
Saat sedang menemani Amelia di ruangan sebelah,Ardi mendapat notif pesan masuk ke dalam hapenya dan membacanya
" Pa Mas Gean sudah siuman " Meli.
Ardi merasa senang karna Gean sudah tersadar pasca oprasi.
" Lia Om mau ke kamar sebelah sebentar,kalau memerlukan sesuatu datanglah kesana. Meli akan membantumu " ujar Ardi.
" Apa Meli itu anak Om " tanya Lia.
" Iya dia anak menantu Om,datanglah ke ruangan sebelah Lia. Kalau begitu Om tinggal sebentar ya " Ardi segera meninggalkan ruang rawat inap Diani dan menuju ke tempat Gean.
Setelah berada di ruangan Gean Ardi menceritakan siapa yang di temuinya di ruangan sebelah kepada Meli dan Gean.
" Kasian Amelia ya Pa,bagaimana kalau sekarang kita yang merawat dia " ujar Meli.
" Iya nanti kita tolong Lia,kita fokus dulu dengan kesembuhan Gean " ucap Ardi kepada anak dan menantunya.
____,___,
London
Gadis merasakan sakit di seluruh tubuhnya,dia mulai menggeliatkan badannya ke kanan dan ke kiri,merasa ada yang aneh Gadis mencoba membuka matanya pelan.
Pertama yang Ia lihat adalah interior di dalam kamar tersebut berbeda dengan interior di kamarnya,setelah nyawanya teekumpul Ia menengok ke sebelahnya ada Romi yang sedang tertidur nyenyak sedang memeluk tubuh Gadis.
Gadis yang terkejut langsung berteriak dan berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Romi.
" Apa yang kau lakukan kepadaku Rom ? " tanya Gadis sambil menangis,dia yakin bahwa selama ini dia masih dalam keadaan Virgin belum di sentuh sama sekali oleh suaminya.
Karna Gean dalam keadaan masih sakit,dan Gadis tidak mau meminta haknya tersebut.
" Bukannya semalam kau sendiri yang meminta kepadaku Bab,bahkan aku bisa mendapatkan keparawananmu trimaksih ya Bab. Aku makin mencintaimu Sayang " jawab Romi sambil tersenyum bahagia.
" Setidaknya kau bisa menolak kan !! " teriak Gadis sambil melemparkan bantal kepada Romi.
__ADS_1
" Buat apa aku menolakmu Sayang,bahkan aroma tubuhmu sudah menjadi candu olehku " Romi tertawa lepas dia berhasil mendapatkan.apa yang dia inginkan.
" Sial kenapa malah kau mendapatkanku bukannya,suamiku Gean " Gadis merutuki dirinya sendiri.
" Jangan salahkan dirimu Bab,aku mencintamu bahkan lebih dari itu datanglah padaku selagi kau mau. Aku akan memperlakukanmu seperti permaisuriku selamanya " gombalan Romi kali ini mampu menyihir hati Gadis kembali,dia merasa di perhatikan oleh Romi.
" Karna kau telah mengambinya dariku maka aku ingin kau menjadi milikku sekarang " dengan bodohnya Gadis merelakan dirinya kepada Romi sang play boy.
" Baiklah Bab,apa pun hanya untukmu termasuk jiwa,raga,dan hartaku pun milikmu Sayang " Romi kembali memeluk tubuh telanjang Gadis.
Mereka kembali melakukan adegan ranjang tersebut,entah berapa lama mereka melakukannya hanya mereka yang tau karna author gak bisa tulis bagian itu. Takut di kick oleh pihak Manga.
______
Rumah Sakit
Hari ke tujuh di Rumah Sakit,Meli dan Ardi masih setia menunggu kabar baik yang di bawa oleh Dokter Harun.
Ya hari ini adalah hari di mana perban mata Gean akan di buka,dan setelah itu entah apa yang terjadi selanjutnya akankah Gean belum bisa melihat atau pun sebaliknya.
Dokter Harun memasuki kamar Gean.
" Saya siap dengan apa pun hasilnya Dok " jawabnya lirih.
" Berdoa ya,bismillah saya buka perban ini " Dokter Harun melepaskan perban mata Gean pelan - pelan.
Semua yang berada di dalam kamar pun berharap cemas,Ardi dan Meli saling berpelukan dan menangis.
Tak lama Amelia juga ikut di dalam ruaangan tersebut,dia juga ingin menyaksikan mata Maminya sekarang berpindah ke mata Gean sang Kakak Keponakan.
1...
2...
3...
__ADS_1
Akhirnya perban itu terbuka semua tinggal kedua kapas yang melekat pada kedua mata Gean.
Dokter Harun melepas kedua kapas tersebut.
" Ingat Gean buka mata anda perlahan apabila ada cahaya yang masuk ke dalam terasa mengganggu anda,coba pejamkan kembali mata anda biarkan dulu otot - otot mata itu bekerja. Lalu lakukan kembali dengan membuka mata anda pelan " intruksi Dokter Harun. Dan Gean pun hanya menganggukkan kepalanya.
Di bukanya mata itu pelan,kemudian menutupnya kembali persis dengan intruksi Dokter,lalu di bukanya kembali matanya kali ini ada cahaya masuk namun bayangan itu masih terlihat samar.
Gean kembali memejamkan matanya,kemudian dia membuka kembali dengan pelan terlihat bayangan jelas.
Matanya menangkap seorang perempuan yang sedang berpelukan dengan Papanya.
" Apa benar wanita itu istriku,istri yang selalu di banggakan Papa. Dia begitu cantik dan manis kata dan perilakunya " Gean meneteskan air matanya.
" Sudah bisa melihat jelas Ge ? " tanya Dokter.
" Ya Dok,dan saya melihat wajah istri saya yang begitu cantik dan manis " ujar Gean dan langsung di berikan pelukan oleh Istri dan Papanya.
" Trimakasih Dok sudah membantu keluarga kami,akhirnya anak kebangga'an saya bisa sembuh total " Ardi menjabat dan memeluk Dokter Harun.
" Sudah tugas saya Pak,jangan berlebihan berterima kasihlah kepada Tuhan yang masih mau memberi kesempatan kedua bagi putra Bapak " Ujar Dokter Harun.
Gean memeluk istrinya erat dan menoleh kepada Amelia di pojok ruangan.
" Kau Amelia ? " tanya Gean.
" Iya Kak,aku saudarimu dari kembaran almarhumah Mama Diana " jawab Amelia.
" Kemarilah,sekarang kau adikku. Tinggalah bersama kami lia,kami juga keluargamu " ujar Gean.
" Iya Kak aku mau,tapi tunggu Mami bangun dulu ya Mami masih koma pasca oprasi dan Amel gak tau Mami masih bisa sembuh atau tidak " lia menangis lalu di peluk lembut oleh Ardi.
" Jangan bersedih ya,kami semua akan mendoakan Mamimu Nak " jawab Ardi menenangkan Amelia.
°°°°°°°°
__ADS_1
**Dorrrrr.... serius amat yang ngetik dan yang baca,hehe...
Minta vote dan dukungannya dong biar novelnya naik level,habis ini lanjut lagi ya**...