
Hai aku datang lagi,maaf menunggu lama...
Happy reading all...
Malam semakin larut Meli tidak dapat memejamkan matanya barang sedikit pun,beberapa kali dia berusaha terpejam namun tetap saja tidak berhasil.
Di sisi dia tidur terlihat Gean tidur dengan nyenyaknya,bahkan di dalam tidur pun Meli dapat melihat garis wajah yang begitu bahagia. Bahkan ada seutas senyum tersungging di bibir lelaki itu.
" Sebegitu senangnya kau Mas,karna wanita yang kau cintai kini telah menemukanmu. Bahkan kalian berencana menikah pula,sampai dalam keadaan tidur pun aku melihat senyuman itu " air mata Meli begitu saja keluar bahkan bukan hanya terisak namun sangat deras berjatuhan,tapi Meli menahan tangisannya tersebut supaya lelaki di sampingnya tidak mendengar suara tangisannya. " Berbahagialah Mas mungkin ini sudah takdirku mempunyai madu " Akhirnya Meli menurunkan kakinya dan pergi ke dalam kamar mandi,dia menyalakan air shower untuk mengguyur badannya. Di sana dia menangis dengan kerasnya,bahkan suara tangisan itu sama kerasnya dengan suara air yang mengalir begitu deras.
Karna mendengar suara gemercik air Gean terbangun dari tidurnya,menyadari Istrinya yang tak ada dia memanggil - manggil Meli dan berusaha berjalan menuju kamar mandi dengan meraba - raba. Karna dia tak menggunakan tongkatnya.
" Mel... Meli...,apa yang kau lakukan di dalam ? " karna tidak ada sahutan dari Meli akhirnya Gean menggedor - nggedor pintu kamar mandi tersebut.
" Mel,Meli... " Gean makin gencar dengan teriakannya dan berusaha mendobrak pintu tersebut,namun tiba - tiba datanglah Ardi dengan berlari.
__ADS_1
" Ada apa Gean,apa yang terjadi dengan Meli ? " tanya Ardi sambil ikut menggedor pintu tersebut.
Tak lama pintu itu berhasil di dobrak oleh Ardi,dan begitu terkejutnya Ardi setelah mendapati Meli yang pingsan di bawah guyuran air tersebut.
Ardi mengangkat tubuh Meli dan menidurkannya di ranjang.
" Pa Meli kenapa Pa ? " tanya Gean yang panik sambil meraba dan memegang tangan Meli.
" Gean di mana baju Meli kita harus segera mengganti pakaiannya,dan aku akan menyuruh bibi untuk menngantinya " Ardi berlari membangunkan asisten keluarganya meminta bantuannya. Tak lupa Ardi juga menelpon Dokter untuk datang ke kediamannya malam itu juga.
" Ge Dokter Dias sudah datang biarkan dia memeriksa keadaan Meli " Suara Ardi mengejutkan Gean dan Gean beranjak dari duduknya,memberi tempat untuk Dokter Dias memeriksa Istrinya.
Tak berapa lama Dokter Dias menyelesaikan pemeriksaan terhadap tubuh Meli.
" Apa yang terjadi dengan menantuku Dias ? " tanya Ardi dengan panik.
__ADS_1
" Nona muda mengalami stres Tuan,jangan biarkan Nona berfikir terlalu keras kalau tidak itu akan mengganggu kesehatannya " jawab Dias menjelaskan.
Ardi dan Gean saking menatap walaupun Gean tak dapat melihat wajah Papanya,tapi dia yakin Papanya juga sama - sama terkejut dengan penuturan Dokter tersebut.
Setelah Dokter pergi,Ardi mengajak Gean untuk pergi ke ruangan kerjanya.
" Ge inilah yang Papa khawatirkan,Meli begitu tertekan akan keputusanmu untuk menikah kembali. Apa kau tidak kasihan padanya ? " tanya Ardi dengan suara yang menekan agar Gean bisa merubah keputusannya untuk berpoligami.
" Gean tau ini memang sulit untuk Meli Pa,tapi aku juga tidak munafik Pa aku juga mencintai Gadis dia wanita pertama dalam hidupku bahkan dia cinta pertamaku Pa " Gean berusaha meyakinkan Papanya dengan cinta pertamanya.
" Tolong kesampingkan dulu cintamu itu,sekarang lihatlah istrimu dia begitu terluka bahkan Papa tidak tega melihatnya " Ardi mengusak wajahnya dengan kasar dia tidak tau apa yang di inginkan anaknya tersebut.
" Aku menyayangi Meli dan aku juga mencintai Gadis,dan aku tidak bisa meninggalkan salah satunya. Mereka wanita kedua dan ketiga setelah Mama yang sangat aku cintai di dunia ini " Setelah Gean mengucapkan itu dia langsung pergi meninggalkan Papanya sendiri di ruang kerjanya.
Gean juga merasa hatinya sakit melihat Meli,namun di dalam hatinya dia ingin melihat wanita mana yang sebenarnya tulus mencintainya dengan menikah kembali.
__ADS_1