - sama perempuan,dan sama - sama kehilangan orang yang mereka sayangi dalam waktu yang masih sangat muda.


__ADS_2