
Tak lama para suster laki - laki dan perempuan datang, mereka datang untuk membawa jenazah yang akan di bawa ke kamar mayat.
Saat jenazah pertama di bawa keluar Ardi dan Alexa memeriksanya ternyata itu bukan Meli ataupun anaknya Gean,kemudian ada satu lagi jenazah keluar kali ini juga bukan keluarga Ardi.
Melihat itu hati Ardi dan Alexa sudah begitu lega,terakhir mereka membukanya bersama - sama itu juga bukan anak dan menantunya. Dokter yang terakhir di dalam pun keluar Ardi yang melihat Dokter tersebut menanyainya.
" Dok apa masih ada pasien lagi yang berada di dalam ? " tanya Ardi semakin panik karna belum mendapat keterangan dari Dokter mengenai keadaan Meli dan Gean.
" Maaf Tuan sedang mencari pasien bernama siapa ? " tanya Dokter tersebut.
" Gean dan Meli Dok,mereka berdua suami istri " jawab Ardi,Ia merasa aneh karena pertanyaan Dokter.
" Maaf Pak tidak ada pasien yang bernama tadi yang Bapak ucapkan !! " jawab Dokter tersebut lalu,Dokter itu meninggalkan mereka berdua dan menutup pintu UGD.
" Loh Lex di mana Gean dan Meli bukankah kau yang menunggui mereka di sini ?! " Ardi geram melihat Alexa yang tidak bisa menjaga anak dan menantunya.
" Me mereka tadi ada di rumah sakit ini Om,aku sendiri yang mendorong blankar mereka !! " jawab Alexa yang tak kalah panik dan takut terjadi apa - apa dengan mereka berdua.
__ADS_1
" Sial,kenapa aku bisa ceroboh sekali. Apa mereka menyabotase semuanya " gumam Alexa sendiri.
Ardi yang sudah putus asa memukul kepalanya sendiri berkali - kali,entah kenapa ujian selalu saja datang secara beruntun semenjak kedatangan Gadis di dalam rumahnya.
Dia berjalan pulang dengan langkah yang gontai,saat Alexa mencoba memapahnya pun Ia tak mau. Dia sungguh kesal saat ini,bahkan perasaannya sudah campur aduk entah apa yang harus di pikirkan.
Ardi menaiki mobilnya sambil sesekali menitikan air mata,sopir di sebelahnya juga tidak berani untuk bertanya.
*********
Rumah
Saat Ardi hendak memasuki kamarnya,Meli memanggilnya.
" Papa.. " suara itu seperti tak asing baginya,Ia bahkan mengira menantunya sudah tidak ada dan mungkin saja dia berhalusinasi dan berusaha mengabaikan panggilan itu,dan kembali membuka pintu kamarnya.
" Papa tidak apa - apa ? " tanya Meli sambil menepuk pelan bahu Ardi.
__ADS_1
Seketika Ardi menoleh,Ia mengamati Meli dari atas sampai bawah. Merasa dirinya sedang berhalusinasi Ardi mencubit sendiri tangannya " Auuu sakit " kemudian Ia memeluk tubuh Meli.
" Ini benar kau Nak ? " tanya Ardi sambil mengeluarkan air matanya.
" Iya ini aku Pa,Meli baik - baik saja " jawab Meli pelan.
" Lalu di mana Gean ?? " tanya Ardi.
" Mas Gean sedang tidur Ia mengalami shock tapi itu tidak apa - apa beberapa hari mungkin sudah sembuh " Meli menuntun tangan Papanya untuk masuk ke dalam kamar Gean.
" Bagaimana caranya kau tiba - tiba di rumah,sedangkan Alexa dan Papa masih di rumah sakit tadi ?!! " tanya Ardi.
" Pa kita bicarakan ini besok pagi ya,soalnya di rumah ada Gadis " ujar Meli kemudian Ia mencium pipi Ardi sambil tersenyum.
" Papa tidur ya ini sudah malam,Papa pasti capek tadi Meli sudah siapkan air hangat untuk Papa mandi,sementara itu Meli akan suruh Bibi untuk mengantar makanan ke kamar Papa ya. Meli tau Papa belum makan " Meli mengantar Papa mertuanya sampai di depan kamar Ardi.
Setelah itu Ia meminta Bibi menyiapakan makanan untuk mertuanya,setelah itu Ia bergegas tidur melepas semua kepenatannya sepanjang hari ini.
__ADS_1
Hayo,siapa yang membantu Meli dan Gean keluar dari Rumah Sakit,ku tunggu like,vote,dan komennya ya...