
Malam selepas pulang dari kantor Calista dan Renata sengaja berkunjung ke rumah Noni yang sekarang di tempati oleh Gean dan keluarganya.
" Selamat malam Nyonya Meli,kami datang berkunjung " ucap Renata sambil membawa buah segar di tangannya.
" Malam juga Rena,kenapa repot - repot bawa buah segala? Lihatlah Pa Rena bawa ginian,aku jadi gak enak udah ngrepotin " jawab Meli sambil menunjukkan buah yang di bawa oleh Renata.
" Iya Re harusnya kalau kamu ingin main ke sini kamu gak usah bawa apa - apa,kami merepotkan kalian jadinya " Ardi menimpali.
" Nggak merepotkan kok Pak Ardi,kami senang melakukannya " jawab Renata sambil tersenyum.
" Oke karna kalian sudah berkunjung,mari ikut kami makan malam iya kan Mas ?! " ujar Meli sambil mengajak suaminya untuk pergi ke meja makan.
" Iya sayang,makan rame - rame lebih terasa menyenangkan. Ayo kita makan,kalian pasti suka masakan istriku " jawab Gean ramah.
Akhirnya mereka berlima makan malam dengan di selingi tawa dan sebuah obrolan yang serius mengenai rencananya yang akan di lakukannya besok.
°°°°°°°°°°
Pagi di Jakarta
__ADS_1
Nani yang sedang sibuk di kantor tiba - tiba di kejutkan oleh kedatangan seseorang yang selama ini ia rindukan semenjak kepindahannya ke Jakarta.
" James " ucap Nani yang terkejut melihat James di depannya.
" Pagi Swety aku meridukanmu " James menghampiri Nani dan memeluk kekasihnya dengan erat.
" Kenapa kau kemari,hmm?? " masih dalam pelukan James.
" Surprise honey,karna ada undangan makan siang dari Kakakmu makanya aku kemari " James mengendurkan pelukannya dan mencium kening Nani.
" Kenapa kau tak bilang padaku sebelumnya? " Nani memajukan bibirnya.
Pada saat mereka asik melakukan perpagutan,tiba - tiba pintu ruangan Nani terbuka.
PLOK.. PLOK..
Suara tepuk tangan dari arah depan pintu.
" Bagus sekali kelakuanmu,hai dasar anak nakal!! Kau ku undang kemari bukan untuk bermesraan dengan adikku,melainkan untuk membicarakan tentang misi kita,rencana kita!! " Noni merasa kesal dengan James yang sedang bermesraan dengan adiknya.
__ADS_1
Karna terkejut mereka berdua hanya bisa tersenyum sambil senggol menyenggol lengan mereka masing - masing.
" Hehe... maafkan aku Kakak ipar,karna kau memisahkan kami jadi saat bertemu kembali dengan Nani aku jadi ingin menciuminya terus " James berbicara sambil menggaruk - garuk tengkuknya yang tak gatal.
" Jangan marah ya Kak,kami cuman___ " Nani menghentikan perkataannya karna Kakaknya menyela perkataan adiknya.
" Ingat ini di Jakarta bukan di London,mereka mempunyai adat ketimuran yang begitu menentang adanya sex bebas dan semacamnya. Aku gak mau tau pokoknya kalian harus bersikap baik selama di sini!! " Noni mengingatkan kedua pasangan kekasih yang sedang di mabuk cinta tersebut.
" Iya Kakak ipar kami janji tidak akan begitu lagi,tapi kalau di kamar boleh kan yaa?! " James menaik turunkan matanya ke arah Noni.
" Aish... kalian susah sekali di beri tahu,terserah kalian saja mau di laut kek,mau di sisi jurang kek,di atas gunung kek pokoknya terserah " Noni berkacak pinggang di depan mereka.
" HAHAHAHHA.... " mereka berdua tertawa melihat tingakah Noni.
" Makanya jangan jomblo terus,tersiksakan melihat kami yang selalu romantis ini " ujar Nani sambil memeluk mesra kekasihnya James.
" Cepat kalian menikah,jangan sampai kau hamil duluan. Akan ku potong lehermu kalau sampai kejadian " Noni mulai dengan mode galaknya.
" Aasiapppp... " James memberi hormat kepada Noni.
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga tertawa bersama - sama,setelah itu mereka mulai berdiskusi masalah Daniel dan Burhan sampai makan siang menjelang.