
**Senengnya sekarang udah ada logo silver di beranda,terus dukung karya othor ini. Agar othor rajin update dan cepet kelarin novel ini,dan bisa cepet lanjutin novel Dion dan Ellena.
Yang belum mampir,mampir yuk ceritanya beda ma yang othor bikin kali ini tentang perjuangan cinta Dion agar kembali mendapatkan cinta Ellena yang sudah hilang semenjak ia memutuskan hubungannya,dan berniat menikah dengan gadis pilihan sang Papa.
Lanjut ke cerita awal ya,yuk cekidot...
Happy reading !!
°°°°°°°°°°°°°°
Kediaman Meli dan Gean**
Hari ini Meli berniat akan memeriksakan kandungannya,karna ia merasa semakin cepat lelah dan kedua kakinya juga bengkak.
Gean masih setia mengantar istrinya ke Rumah Sakit untuk cek bulanan kehamilan Meli,saat berada di Rumah Sakit ia di kagetkan dengan keberadaan Gadis dan Romi yang baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan.
" Gadis..!! " Ujar Meli dengan setengah terkejut.
Mendengar namanya di panggil Gadis dan Romi mencari sumber suara yang memanggilnya,dan setelah ketemu dengan orang yang di kenalnya ia pun menghampiri Gean dan Meli.
__ADS_1
" Kau!! " Gadis terkejut melihat keduanya berada di London.
" Ya Gadis ini kami,dan hei.. kamu sedang hamil bukan,sudah berumur berapa kandunganmu?? " Meli tetap saja menyapa Gadis dengan ramah,dan masih sama seperti dulu. Bahkan terkesan tidak pernah terjadi apa - apa antara Gadis,dirinya dan Gean.
" Kandunganku berumur 5 bulan " Gadis berusaha menghindar agar tidak di tanyai terlalu dalam oleh Meli dan langsung pergi meninggalkan Meli dan Gean.
" Mas kira - kira Gadis kenapa ya,kok sikapnya aneh gitu? " Meli masih melihat kepergian Gadis dan suaminya yang selalu menarik keras tangan Gadis.
" Sudahlah jangan pikirkan wanita seperti itu,sebaiknya kita masuk saja ke dalam ruangan Dokter " jawab Gean acuh,ia sudah tidak mau mendengar nama Gadis lagi,ataupun berurusan dengannya.
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam ruangan Dokter dan memulai memeriksakan kandungannya,di dalam dokter telah menunggu mereka berdua,dan menyuruh Meli untuk tidur di atas bankar,sedangkan Dokter itu sedang sibuk mengoleskan gel dan mulai memeriksanya dengan sebuah alat.
" Benarkah dok,saya mau lihat jenis kelamin anak saya apa bisa? " tanya Gean dengan antusias.
" Bisa Pak,mari kita lihat sama - sama ya " Dokter mengarahkan alatnya untuk melihat jenis kelamin bayi tersebut.
" Lihatlah Pak ini kelamin bayi Bapak,ia berjenis kelamin laki - laki " jawab Dokter dan mengakhiri kegiatannya.
" Keinginanmu memiliki anak laki - laki akhirnya terwujud Mas " Meli meneteskan air matanya karna terharu.
__ADS_1
Mereka berdua saling berpelukan dengan di saksikan oleh Dokter yang memeriksanya.
" Sekali lagi selamat ya Pak.. Bu..,kandungan anda sekarang sudah menginjak 8 bulan jadi hindari stress dan sering makan makanan yang sehat ya " pesan Dokter kepada Meli.
" Baik Dok,oiya apakah saya boleh bertanya? " Meli hendak menanyakan masalah Gadis kepada Dokter yang sedang di hadapannya.
" Dok tadi saya lihat ada saudara saya keluar dari ruangan ini,namanya Gadis. Apa dia juga pasien Dokter?? " tanya Meli.
" Ia Bu saya yang menangani Ibu Gadis,jadi benar kalian adalah saudaranya?? " Dokter tersebut kembali bertanya.
" Sebenarnya ini tidak boleh di jawab oleh saya Bu,karna sudah menyalai kode etik. Tapi mengingat kalian adalah keluarga Ibu Gadis jadi kami akan memberi tahukan tentang kesehatannya " jawab Dokter berterus terang.
" Ada apa dengan kesehatan dan kandungan Gadis Dok?? " Meli mulai penasaran ia juga ingin sekali tau keadaan mantan madunya tersebut.
" Ibu Gadis memiliki Cancer Bu,dan penderita Cancer di larang hamil. Kalau itu di lakukan akan membahayakan nyawa Ibu Gadis sendiri " mendengar penuturan Dokter Gean dan Meli terkejut,mereka saling melemparkan pandangan yang aneh.
" Pantas tadi Romi menarik tangan Gadis,mungkin mereka baru tahu tentang penyakit Gadis " gumam Meli di dalam hati.
Karna merasa sudah mendapatkan jawaban dari Dokter,akhirnya mereka berdua pamit dan meminta ijin untuk pulang. Di dalam perjalanan mereka berdua tidak bersuara,mereka masih shock dengan berita tersebut.
__ADS_1